Jawa Barat

Intervensi DPW PAN Jabar “Hancurkan” PAN Purwakarta

Salim S Badjeber

Cidahu.com – Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai Daerah (MPPD) DPD PAN Purwakarta, Salim S Badjeber menganggap intervensi DPW PAN Jabar yang berlebihan terhadap suksesi di tubuh DPD PAN Purwakarta bisa mengakibatkan partai berlambang Matahari itu hancur berantakan.

“Ada AD/ART partai yang dilanggar, akibatnya patal, idealnya Musda sebagai keputusan tertinggi partai ditingkat kabupaten, jika dilakukan sebagaimana mestinya, bisa menghasilkan figur pemersatu partai, bukan malah memporakporandakan soliditas partai,” ujarnya kepada Cidahu News, ditemui di kediaman di Jalan Kamboja, Nagri Tengah, Selasa (12/1/2016)

Menurut Politisi Senior PAN Purwakarta, yang sudah mengikuti tiga kali Musda di PAN Purwakarta itu, subtansi dari musyawarah adalah mencapai kemufakatan yang dihasilkan dari keputusan bersama untuk kepentingan bersama. Jika ada pihak yang memaksakan kehendak seperti yang dilakukan oleh DPW PAN Jabar, apakah bisa disebut musyawarah, sementara mayoritas struktur partai baik di kecamatan maupun desa, tidak bersepakat.

“Sayang di Musda ke-IV kemarin saya tidak diundang oleh panitia, tapi bukan itu persoalannya, sebagai kader yang dari awal membangun PAN Purwakarta, saya merasa prihatin dengan apa yang terjadi hari ini, PAN Purwakarta semakin tidak menentu,” ungkapnya.

Tokoh yang tercatat sebagai Sekretaris MPPD DPD PAN Purwakarta periode 2010-2015 itu juga menganggap langkah-langkah yang dilakukan oleh 15 DPC beserta Ranting-rantingnya adalah dalam upaya mempertahankan keberadaan PAN di Purwakarta.

“Merekalah yang menegaskan keberadaan PAN di Purwakarta, meraka yang membangun dan berdarah-darah berjuang dari awal, sebenarnya sederhana, mereka hanya berkeinginan “Matahari tetap Bersinar” di Purwakarta, mereka butuh figur pemersatu, tentunya yang berasal dari proses-proses suksesi yang demokratis, bukan pemaksaan kehendak pihak tertentu, apalagi dengan dalih peraturan partai,” bebernya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPD PAN Purwakarta Demisioner, Asep Amidin terkait penetapan Agus Sundana sebagai Ketua DPD PAN Purwakarta oleh DPW PAN Jabar mengatakan, membangun partai untuk tetap solid itu tidak mudah, diperlukan kebersamaan semua unsur kader yang ada, dalam demokrasi hal-hal yang berkaitan dengan pemaksaan kehendak bisa berakibat hancurnya sebuah organisasi.

“Sikap memaksakan kehendak seperti yang dilakukan DPW PAN Jabar terhadap Purwakarta dan Bekasi, akan sangat mengganggu soliditas partai ditataran bawah,” ujar Asep melalui sambungan selulernya.

Menurutnya, dalam AD/ART maupun peraturan partai, tidak dikenal istilah formatur tunggal dalam setiap suksesi PAN disemua tingkatan.

“Keinginan atau aspirasi yang sudah disampaikan sejumlah kader baik yang berasal dari DPC-DPC maupun Ranting PAN ke DPW Jabar, hendaknya menjadi pertimbangan pimpinan pusat untuk tetap menjaga soliditas partai di akar rumput,” tutupnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top