Purwakarta

Sungai Cisadang Meluap, Puluhan Hektar Sawah di Plered Purwakarta Terancam Gagal Tanam

Sungai Cisadang Meluap, Puluhan Hektar Sawah di Plered Purwakarta Terancam Gagal Tanam

Cidahu.com – Intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini, ditambah pendangkalan pada saluran irigasi Cisadang. Mengakibatkan bibit padi yang baru “ditandur” pada puluhan hektar sawah warga Desa Cibogohilir dan Cibogogirang Kecamatan Plered terendam air dan terancam gagal tanam.

“Selama ini, belum ada perbaikan dari pihak terkait, sungai Cisadang yang dangkal menjadi penyebab utama terendamnya puluhan hektar sawah milik warga yang baru ditanami. Hal ini menjadi pemandangan rutin ketika musim hujan tiba,” kata Enur (56) salah seorang Petani setempat, kepada wartawan, Rabu (6/1/2016).

Menurutnya, asaluran irigasi yang tak kunjung diperbaiki, mengakibatkan air merendam sawahnya. Air kiriman dari Desa Gandasoli yang cukup besar dan sungai Cisadang yang rusak dan dangkal mengakibatkan air hujan meluap kesejumlah sawah milik warga.

“Kalau hujan terus datang air kiriman dari desa sebelah pasti langsung masuk ke semua area persawahan milik kami dan sawah baru tanam kalau direndam seperti ini pasti busuk dan gagal tanam,” imbuhnya.

Dia mengeluhkan tidak ada tindakan dari pemerintah setempat untuk memperbaiki saluran irigasi tersebut, mereka seakan menutup mata dengan terjadinya banjir yang sudah menjadi pemandangan rutin tiap musim hujan datang.

“Tolonglah untuk pemerintah agar segera turun tangan dan mencarikan solusi untuk kami, kalau dibiarkan seperti ini, kami terancam gagal tanam, mau makan apa kami nanti?” keluhnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Cibogohilir, Abad Badrudin menjelaskan, kurangnya rasa gotong-royong antar petani dan tidak adanya rasa memiliki menjadi penyebab terjadi banjir diwilayahnya.

“Mereka seharusnya merawat saluran air jangan dibiarkan dangkal dan sampah berserakan, itulah kurangnya rasa memiliki, wajar saja sawahnya terendam banjir,” kata Kades.

Dia menambahkan, dangkalnya sungai Cisadang serta menyempitnya saluran air diakibatkan ulah para petani nakal yang terus mengikis lahan sungai. Namun, kedepan pihaknya akan memanggil para petani dan akan berkoodinasi dengan pemerintah Desa Cibogogirang untuk memperbaik sungai Cisadang.

“Dulu sungai Cisadang itu besar dan dalam, karena adanya ulah petani yang nakal mengikis lahan tersebut menjadi penyebab banjir dan air meluber. Kedepan kita pasti perbaiki sungai dan mohon kerjasamanya untuk para petani agar mau membantu membenahi saluran air tersebut,” pungkasnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top