Jawa Barat

UMK Jabar 2016 : Upah Buruh Garmen Purwakarta Hanya Naik 11,5 Persen

Buruh Garmen Purwakarta

Cidahu.com – Buruh apresiasi Keputusan Bupati Purwakarta Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan KJU. Hanya saja pada kelompok upah khusus garmen, boneka, topi dan alas kaki yang hanya sebesar Rp 2. 352.650, upah tersebut dianggap memberatkan buruh yang bekerja di sektor tersebut.

“Terlalu kecil kenaikannya ini bisa memicu reaksi keras dari para buruh, karena kenaikannya hanya 11,5 persen,” ujar Ade Supyani, pengurus FSPMI Purwakarta, Jum’at (20/11/2015).

Sebut saja garmen, lanjutnya, tahun 2015 upah pekerjanya yg sudah lima tahun ditetapkan oleh bupati sebesar Rp 2.310.000. Berarti kenaikan upahnya hanya 42.560. Hanya naik 11,5 persen. Kami yakin ini sangat memberatkan buruh dan menciderai keadilan buruh garment.

“Pabrik Garmen Dada 2015 upahnya 2.350.000, masa tahun depan kenaikannya hanya 2000 rupiah,” tambahnya.

Belum lagi kelompok industri alaskaki. Tahun 2013 ada di kelompok KJU II kemudian tahun 2014 turun ke KJU I. Kemudian tahun 2015 turun masuk ke kelompok UMK. Dan tahun ini jika benar masuk ke kelompok khusus tersebut berarti, diturunkan kembali secara kelompok dan secara angkanya juga. Karena tahun sebelumya upahnya sudah Rp 2.626.000.

“Masa sekarang mau diturunkan lagi upahnya ke angka 2.352.000, ini sama saja meng anak tirikan para buruhnya,” terang Ade.

Terlebih kami telah meminta khusus untuk perusahan Outdoor Footwear Networks (OFN) Perusahaan industri yang bergerak di bidang alas kaki atau sepatu, produknya 100 persen ekspor. Bahkan harga jual sepatunya mencapai jutaan rupiah. “Mereka membuat sepatu dengan harga jual antara 2-8 juta, seharusnya mereka masuk di KJU karena produksinya di ekspor dengan harga yang tinggi,” tambahnya.

Mereka seharusnya dimasukan ke kelompok KJU. Karena pengusahanya pun siap memberikan upah berapapun asal ditetapkan oleh pemerintah. “Sayangkan jika ada perusahaan yang mampu dan bersedia memberikan kesejahteraan untuk buruh, malah tidak bisa dilakukan karena keputusan pemerintah menetapkan upah yang kecil,” sindirnya.

Buruh berharap Bupati Purwakarta dapat meninjau ulang keputusan UMK khusus tersebut, diantaranya, kelompok upah khusus tersebut harus ada kelompok industri pabrik sepatu/ alas kaki bisa masuk kju 1 terutama PT. OFN. Upah kelompok garmen, boneka, topi, dan pakaian kulit upahnya tidak lebih rendah dari Rp 2.626.000 (UMK tahun 2015).

“Kami yakin Pak Bupati bisa melakukan perbaikan rekomendasi untuk yang disebutkan di atas demi buruh purwakarta yang lebih baik,” pungkasnya. (CN-01).

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top