Nasional

Dedi Mulyadi Serukan Kesadaran Konstitusi pada Ribuan Pelajar

Cidahu.com – Usai menyampaikan gagasannya dalam ajang 1 ASEAN Entrepreneurship Summit 2015, di Conference Hall Building Kuala Lumpur, Malaysia akhir pekan sebelumnya.

Kini, Selasa (24/11/2015) di Ruang Sidang Nusantara V DPD RI, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menyampaikan gagasannya tentang sadar konstitusi dihadapan ribuan pelajar dari seluruh Indonesia dalam acara Parliamentary Students Summit 2015.

Dari rilis yang diterima Cidahu News, acara yang diprakarsai The Institute of Democracy and Education (IDE) itu dalam rangka menjaga stabilitas politik dan pemerintah yang dalam kurun waktu belakangan ini, ditenggarai sedang “kisruh” antara legislatif dan eksekutif. Kang Dedi hadir untuk memberikan ruang diskusi antara civil society dan wakil rakyat.

Dalam pidatonya, Kang Dedi mengatakan, kita menjadi bangsa yang impor karena bangsa kita pendidkannya tidak mengajarkan kepada rasa cinta terhadap lingkungan.

“Sampai berapa lama Indonesia harus mensubsidi jika kedepan Indonesia mengalami kebangkrutan. Kenapa krisis 98 yang telah diprediksi tetapi tidak terbukti, karena ada basis pada ekonomi kerakyatan. Indonesia itu harus dirubah dari reformasi dadakan menjadi konstuksi konstitusional,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan yang terjadi bukanlah problem perubahan pemikiran. Selama ini yang terjadi hanyalah revolusi politik. Orang indonesia itu aneh karena proses berpikirnya sudah tidak sejalan dengan kebudayaan.

“Problem indonesia adalah meninggalkan mistik menuju masyarakat modern tapi tidak konstruktif. Sudah semestinya indonesia itu sudah harus sadar akan konstitusi,” tuturnya.

Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua DPD RI Irman Gusman yang didampingi anggota DPD RI Sulistyo sekaligus Ketua Umum PGRI, dan Anggota DPD RI Oni Sumarwan.

Dalam pemaparannya, Irman Gusman mengatakan, kita harus punya keyakinan bahwa masa depan Indonesia akan lebih baik lagi. Dia setuju masa depan ekonomi Indonesia ada di tangan para pengusaha.

“Pengusaha itu adalah orang yang jujur yang amanah yang punya karakter yanga baik yang sellalu bekerja keras. Rasullullah juga adalah seorang pengusaha 9 dari 10 sahabat adalah seorang pengusaha,” katanya.

Menurutnya, DPD tidak berafilisasi dengan partai politik. DPD itu dipilih beradasarkan jumlah provinsi di Indonesia. DPD mewakili adat, suku bangsa, dan lain-lain. DPD dan DPR menjadi anggota MPR RI.

“Dengan adanya DPD RI ini maka diharapkan aspirasi rakyat di Indonesia itu dapat terakomodasi dan diperjuangkan. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang luar biasa. Jadi Indonesia ini adalah negara yang plural. Kita adalah satu yaitu Indonesia Raya,” tegasnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top