Nasional

NGO IDE Gelar Malam Budaya Palestina

NGO IDE Gelar Malam Budaya Palestina

Cidahu.com – The Insitute of Democracy and Education (IDE) sebagai salah satu lembaga Non Goverment Organization yang bergerak di bidang demokrasi, pendidikan, keagamaan, sosial, dan budaya kembali menyelenggarakan kegiatan bertaraf Internasional.

Hari ini Selasa 15 Desember 2015, IDE melaksanakan kegiatan malam budaya Palestina bertajuk Palestinian Culture Night with ASAYEL FOLKLORE TROUPE. Acara ini dilaksanakan di Balai Sarbini pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015 pukul 18.00 WIB dihadiri oleh 1000 orang pesera seluruh Indonesia. Terdapat dua kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu nonton bersama film Palestina dan pagelaran budaya Palestina, meliputi tarian dan nyanyian.

Acara ini akan dihadiri oleh 1.000 pengunjung yang diantaranya adalah 100 tamu VVIP dari Duta Besar Negara Negara Sahabat. Turut hadir pada hari iniWakil Presiden RI Jusuf Kalla, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Iyad Ameen Madani, Dubes Palestina Dr. Al Mehdawi, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. Marsudi, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, Menteri Pendidikan, Duta Besar Negara Negara OKI.

“Malam fesival budaya Palestina bertujuan untuk memperkenal keragaman budaya Palestina kepada dunia. Budaya palestina merupakan salah satu budaya tertua di dunia yang harus dijaga. Festival budaya palestina memanfaatkan aspek kebudayaan untuk memperjuangkan kepentingan nasional Palestina dalam percaturan masyarakat internasional. Kebudayaan Palestina juga merupakan sebagai alat untuk memperlihatkan tingkat peradaban suatu bangsa. Ini suatu teknik pemanfaatan dimensi kekayaan dalam percaturan hubungan antar bangsa,” tulis Gugun Gumilar, Eksekutif Direktur The Insitute of Democracy and Education (IDE), dalam rilisnya kepada Cidahu News.

Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Iyad Ameen Madani mengatakan, dalam garis diplomasi kebudayaan Palestina harus dibedakan dari pemanfaatan kebudayaan di luar kerangka politik luar negeri, misalnya untuk kepentingan pariwisata Palestina.

“Diplomasi kebudayaan Palestina harus melibatkan kekuatan dan kewibawaan politik, ekonomi, dan militer, dan semua itu dimiliki oleh Negara Palestina. Diplomasi kebudayaan Palestina tidak hanya berurusan dengan perkara politik, khususnya politik luar negeri, tetapi juga berkaitan dengan bidang lain seperti pariwisata dan perdagangan ekspor,” kata Iyad.

Acara ini terselenggara atas kerjasama The Insitute of Democracy and Education (IDE) dengan pihak kedutaan besar Palestina dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jakarta. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top