Politik

Purwakarta Masih Minim Pendidikan Politik Warga

Purwakarta Masih Minim Pendidikan Politik Warga

Cidahu.com – Secara objektif tanpa embel-embel kampanye, baik yang dilakukan oleh parpol maupun intansi terkait, pendidikan politik bagi warga, khususnya kaum muda dan pemilih pemula di Kabupaten Purwakarta dianggap masih minim, bahkan kaderisasi pada beberapa parpol ditenggarai terkesan mandeg.

Terkait hal diatas, Direktur Eksekutif Institute of Democracy and Education (IDE), Gugun Gumilar, memandang perlunya menginisiasi untuk mengadakan edukasi politik kepada warga negara (political citizenship education), khususnya dikalangan kaum pemuda dan pemilih pemula.

Gugun Gumilar

Gugun Gumilar

“Kami melihat trend dewasa ini, kebanyakan anak pemuda antipati terhadap politik dan pemerintah, hal ini terjadi akibat dari kegaduhan antar pemimpin bangsa baik di legislatif maupun di eksekutif,” kata Tokoh Muda dari Desa Selaawi Pasawahan itu kepada Cidahu News, Selasa (17/11/2015).

Ditemui disela-sela kesibukannya sebagai Staf Ahli Ketua DPD RI itu, menambahkan, NGO IDE ingin lebih menekankan edukasi bahwa MPR, DPD, DPR dan DPRD itu adalah milik rakyat, dan rakyat berhak untuk datang, dialog, diskusi dengan para wakil rakyat yang sudah dipilih oleh rakyat.

“Mereka akan berbagi diskusi dan masalah kebangsaan khususnya para pemuda baik di sekolah atau di kampus,” tuturnya.

Gugun berharap, hasil dari pendidikan politik bagi warga nantinya bisa mencapai education citizenship terhadap kaum intelektual muda dengan para wakil rakyat, youth engagement dalam politik dengan lembaga tinggi negara.

“Selanjutnya, bisa menjangkau youth participantion dalam public policy making oleh para wakil rakyat, dan warga (kaum muda) lebih mengetahui tugas dan wewenang wakil rakyat di MPR, DPD, DPR dan DPRD agar lebih dekat dengan rakyat,” bebernya.

Selain itu, S2 jebolan Amerika Serikat itu juga menambahkan, tentu nantinya hasil rekomendasi diskusi akan menjadi bahan diskusi di kampus dan sekolah, ini untuk lebih meningkatkan kesadaran berpolitik (political warness) dikalangan pemuda dan rakyat.

“Hal-hal lainnya yang bisa dicapai dengan pendidikan politik warga adalah, warga juga bisa mengetahui proses legislasi antara eksekutif dan legislatif, dan kemungkinan mengurangi demo di jalan yang mengakibatkan gangguan ketertiban umum, karena sebelumnya sudah tercapai dialog yang dinamis,” ungkapnya.

Menutup, Gugun mengatakan, tentu IDE sebagai bridge antara civil society dengan legislative institution berharap pendidikan politik bagi warga dapat menjadi low cost dan high impact buat masyarakat. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top