Pilkada

Ini, Kriteria Calon Bupati Purwakarta Versi PSI

Ketua DPD PSI Purwakarta

Cidahu.com – Sejumlah tokoh berlatarbelakang politisi, birokrasi, tokoh agama sampai pengusaha digadang-gadang bakal meramaikan bursa Pilkada Purwakarta yang akan digelar Juni 2018 mendatang. Lalu seperti apa kriteria calon pengganti Kang Dedi Mulyadi itu?

“Sebagai warga Purwakarta, buat saya bupati mendatang harus memenuhi setidaknya empat kriteria. Pertama, kecerdasan (brain power), kemudian visi dan mimipi-mimpi besar (dream), lalu memiliki semangat pantang menyerah (spirit) yang kuat, dan rasa percaya pada kekuatan sendiri atau kekuatan internal (confidence),” ujar Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Purwakarta, Agus Sanusi, kepada Cidahu News, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, pemimpin ideal adalah sosok yang bisa diandalkan dalam suatu komunitas, dihormati, dikagumi, dicintai dan disayangi oleh rakyatnya. Setidaknya bisa memenuhi beberapa kriteria yang disebutkan diatas. “Seorang pemimpin mempunyai kewajiban yang pokok, yaitu mengayomi dan mensejahterakan rakyat yang dia pimpin,” imbuhnya.

Agus berharap, dalam Pilkada Purwakarta mendatang, masyarakat hendaknya lebih selektif dalam menentukan pilihannya, hindari politik uang dan jangan mau diintimidasi. “Dalam memilih pemimpin harus ditelaah terlebih dahulu dan potensi yang ia miliki, sikap dan kepribadiannya sehari-hari serta aspek-aspek lainnya,” kata Agus.

Selain itu, lebih jauh Agus menambahkan, diluar kriteria diatas Purwakarta juga butuh change leaders alias pemimpin perubahan. Nah, sang pemimpin harus punya determinasi untuk melakukan perubahan itu serta mengambil resiko untuk melakukan perubahan.

“Indikatornya dapat terlihat dari pola-pola sosialisasi dan kampanye apakah membuat pola-pola baru yang kreatif dan memberdayakan atau menggunakan cara-cara lama,” tuturnya.

Dan harus berkomitmen untuk menjaga keberagaman terutama ditengah-tengah isu Sara dan intoleransi. Harus tetap menjaga NKRI tetap utuh. “Yang pasti kita harus punya standar dalam setiap suksesi kepemimpinan standar itu harus naik tidak boleh turun. Itu kaitannya nanti dengan sejauh mana partai politik atau organisasi di Purwakarta mampu melahirkan calon pemimpin yang berkualitas,” demikian Agus Sanusi. (red)⁠⁠⁠⁠

Comments
To Top