Purwakarta

Situ Buleud Purwakarta, Ruang Terbuka Publik jadi Ruang Tertutup Publik

Cidahu.com – Koordinator Advokasi Kebijakan pada Lingkar Studi Kebijakan (LiSK) Purwakarta Asep Saefudin mendesak Pemkab Purwakarta agar Situ Buleud bisa diakses setiap hari.

Seperti diketahui, selama dua tahun terakhir Pemkab Purwakarta mengeluarkan kebijakan pembatasan kunjungan ke Situ Buleud hanya pada Sabtu malam bersamaan dengan atraksi air mancur, selain itu alun-alun Kiansantang juga seakan tertutup untuk publik.

“Situ Buleud harus dibuka untuk umum setiap hari, bukan hanya hari Sabtu malam saja, namanya juga ruang terbuka publik,” ujar Asep di Taman Pahlawan, Selasa (8/6/2015).

Kalaupun pemerintah membatasi Situ Buleud karena banyak oknum warga yang sering berbuat tidak senonoh, menurutnya itu bisa diantisipasi dengan menghadirkan Satpol PP.

“Tinggal Satpol PP saja yang ngawasi pengunjung Situ Buleud. Kemudian, warga bisa mengakses Situ Buleud setiap hari, tapi jamnya dibatasi, misalkan dari pukul 05.00 pagi sampai pukul 18.00. Jadi siang hari warga bisa akses Situ Buleud dan malamnya tertutup, kecuali jika ada atraksi air mancur,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan Situ Buleud memenuhi kriteria kawasan ruang terbuka publik seperti diatur dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan,

Tata Situ Buleud pun, kata dia, tersirat dalam ketentuan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.

“Situ Buleud memenuhi kriteria ketiga aturan itu. Tapi sekarang Situ Buleud justru jadi kawasan tertutup publik. Makanya harus dikembalikan lagi pada fungsi awalnya sebagai ruang terbuka publik,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Purwakarta, Ruslan Subanda mengatakan kebijakan itu perlu dilakukan institusinya.

“Sekarang Situ Buleud hanya terbuka saat Sabtu malam saja berbarengan dengan air mancur, selain itu, kawasan Situ Buleud juga masih alam tahap renovasi penyempurnaan,” ujarnya kepada wartawan.

Semula, kawasan itu dibuka untuk umum. Namun, bersamaan dengan itu justru banyak oknum warga yang berbuat tidak senonoh di Situ Buleud. Sehingga, kata dia, Situ Buleud jadi dibatasi.

“Itu salah satu alasannya kenapa Situ Buleud dibuka khusus setiap Sabtu malam bersamaan dengan atraksi air mancur,” ujarnya.

Adapun kini, kata dia, kawasan Situ Buleud setelah dipasangi sejumlah teknologi pendukung atraksi air mancur, masih belum terbuka untuk publik setiap hari.

“Sekarang di Situ Buleud ada sejumlah alat pendukung atraksi air mancur yang rawan dicuri jadi untuk sementara sekarang Situ Buleud masih dibuka khusus pada Sabtu malam,” ujarnya.

Meski begitu, kata Ruslan, ke depan pihaknya akan mengembalikan kawasan Situ Buleud sesuai fungsi awalnya.

“Setelah renovasi ini selesai tentu Situ Buleud bisa lagi diakses setiap saat, tentunya dengan ada pengawasan ketat dari Satpol PP agar warga tidak berbuat hal aneh-aneh disana, bahwa Situ Buleud sebagai kawasan ruang terbuka publik, bukan untuk hal aneh-aneh. Targetnya tahun depan bisa selesai,” tukasnya.

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top