Purwakarta

Sampurasun jadi Campur Racun, FPI Purwakarta “Ogah Minta Maaf”

FPI Purwakarta

Cidahu.com – Terkait ucapan sampuran menjadi campuracun, sikap yang sama (ogah minta maaf) dengan pernyataan Ketua DPD FPI Jawa Barat, ditunjukan oleh Sekum DPW FPI Purwakarta, Dadang S, pihaknya menyatakan agar semua pihak bisa objektif mengenai permasalahan ini.

“Sikap kita sama dengan sikap DPP FPI dan DPD FPI Jabar, saran kami, kepada saudara-saudara sesama orang sunda mari bertabayun, kami siap untuk menjelaskan peristiwa yang sebenarnya, dilengkapi dengan data-data yang diperlukan, jaga persaudaraan dan waspada akan perusakan aqidah, Allahu Akbar,” kata Ust. Dadang kepada Cidahu News, melalui sambungan selulernya, Jumat (27/11/2015).

Menurutnya, untuk masalah sampurasun dan campuracun, semua pihak diminta obyektif dan tidak keluar dari kontek yang sebenarnya, juga tidak diplesetkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi dan memperkeruh suasana.

“Silahkan buka rekaman aslinya yang berdurasi satu jam lebih, jangan yang dijadikan dalil dari rekaman yang diduga telah direkayasa dan diarahkan yang durasinya hanya 43 detik,” tegasnya.

Pihaknya menghimbau kepada saudara-saudara sesama orang sunda, bahwa Habib Rizieq tidak bermaksud menghina atau pun melecehkan orang sunda.

“Ingatlah, kami juga orang sunda yang cinta pada budaya sunda, tapi, kita harus menempatkan secara proporsional mana adat dan mana syariat dan juga substansi isi ceramah adalah masalah akidah bukan masalah bahasa sunda itu atau adat sunda,” ungkap Dadang.

Sementara itu, diketahui, Asep Muhammad Nazar (35), warga Pasar Rebo Kelurahan Sindang Kasih Kecamatan Purwakarta, yang juga jemaah pengajian Manhajus Solihin pimpinan KH. Syahid Joban, mengaku sebagai pengunggah pertama video ceramah Pimpinan FPI, Habib Riziq Shihab di Purwakarta pada 13 November 2015 lalu. Ia mengunggah video itu di jejaring sosial You Tube kemudian ia sebar lagi di akun medsos miliknya.

“Saya pengunggah pertama video itu. Ada dua video, ceramah Habib Rizieq berdurasi 1.43 detik dan satu lagi potongan video Habib Rizieq (yang berisi ucapan sampurasun jadi campur racun) yang berdurasi 42 detik,” ujar Asep, melalui ponselnya, Jumat (27/11/2015).

Dia menyayangkan banyak pihak yang mengambil videonya tersebut, kemudian disebarkan kembali sehingga menimbulkan polemik seperti yang terjadi saat ini antara Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan Habib Rizieq.

“Saya memotong video itu bukan masuk untuk provokasi, tapi untuk memudahkan jemaah lain yang tidak datang ke ceramah tentang poin apa saja yang disampaikan Habib Rizieq, soalnya kan itu ceramahnya tanggal 13 November dan saya unggah pada 14 November,” ujar dia.

Ia menegaskan video itu juga diunggah agar semua masyarakat mengetahui ceramah kritikan Habib Rizieq terhadap sepak terjang Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

“Saya hadir di ceramah itu dan duduk paling depan dan merekam ceramah video Habib Rizieq sebagai bagian dari syiar agama, bahwa di Purwakarta Dedi menjalankan kemusyrikan di Purwakarta,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara geram dengan sikap Pimpinan FPI yang memplesetkan kata sampurasun jadi campuracun. Tak hanya mengecam, Dadan bahkan menyatakan sikap, siap angkat Kujang jika diperlukan. Pasalnya, yang dilecehkan bukan lagi menyangkut personal tapi harga diri warga dan budaya sunda secara keseluruhan.

“Secara pribadi, sebagai warga sunda jelas saya sangat menyesalkan dan mengecam sikap pelecehan ini. Ini sudah tidak bisa ditolerir. Kalau perlu saya siap angkat Kujang,” lantang Dadan dengan suara tinggi, belum lama ini.

Pihaknya juga mendukung langkah sejumlah pihak yang telah membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Kata dia, sikap tegas diperlukan agar kedepan tak lagi terulang kejadian serupa. “Jika dibiarkan, ini berbahaya bagi persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Kalau perlu, lanjut Dadan, polisi juga harus mengusut kasus tersebut secara tuntas. Apalagi, muncul informasi bahwa istilah campuracun ini pertama kali muncul dari tokoh agama lokal di Purwakarta sesaat sebelum Habib Rizieq Syihab naik panggung. “Bisa saja, Rizieq berkata demikian karena sebelum naik panggung ‘dikipasin’ orang. Ini juga harus diungkap,” tandasnya.

Diketahui, pentolan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) atas nama Denda Alamsyah melaporkan Ketua Umum FPI , Habib Rizieq Syihab ke Polda Jawa Barat atas tuduhan pelecehan, Selasa (25/11/2015). Pelaporan terkait dugaan plesetan Habib Rizieq saat berdakwah di Purwakarta pertengahan November lalu. Kala itu, dia menyebut salam sunda sampurasun dengan kata campuracun. Belakangan rekaman vidoe ceramah tersebut juga banyak beredar di situs jejaring sosial. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top