Purwakarta

Gelar Dialog, IDE Hadirkan Ustad dari Amerika

Gelar Dialog, IDE Hadirkan Ustad dari Amerika

Cidahu.com – Bertemakan Islam Nusantara dalam kemasan dialog International Islamic Conference 2015, Institute of Democracy and Education (IDE) hadirkan seorang Ustad dari negeri Paman Sam sebagai nara sumber.

Acara yang digelar di Pendopo Pemkab Purwakarta, belum lama ini bertujuan untuk membangun peradaban dan pemahaman Islam di Nusantara dan di Amerika, di acara tersebut hadir pula Bupati Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi sebagai pembicara.

“Peran penting untuk mewujudkan Islam yang damai dan toleran dalam suatu bangsa tak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan harus didukung semua komponen masyarakat, termasuk pemuka agama, organisasi kemasyarakatan Islam dan civil society,” tulis Direktur Eksekutif IDE Gugun Gumilar dalam rilisnya, Rabu (2/12/2015).

Menurutnya, Islam sebagai agama mayoritas di negeri ini, tentu memiliki saham mayoritas dan berperan besar atas nasib dan arah perjalanan bangsa. Oleh sebab itu, sekali lagi, peran pemuka agama tentu tidaklah remeh-temeh, melainkan memiliki peran strategis dan vital.

“Setidaknya ada dua kata kunci dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut dalam acara International Islamic Conference 2015 yakni persatuan dan harmoni. Persatuan akan menjadi modal besar untuk bergandeng-tangan serta bahu-membahu menghadapi persoalan dan tantangan yang dihadapi bangsa tercinta ini dan termasuk menjaga citra Islam di dunia,” beber Gugun.

Selain itu, tambah Gugun, tanpa persatuan, cita-cita mewujudkan para pendiri bangsa hanya akan menjadi isapan jempol. Oleh sebab itu, pihaknya mengundang Imam Bashar Arafat dan Dedi Mulyadi. “Mari kita tinggalkan sekat primordial dan sentimen golongan untuk bergandeng-tangan dan bekerja keras menatap masa depan ke arah yang lebih maju,” imbuhnya.

Sementara itu, persoalan harmoni juga tak kalah penting, sebab tanpa adanya harmoni, niscaya setiap rencana dan cita-cita akan sulit diimplementasikan. Konflik dan pergolakan harus diakui akan menghambat pembangunan, oleh sebab itu, mau tidak mau, kita harus dewasa dalam melihat perbedaan dan secara bersamaan serius menjaga harmoni meski pandangan politik berseberangan.

“Karena harmoni akan mengantarkan kita pada kesejukan, memudahkan turunnya berkah Allah SWT serta memudahkan mengkonsolidasikan modal kita untuk bekerja keras membangun bangsa dan negara. Itu sebabnya, saya mengajak pada para tokoh agama dan Ormas Islam, mari bersama-sama menciptakan harmoni agar memudahkan langkah kita agar Islam mampu menciptakan Rahmatan Lil Alamin,” demikian disampaikan Gugun. (CN-01).

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top