Jawa Barat

Petani KJA Cirata Kurangi Pasokan Benih Ikan

Petani KJA Cirata Kurangi Pasokan Benih Ikan

Cidahu.com – Menghadapi musim penghujan kali ini, dengan terpaksa para petani Kolam Jaring Apung (KJA) Waduk Cirata mengurangi pasokan benih ikan. Mereka khawatir, benih yang ditanam banyak yang mati karena debit air waduk meningkat pada musim hujan.

“Tiap musim penghujan debit air kolam di Waduk Cirata mengalami kenaikan. Hal ini bisa menimbulkan tingkat kematian benih ikan mas,nila dan mujair sangat besar,” kata H. Yayan (35) salah seorang petani KJA di Kampung Pasir Kawung Desa Tegal Datar, Maniis kepada Cidahu News, Minggu (22/11/2015).

Pihaknya sengaja mengurangi pasokan benih ikan dikarnakan musim hujan, karena sebelumnya juga akibat musim hujan, Yayan merugi cukup besar.

“Tahun kemarin saya merugi sampai Rp100 juta karena dulu salah perhitungan pas musim hujan saya masih memasok ikan makanya sekarang dikurangi pasokan ikan,” ungkapnya.

Menurutnya, dari 9 unit KJA atau 36 petak yang dia miliki tidak diisi dengan benih kerena air waduk dimusim hujan sangat dingin.

“Musim hujan air waduk sangat dingin, jangankan di kolam jaring apung di empang biasa juga ikan pasti mati kalau kena air hujan,” tuturnya.

Semetara itu, Bandar Ikan, H. Ade Sanim (26) mengaku, imbas dari kurangnya pasokan ikan dari KJA Cirata, omset usahanya menurun drastis. “Tiap bulan, biasanya saya memasok sekitar 5 ton ikan baby fish (bayi ikan) ikan nila dan mas, namun skarang turun jadi 1 ton,” keluhnya.

Selain itu, lanjut Ade, harga ikan juga menjadi turun dari Rp35.000 jadi Rp20.000 perkilo untuk benih ikan.

“Makanya petani yang di kampung-kampung sekarang banyak yang ngeluh, karena penurunan hasil produksi kolam, harga ikan yang siap dijual kepasaran harganya naik jadi Rp.18.000 dari biasanya Rp15.000 perkilo,” pungkasnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top