Politik

Ketua NU Siap Nyalon jadi Bupati Purwakarta

Ketua NU siap Nyalon Bupati

Cidahu.com – Walau masih terbilang cukup jauh, bursa Pilkada Purwakarta sudah mulai menghangat. Salah satunya, Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Purwakarta, Drs. Soleh siap maju dalam perhelatan Pilkada Purwakarta Tahun 2018 mendatang.

Kesiapannya mencalonkan diri dalam hajat lima tahunan ini kata dia, tiada lain untuk melanjutkan pembangunan dan penataan menuju Kabupaten Purwakarta yang jauh lebih baik.

“Kalau memang warga NU dan struktural baik pengurus NU dan para Badan Otonom (Banom) mendorong, saya siap maju,” kata Soleh, belum lama ini.

Untuk memanfaatkan hajat demokrasi ini kata Soleh, NU Purwakarta saat ini tengah melakukan penilaian dan perivikasi terhadap para tokoh dan generasi muda NU yang dianggap mampu melanjutkan kepemimpinan Purwakarta kedepan. Sejauh ini, telah muncul beberapa nama dari Keluarga Besar NU (KBNU) Purwakarta yang masih dalam proses penjaringan.

“Sekarang sedang difikirkan sosok yang akan dikeluarkan oleh NU. Karena di internal NU sendiri banyak sosok yang bisa dimunculkan, tapi belum mengerucut,” jelas dia.

Mengenai kabar dirinya yang digadang-gadang akan dicalonkan oleh sejumlah kader NU dalam Pilkada Purwakarta mendatang, pihaknya tak banyak berkomentar. Hanya saja sambung dia, jika warga NU mendorong dirinya maju dalam perhelatan Pilkada ia menyatakan siap maju. “Ya harus siap,” tegas Soleh.

Momentum Pilkada yang akan dimulai melalui tahapan-tahapan pada Tahun 2017 mendatang kata dia, harus betul-betul dimanfaatkan. Hal ini untuk merumuskan Kabupaten Purwakarta yang jauh lebih baik kedepan. “Inikan untuk penataan Purwakarta. Apa yng sudah baik harus dupertahankan, yang dinilai belum ya di tambah,” jelas dia.

Pemimpin Purwakarta kedepan lanjut Soleh, harus betul-betul sosok yang memiliki kemampuan memimpin yang maksimal serta memiliki integritas tinggi. Karena, jangan sampai pasca kepemimpinan Dedi Mulyadi malah terjadi kemunduran atau degradasi, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya serta keagamaan.

“Sosok pemimpin kedepan harus yang betul-betul matang dalam berfikir, bersikap, bertindak dan dewasa serta memiliki besic kepemimpinan. Karena jangan sampai Purwakarta ini malah mundur,” pungkasnya. (CN-01)

Comments
To Top