Peristiwa

Polisi Tetapkan Sopir Truk Maut Sebagai Tersangka

Cidahu.com – Polisi tetapkan pengemudi truk maut yang menewaskan Empat orang pengendara sepeda motor sebagai tersangka. KS (30), sopir truk pengakut batu split Nopol B 9265 KX yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Cijantung Kecamatan Sukatani itu dianggap lalai karena kurang mengatisifasi kelayakan kendaraannya.

Akibatnya, truk yang dikendarainya lolos rem pada Minggu (1/11) sekitar pukul17.30 WIB dan menewaskan empat orang pengendara motor. Korban masing-masing pasangan suami istri.

“Ya, supir truk saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah kami tahan. Kendaraannya menjadi penyebab utama kecelakaan beruntun tersebut. Tersangka berinisial SK sebagai sopir lalai yang menakibatkan kecelakaan,” ujar Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Azis Sarifudin, kepada Cidahu News, Senin (2/11/2015).

Ditanya soal faktor truk yang kelebihan muatan yang bisa menjadi salah satu penyebab truk tersebut mengalami lolos rem saat berada di jalan menurun, Azis tidak menampik. Pihaknya pun membantah adanya pembiaran menyusul jalur tersebut memang menjadi satu-satunya yang diamfaatkan ribuan truk pengkut hasil tambang batu dari sejumlah perusahaan tambang batu atau galian C di Kecamatan Plered dan Sukatani.

Azis mengklaiam pihaknya dari kepolisian sudah berulang kali melayangkan surat imbauan kepada perusahan-perusahaan tambang batu andesit yang ada di bagian selatan Purwakarta itu. Agar truk-truk pengkut hasil tambang dari galian C itu tidak melebihi tonase. Namun faktanya terbalik, rata-rata truk-truk tersebut melenihi tonase.

“Kalau untuk menindak persoalan adanya truk kelebihan muatan itu bukan hanya kewenangan pihak kepolisian saja, tapi juga lembaga lainnya seperti Dinas Perhubungan. Kalau ada koordinasi atau permintaan dari Dinas Perhubungan kami dari kepolisian siap melakukan penindakan. Jadi bukan kami membiarkan adanya truk yang kelebihan muatan,” tutur dia.

Dia berdalih, selain persoalan kendaraan yang melebihi tonase, kecelakaan juga disrbabkab beberapa faktor lain. Seperti diantaranya tidak ada trotoar, minimnya lampu penerangan jalan dan juga kondisi jalan yang buruk. Serta medan jalan yang memang cukup ekstrim. Seperti jalan Jalan Raya Cijantung yang terkenal rawan kecelakaan.

“Kondisi jalan di lokasi tersebut selain menurun juga berbelok-belok. Ini menjadi bahan pertimbangan kami, selain truk yang melebihi tonase,” tuturnya.

Seperti diketahui kecelakaan truk pengkut hasil tambang dari galian C di jalan utama yang menghubungkan Purwakarta-Bandung tersebut bukan kali pertama terjadi. Penyebabnya rata-rata truk mengalami lolos rem. Seperti yang terjadi pada Minggu (1/11/2015) lalu tersebut.

Perstiwa ini bermula saat truk menkut batu split melaju dari arah Bandung menuju Purwakarta. Setibanya di jalan menurun di Jalan Raya Cijantung, truk tersebut hilang kendali dan menabrak belakang truk boks yang ada di depanya hingga terbalik. Tidak sampai disitu truk penkut batu split itu terus melaju dan menabrak sedikitnya empat sepedah motor yang juga ada di depanya.

Dari beberapa sepeda motor tersebut tiga diatanranya masuk keparit bersama truk yang mengalami lolos rem itu. Satu pengendara dari tiga sepedah motor berhasil selamat, sementara dua sepedah motor tang masing-masing ditimpangi pasangan suami istri lasung terjepit truk di bawah parit. Ke empat korban penumpang sepedah motor tersebut tewas mengenaskan di lokasi kejadian.

Korban masing-masing bernama Surya Deni (27) dan istrinya Dede Ucu Rosidah (21) warga Kampung/ Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Kenudian Wawan Gunawan ,51, dan istrinya Aning Nur Aenah ,55, warga Perum Pagadungan Desa Purwasari, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Kedua jasad korban suami istri asal Purwakarta yang terjepit truk berhasil dievakasi lebih dulu dan jasadnya di larikan ke RSUD Bayu Asih, Purwakarta. Sementara proses evaluasi jasad pasangan suami istri asal Karawang cukup memakan waktu lama.

Petugas dibantu warga setempat kesulitan karena keduanya tepat berada di bawah badan truk dengan tiga kendaraan motor. Jasad korban berhasil dievakasi empat jam kemudian sekitar pukul 22.00 WIB. Proses evaluasi jasad korban dilakukan dengan mengeruk hampir seluruh bahu jalan raya dengan bantuan alat berat. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top