Purwakarta

Program Sanitasi Pasir Munjul “Hanyut” di Sungai Cibinbin

Program Sanitasi Pasir Munjul "Hanyut" di Sungai Cibinbin

Cidahu.com – Masih ingat program sanitasi di Desa Pasir Munjul? Belum lama ini, sumur bor bantuan dari pemerintah yang dibangun dibantaran sungai Cibinbin itu, hancur diterjang air, Rabu (6/1/2016) malam lalu. Padahal sumur tersebut pengerjaannya baru selesai pekan lalu.

Atas kejadian tersebut, puluhan warga Kampung Randiah RT11 RW04 Desa Pasir Munjul Kecamatan Sukatani kesal, pasalnya Satu dari Empat titik proyek pembangunan sumur pengeboran air sanitasi untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) yang berasal dari bantuan dari pemerintah dengan nilai Rp1 miliar itu rusak dan terbawa arus air sungai Cibinbin.

Menurut warga setempat, Engkus (37) penempatan sumur yang ceroboh karena berada dibibir sungai hingga terbawa arus sungai, warga merasa dibohongi pemborong pembuatan sumur. Mereka menduga sumur tersebut untuk keperluan siswa dan guru SDN 2 Pasir Munjul.

“Saya tidak tahu, jika MCK itu untuk masyarakat, saya kira untuk sekolah, yang ketahui itu bantuan Bupati untuk keperluan untuk sekolah, ternyata bisa untuk masyarakat juga, tau begitu, saya sarankan agar sumur dibuat dihalaman rumah saya,” katanya kepada wartawan.

Engkus mengagap, pihak pemborong ceroboh dalam pengeboran sumur serta tidak adanya musyawarah dengan warga sekitar, akibatnya, sumur belum genap satu minggu sudah tergerus air sungai.

“Anak kecil juga tau, itu pasti terbawa arus kalau air datang, malah dipasang disituh, apalagi warga disini tidak dikasih tau itu untuk keperluan apa,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua RT setempat, Ipin (35) menjelaskan, pengeboran sumur tersebut tanpa musyawarah dengan pemerintah desa dan warga. “Saya selaku RT dan masyarakat menyesalkan tempat pengeboran tersebut, karena mubajir ditambah lokasinya sumur berada dibibir sungai, ya pasti terbawa arus. Sekarang kalau sudah seperti ini siapa yang tanggung jawab,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN 2 Pasir Munjul, Suwidi menyayangkan pembangunan MCK bantuan pemerintah tersebut, selain pembangunannya diduga tidak sesuai RAB, pembuatan sumur juga dinilai asal-asalan. “Kalau dihitung-hitung nilainya tidak sesuai dengan anggaran pembuatan MCK,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Pasir Munjul M. Hilman Nurzaman merasa keberatan dengan penempatan lokasi pengeboran air sanitasi MCK tersebut yang berada persis di kali Cibinbin, bahkan pihaknya akan melayangkan surat permintaan pertanggungjawaban kepada pihak terkait.

“Bukan hanya warga, saya pun menyayangkan lokasi yang dijadikan sumur tersebut, bukan tanpa alasan sumur tersebut berada dibibir sungai ketika air pasang pasti terbawa arus, umurnyapun tidak akan bertahan lama. Untuk itu, kita layangkan surat yang harus ditanda tangani pihak terkait, sehingga mereka harus bertanggung jawab ketika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” ujar Kades. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top