Peristiwa

Angkot Korban Bus Maut Belum Dapat Ganti Rugi

Cidahu.com – Selain mengalami trauma akibat kecelakaan yang dialami. Muhtar, pengemudi Angkot Jalur 03 (Ciganea-Pasar Rebo) yang menjadi korban tabrakan Bus Maut di Sasak Beusi itu, hingga kini belum mendapatkan ganti rugi sepeserpun dari pihak Prima Jasa.

“Sudah hampir sebulan, saya nganggur. Angkot tidak bisa diambil, masih di Polres. Boro-boro diganti atau diperbaiki. Anehnya, kenapa bis Primajasa-nya sudah dikeluarkan,” kata Muhtar ditemui dikediamannya di Jalan Pramuka RT01 RW01 Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur, Rabu (12/4/2017).

Menurut Muhtar, selain dirinya, salah satu penumpang angkot juga hingga hari ini belum dapat bantuan dari pihak Primajasa atau pihak terkait lainnya.

“Salah satu penumpang angkot saya, Bu Enceh, berusia sekitar 60 tahun, warga Kecamatan Sukasari, harus dioperasi karena luka dirahang akibat terbentur pintu belakang angkot, sama belum dapat bantuan pengobatan. Denger denger sudah habis puluhan juta untuk penyembuhan,” ungkap pengemudi Angkot bernopol T 1940 AF itu.

Muhtar juga mengatakan, ia telah mengkonfirmasi orang bengkel, bahwa untuk perbaikan angkotnya diperlukan biaya sekitar Rp25 juta.

“Kita sudah tanya ke bengkel biaya perbaikannya. Belum lagi jika dihitung setoran angkot selama satu bulan, lalu pendapatan yang biasa saya peroleh setiap harinya jika narik angkot. Ripuh kang, nganggur da kumaha mobilna ge teu bisa dikaluarkeun, bingung,” keluhnya, dengan bahasa campuran.

Muhtar berharap pihak terkait bisa membantu, memberikan solusi agar dia bisa bekerja kembali, narik angkot. “Mohon bantuannya kang, ke pihak berwajib, kalau memang tidak mau memberi ganti rugi, ya angkot saya kan bisa dikeluarkan dulu, itu bus-nya juga sudah keluar,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Sindangkasih (Sasak Beusi), Senin (13/3). Tabrakan beruntun itu melibatkan satu bus, dua mobil, dan lima unit motor. Tiga orang tewas dalam insiden tersebut.

Saat itu, bus Primajasa jurusan Garut-Bekasi Nopol B 7095 YL mengalami rem blong saat berada di turunan Ciganea hingga menerobos lawan arah Jalan Basuki Rahmat. Saat menerobos lawan arah itu, bus menghantam Angkot dan mobil di depannya.

Namun lantaran kecepatannya cukup kencang, bus itu masih melaju hingga kembali menabrak lima motor yang ada di belakang kedua mobil tersebut. “Saya sudah liat bus itu zig zag pas di turunan Ciganea, tapi saya enggak nyangka bakal nerobos lawan arah,” ungkap supir angkot jurusan Ciganea-Pasar Rebo, Muhtar (40) yang juga menjadi korban.

Akibat diseruduk bus itu, angkot berwarna merah yang dikendarainya rusak parah. Namun beruntung ia bersama sejumlah penumpang angkot lainnya selamat. Mereka tidak mengalami luka apapun namun mengalami shock berat atas kejadian ini.”Saya shock pisan (banget) pas keluar mobil banyak motor dan orang berserakan. Saya sampai gemeteran,” ungkap supir yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Bus baru berhenti sekitar 200 meter dari lokasi tabrakan pertama. Dua unit motor masih terjebak di bawah bus tersebut. Kabarnya 9 orang dilarikan ke rumah sakit akibat kecelakaan maut tersebut. Tiga orang di antaranya tewas di lokasi.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Arman Sahti terkait hal diatas mengatakan, kapasitas pihaknya lebih kepada proses penyidikan. Sekarang berkasnya sudah P21. Sudah siap untuk dilimpahkan ke Pengadilan. “Kalau masalah ganti rugi, adalah sisi kemanusiaan, dari pemilik bus kepada korban,” ujangnya melalui pesan singkat. (red)

To Top