Headline

Heboh..!!! Di Purwakarta ada LSM Memaksa Masuk Lingkungan Sekolah, Berikut Penjelasannya

LSM masuk lingkungan sekolah

Cidahu.com – Salah satu sekolah swasta di kabupaten Purwakarta dikagetkan oleh aksi paksa memasuki lingkungan sekolah oleh salah satu ormas pada, Kamis (24/11/2016). Hal tersebut menimbulkan kepanikan bagi guru dan orang tua siswa yang berada di lingkungan sekolah.

Akun Facebook Neng Corps lewat postingan nya di salah satu Grup Facebook menceritakan detik-detik LSM tersebut merangsek masuk ke lingkungan sekolah.

LSM Paksa masuk lingkungan sekolah

LSM Paksa masuk lingkungan sekolah

hal tersebut menimbulkan tanggapan yang beragam dari berbagai lapisan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut Dikdik Rohimat selaku salah satu guru dari sekolah swasta tersebut membenarkan kejadian tersebut.

“Kejadian hari kamis kemarin memang sudah ada tembusan surat yang dilayangkan dari ormas gibas ke SMK YPK. Dalam isi suratnya menyatakan bahwa ormas gibas akan datang melakukan aksi ke SMK YPK dengan membawa anggota 200 orang yang sangat disayangkan datangnya ormas gibas datang dengan mengedapankan arogansinya ke sekolah dengan berteriak teriak sehingga menimbulkan kepanikan bagi guru dan orang tua siswa yang tengah ada disekolah”.

Dikdik Menambahkan pada saat kejadian tersebut kebanyakan siswa sedang melakukan shalat dhuha yang berada di aula sekolah.

“alhamdulillah pada saat ormas gibas datang sebagian besar siswa sedang berada di aula mushola tengah melakukan shalat dhuha dan pengajian bersama jadi tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan lebih luas, dan siswa yang dikejar kebetulan siswa non muslim yg sedang berada dilingkungan sekolah”.

Selanjutnya kedua belah pihak melakukan audiensi yang menghasilkan 3 poin yaitu

  1.  Sekolah akan mengevaluasi siswa yang terlibat tawuran dalam segi prestasi pembelajaran di sekolah sebelum dikeluarkan.
  2. Sekolah tidak akan memutus rantai dua tahun angkatan penerimaan siswa tetapi sekolah meminta kepada ormas gibas untuk memberikan formulasi permasalah yang tengah di hadapi oleh sekolah ataupun pemerintah daerah dalam mengatasi tawuran. Sekolah meminta kepada pihak gibas untuk duduk bersama mengatasi masalah tawuran tersebut. Karena berbagai upaya sudah sekolah dan disdikpora, kepolisian begitupun dengan pemerintah daerah sudah dilaksanakan.
  3. Masalah penggantian korban sekolah sepakat tetapi harus melibatkan seluruh orang tua siswa yang terlibat di kejadian tawuran tersebut.

Sungguh sangat disayangkan kejadian hari kamis kemarin yang mana sudah memicu kemarahan dari seluruh alumnus SMK YPK. Pada hari sabtu kemaren pihak alumnus banyak berdatangan ke sekolah untuk mempertanyakan kejelasan tindakan yang semena mena dari pihak ormas gibas terhadap almamater sekolahnya. (DL)

Comments
To Top