Purwakarta

Lagi, Purwakarta Gelar Festival Bela Diri Manca Negara

Cidahu.com – Pemda Kabupaten Purwakarta kembali menggelar pencak silat tingkat dunia, yang dihelat di sekitar Taman Air Mancur Sribaduga, Situbuleud, Purwakarta, Jum’at (21/4/2017) lalu.

Ajang tingkat dunia ini sengaja digelar, untuk mendorong kebudayaan dan tradisi khas Indonesia tersebut untuk lebih mendunia.‎ Selain melalui berbagai event skala internasional pemerintah setempat juga konsisten melakukan kerjasama lintas negara dalam setiap kegiatan.

Untuk pencak silat tingkat dunia tahun ini, pemerintah sengaja menghadirkan juara dunia tinju asal Indonesia Chris John untuk memeriahkan pelaksanaan yang sudah dua tahun dilaksanakan oleh pemda setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Chris John menampilkan gerakan wushu di hadapan delegasi sembilan negara diiringi dengan nuansa khas etnik Indonesia. Keindahan ini membuatnya berharap, festival tersebut digelar setiap tahun di Purwakarta.

“Sangat luar biasa, saya baru pertama kali mengikuti acara seperti ini. Terasa banget etnik Indonesia khususnya Jawa Barat. Panggung di atas danau, air mancur, musik etnik, dan kerlap kerlip lampu sangat megah. Saya harap tiap tahun acara ini dilakukan,” jelas Chris.

Selain itu kata dia, pihaknya sangat mengagumi pemimpin Purwakarta, Dedi Mulyadi yang dinilai sebagai tokoh multi talenta. Selain dinilai ahli di bidang budaya, sosial, politik dan ekonomi, Dedi pun dikenal sangat dekat dengan masyarakat. Salah satunya dengan sering menggelar acara untuk menghibur rakyat tanpa melupakan unsur pendidikan. “Saya sebetulnya kagum sama beliau. Semua gagasannya sudah dibuktikan dengan kenyataan,” ungkap dia.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari Negara Amerika, Swiss, Italia, Belanda, Brunei Darrusalam, Singapura, serta dari Indonesia tersebut berharap, masyarakat selalu menjaga kebudayaan leluhur sebagai jati dirinya. “Ini salah satu dari upaya bagaimana kita sebagai orang Sunda mengenal dan mengetahui jati dirinya sendiri. Mari kita dukung kelestariannya,” kata dia.

Melalui festival Bela Diri Dunia kata dia, Pencak Silat harus menjadi warisan leluhur yang harus lebih dikenal di kancah internasional. Pencak silat lanjut dia, merupakan kaidah dasar karakter manusia Indonesia.‎ Dalam seni beladiri khas nusantara ini, terkandung makna falsafah yang sangat mendalam.

Arti Pencak, kata dia, berm‎akna panca atau lima. Sedangkan ‘Silat’ mengandung arti gerak. Jadi, Pencak silat merupakan lima Dasar gerak tubuh manusia. “Pencak Silat, termaknai sebaga lima falsafah yang harus menjadi pegangan masyarakat,” ujar Dedi.

Ke lima makna falsafah tersebut, antara lain berserah diri kepada Tuhan secara total. Saling menghormati kepada sesama manusia. Mencintai tanah airnya. Memiliki keteguhan dan keyakinan yang sangat kuat. Serta, bisa menebar persaudaraan. “Jadi, makna sesungguhnya pencak silat bukan untuk berkelahi. Tapi, lebih kepada proses pembentukan karakter manusia,” kata dia.

Jadi, kata dia, inilah salah satu yang menjadi alasan kenapa dalam festival beladiri dunia kali ini dikhususkan mengambil cabang olahraga Pencak Silat.

Selain upaya mendorong pencaksilat menjadi tradisi khas Indonesia yang mendunia, kegiatan ini sekaligus mengingatkan masyarakat jika tradisi yang menjadi warisan nenek moyang ini harus dijaga dengan baik.

Tak hanya itu, ‎tujuan dari acara tersebut salah satunya untuk membangun komunikasi budaya antar negara. Dengan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal kebudayaan khas Indonesia yang telah berkembang di luar negeri.‎ Dengan gelaran ini pihaknya pun ingin memperlihatkan kepada dunia, jika Indonesia kaya akan kebudayaan.

“Khasanah kebudayaan merupakan dasar kekuatan bangsa. Dan pencak silat menjadi salah satunya. Makanya, kali ini tema yang kami ambil adalah Pencak Silat. Yang perlu kami tegaskan, festival ini bukan hanya ajang adu ketangkasan. Tapi, pertunjukan seni bela diri yang lebih dilihat dari sisi estetika dan keindahan gerak,” pungkasnya. (red)⁠⁠⁠⁠

To Top