Purwakarta

Kakek Mai, Bertahan Hidup dengan “Doran Pacul”

Kakek Mai, Bertahan Hidup dengan "Doran Pacul"

Cidahu.com – Doran Pacul (Gagang Cangkul) yang digunakan para petani, jarang mengalami kerusakan.Tapi pasangan suami istri Mai (70) dan Sumiarti (65) tetap menggantungkan hidup dari hasil berjualan gagang pacul yang terbuat dari kayu itu.

Selain hanya mengandalkan kebutuhan makan sehari-hari dari berjualan gagang pacul tersebut pasang renta warga RT14 RW05 Desa Depok Kecamatan Darangdan itu belum pernah tersentuh program bantuan rakyat miskin dari pemerintah setempat.

Sang Kakek, yang hanya tinggal berduan dengan istrinyaharus memenuhi kebutuhan sehari-hari serta untuk menghidupi sang istri dengan berjalan kaki puluhan kilometer untuk menjajakan doran cangkul barang hasil karya tanganya. Meski harganya tidak seberapa namun kakek tersebut tidak patah semangat untuk menyambung hidup.

“Saya jualan ke daerah Tegalwaru dan Plered dengan jalan kaki, berangkat dari jam 8 pagi sampai jam 11 malam,” ujar Ki Mai, kepada wartawan, Kamis (14/1/2016) lalu.

Bapak dua anak tersebut menambahkan, untuk mendapatkan beberapa liter beras , Ia harus menjual dua doran cangkul seharga Rp20. 000 serta rela menginap dikampung orang ketika barang daganganya tidak laku terjual.

“Harga satunya hanya sepuluh ribu, paling kejual dua buah saja. Itu pun harus sampai sore bahkan saya harus nginap di mesjid kampung orang,” kisahnya.

Di tempat yang sama, Sumiarti (65) sang istri menuturkan, keluarganya belum pernah tersentuh bantuan pemerintah dan dia beserta suami harus hidup tanpa lampu penerangan. Namun, berkat warga sekitar yang tak tega melihat mereka kegelapan, rela memberikan listrik untuk menerangi keduanya ketika menjelang malam.

”Alhamdulilah, hingga kini, kita belum pernah menerima bantuan apapun, baik pemerintah desa ataupun kabupaten dan hidup kita pun tanpa listrik tetapi kemarin ada warga yang mau ngasih listrik untuk kami,” ucapnya.

Dirinya merasa khawatir terhadap keselamatan suaminya yang berjualan doran cangkul keluar daerah. Tapi dia juga bersyukur dengan mengandalkan suaminya berjualan doran cangkul keluarganya bisa bertahan hidup.

“Saya sebetulnya khawatir kakek kalau gak pulang apalagi kalau nginap dikampung lain karena sering tertabkrak motor, bahkan sudah beberapa kali, tetapi kalau tidak berjualan doran cangkul kita gak bisa makan,” ujarnya cemas.

Terpisah, Sekertaris Desa Depok, Siti Diani mengatakan pihaknya belum bisa memberikan bantuan untuk keluarga miskin tersebut, pasalnya Mai beserta istri belum memberikan surat keterangan perpindahan penduduk dari kabupaten lain.

”Sampai saat ini kita belum pernah menerima surat pindah dari kakek tersebut karena dia masih berstatus warga Bandung Barat bukan warga kami, cuma kita kasih tempat tinggal ditanah milik desa,” ujarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top