Purwakarta

Dendi Berjibaku Dengan Parang Dan Sapu Di Batas Kota

Pak Dendi dengan tekun membersihkan batas Purwakarta-Cianjur (Foto: Gin)

Cidahu.com –  Gerbang atau tugu perbatasan wilayah Purwakarta merupakan salah satu hal penting bagi identitas Kabupaten Purwakarta . Warga luar Purwakarta sering tidak tahu, saat di mana mereka sudah memasuki wilayah Purwakarta saat dalam perjalanan memasuki Kabupaten Purwakarta.

Kota atau Kabupaten ibarat manusia. Tumbuh, bergerak, berpikir, sehingga kota atau Kabupaten pun harus tampil rapi, bersih, menawan, dan tentu saja perlu bersolek supaya kelihatan menarik. Penampilan sebuah kota adalah citra yang dibaca, oleh warganya maupun tamu yang berkunjung. Apakah sebuah kota mempunyai kesan welcome?

Warga yang menilai kotanya cukup bersih, teratur, nyaman, dan segar tentu akan tinggal dengan kebanggaan sebagai warga kota. Begitu pula tamu yang memiliki kesan baik, mencatat kota bersangkutan sebagai kota yang layak dikunjungi di kesempatan mendatang.

Dendi Ahmad Rizal Faisal (33) warga Kampung Pasir Bondol RT 06 RW 02 Desa Ciramahilir Kecamatan Maniis adalah seorang petugas kebersihan Tugu Batas Kabupaten Purwakarta yang memisahkan antara Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Cianjur.

Dirinya bekerja setiap hari untuk menjaga kebersihan tugu batas Purwakarta dan Cianjur, agar ketika Orang yang akan datang ke Purwakarta merasa nyaman ketika di wilayah perbatasan Purwakarta dan Cianjur.

Ketika ditanya soal honor yang diterima dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Purwakarta, Dendi mengucapkan rasa terimakasihnya Kepada Bupati Purwakarta. Dia pun berharap adanya bantuan mesin untuk membabat rumput agar pekerjaannya lebih maksimal.

“Selama ini saya hanya pakai parang dan sapu aja untuk bersihkan rumput,” ujarnya saat ditemui bertugas batas Purwakarta dengan Cianjur, Senin (4/5/2018).

Salah seorang warga sekitar, Iwan Ridwan, mengapresiasi Kinerja Dendi Ahmad yang menjaga kebersihan di batas Kabupaten Purwakarta.

“Dia (Dendi) kerjanya rajin sepertinya gak libur–libur kalau saya lihat. cuma saya kasihan dia cuma mengandalkan parang untuk membabat rumput, harusnya pemerintah memberikan mesin untuk membabat rumput supaya kerjanya menjadi ringan dan cepat ” ungkap Iwan. (Jn/Gin)

Most Popular

To Top