Politik

Kader Persoalkan Dana Partai

Kader Persoalkan Dana Partai

Cidahu.com – Transparansi penggunaan dana Bantuan Partai Politik disoal kader. Pasalnya, baik pemerintah daerah, dalam hal ini DPKAD dan Kesbangpol maupun para petinggi partai seolah menutup-nutupi anggaran yang dialokasikan untuk pembinaan kader partai tersebut.

“Padahal pengunaan dana pembinaan parpol, sekitar 60 persen nantinya haruslah dialokasikan untuk pendidikan politik dan suprastruktur penunjang lainnya,” kata salah satu Kader Partai Golkar Purwakarta, Sapei, kepada Cidahu News, Senin (30/11/2015).

Menurutnya, masalah dana bantuan Partai Politik yang berasal dari pemerintah daerah, pihaknya selaku warga masyarakat dan sekaligus kader Partai Golkar Purwakarta sangat menyayangkan, karena selama ini alokasi dana Partai Golkar tidak jelas dan tidak tepat sasaran, padahal Partai Golkar adalah partai yang perolehan suaranya paling banyak dan otomatis perolehan dana bantuannya paling besar.

“Idealnya, penggunaan 60 persen dana bantuan keuangan parpol untuk pendidikan politik itu harus tertuang dalam sebuah dokumen rencana penggunaan anggaran yang disusun oleh parpol,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Pria yang biasa disapa Kang Pei itu, pada aturan yang tertuang dalam Permendagri Nomor 26 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Mendagri Nomor 24 Tahun 2009 tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan, Penganggaran Dalam APBD, Pengajuan, Penyaluran, dan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan Partai Politik.

“Yaitu mengharuskan laporan keuangan bantuan partai politik diperiksa atau diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” imbuhnya.

Untuk diketahui, bantuan dana parpol pada tahun 2014, sesuai Surat Keputusan Bupati Purwakarta Nomor 210/Kep.776-Kesbangpol/2014 Tentang Besaran Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik, sedikitnya Rp. 1.188.649.859 diberikan kepada Sembilan partai politik di Purwakarta berdasarkan perolehan suara Pemilu 2014 sebanyak 450.078 suara.

Untuk dana pembinaan parpol yang terbesar ditetapkan diberikan kepada Partai Golkar, dengan perolehan suara pada Pileg 2014 sebanyak 93.638 partai berlambang pohon Beringin itu mendapatkan dana pembinaan untuk satu tahun kedepan sebesar Rp. 247.297.958 urutan berikutnya PDIP, Partai Gerindra, PKB, Partai Hanura, Partai Nasdem, PPP, Partai Demokrat dan PAN.

Hitungan dana pembinaan tersebut berdasarkan Diktum Keenam yaitu, perkalian jumlah suara yang diperoleh dengan Rp. 2.641 persuara. PDIP perolehan suara 79.884 nilai dana pembinaan Rp. 210.973.644. Partai Gerindra perolehan suara 58.421 nilai dana pembinaan Rp. 154.289.861, PKB perolehan suara 43.456 nilai dana pembinaan Rp. 114.767.299.

Sementara untuk Partai Hanura dengan perolehan suara 40.252 nilai dana pembinaan Rp. 106.305.532, Partai Nasdem perolehan suara 35.789 nilai dana pembinaan Rp. 94.518.749, PPP perolehan suara 35.142 nilai dana pembinaan Rp. 92.810.022, Partai Demokrat perolehan suara 35.075 nilai dana pembinaan Rp. 92.627.793 dan PAN perolehan suara 28.432 nilai dana pembinaan Rp. 75.088.912. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top