Purwakarta

Ternyata,, SILTAP Pegawai Desa di Purwakarta Belum Dibayarkan

Terlambatnya pembayaran SILTAP oleh pemerintah kabupaten purwakarta mengakibatkan terhambatnya pelayanan publik di beberapa desa. hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, karena terganggunya pembayaran SILTAP mengakibatkan perekonomian pegawai desa juga ikut terganggu.

Cidahu.com – Sejumlah perangkat desa di kabupaten purwakarta mengeluhkan atas lambatnya pembayaran penghasilan tetap atau biasa di sebut SILTAP oleh pemerintah kabupaten purwakarta. Sejatinya penghasil tetap perangkat desa yang tertuang dalam UU no 6/2014 pasal 66 ayat 1 menyatakan

” Kepala desa dan perangkat desa menerima penghasilan tetap setiap bulannya.”

namun hampir 3 bulan terhitung sejak januari 2017 penghasilan tetap yang menjadi hak pegawai desa tersebut belum dibayarkan.

Menurut Sindung Sulastomo pemerhati masyarakat desa kepada Cidahu News menyatakan lewat pesan singkat

“Untuk bulan Januari, Februari, Maret 2017 belum dibayar. Confirm”

Beliau menambahkan seharusnya penghasilan tetap perangkat desa dibayarkan setiap bulan jika tidak berarti telah melanggar undang-undang.

“menurut UU no. 6/2014 pasal 66 ayat 1 tentang desa menyatakan  Kepala desa dan perangkat desa menerima penghasilan tetap setiap bulannya. Catat: setiap bulan Bukan yang lain artinya, kalau ngga begitu berarti melanggar UU”.

Dede Mulyadi selaku ketua  Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Korwil Jawa Barat  menambahkan

“Penghasilan tetap (SILTAP) itu berasal dari APBN dan ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) untuk perangkat dan aparat desa pos nya ada pada alokasi dana desa (ADD).

Terlambatnya pembayaran SILTAP oleh pemerintah kabupaten purwakarta mengakibatkan terhambatnya pelayanan publik di beberapa desa. hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, karena terganggunya pembayaran SILTAP mengakibatkan perekonomian pegawai desa juga ikut terganggu.

“Hutang di warung geus panjang, budak ngomong wae hayang jajan, nepi ka sare hampir-hampir teu dibere ranjang ku pamajikan, asli liuer kang”.

 

 

Comments
To Top