Purwakarta

Lagi, ISNU Purwakarta Gelar “Pangaosan” Islam Nusantara

Lagi, ISNU Purwakarta Gelar Pangaosan Islam Nusantara

Cidahu.com – Kali kedua, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Purwakarta gelar pengajian Islam Nusantara, di Gedung Dakwah Jalan Ahmad Yani, Cipaisan, Selasa (19/1/2016).

Pengajian yang mengambil tema Islam Nusantara dari Terminologi Menuju Aksi ini, selain dihadiri unsur Muspida yang diwakili oleh Wakil Bupati Purwakarta, Dadan Koswara, Ketua MUI Purwakarta KH. Abun Bunyamin, juga mengahadirkan nara sumber dari tingkat nasional, M. Ulinnuha Husnan (Asdir Pascasarjana STAINU Jakarta).

Dalam paparannya, M. Ulinnuha Husnan menegaska bahwa Islam Nusantara itu bukan agama baru, tapi merupakan sebuah “Bangunan Keilmuan”. Dan sebuah pengetahuan dapat dikategorikan sebagai disiplin ilmu jika ia dapat dimengerti, diverifikasi, diteliti dan dirasakan manfaatnya.

“Islam Nusantara sebagai sebuah wacana sekaligus pengetahuan baru, perlu diletakan dan “distrukturisasi” agar ia dapat berdiri kokoh sebagai bagian dari disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dikaji dan dinikmati,” paparnya.

Oleh karena itu, tambah Ulinnuha, dalam konteks strukturisasi keilmuan Islam Nusantara keilmuan Islam Nusantara setidaknya ada dua cara, yang dapat digunakan yaitu teori filsafat ilmu dan ilmu matiq dengan konsep sepuluh prinsip ilmu pengetahuan (mabadi ‘asyrah). “Islam Nusantara adalah sejatinya Islam yang sudah diamalkan oleh umat Islam di seluruh Nusantara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ISNU Kabupaten Purwakarta, Ramlan Maulana, S.Pd.I, M.Pd mengatakan, kegiatan ini rutin digelar setiap bulan, dengan mengadirkan sejumlah nara sumber baik dari lokal maupun dari tingkat nasional. “Terakhir kita gelar bulan Desember 2015 lalu, mudah-mudahan ini bisa membawa kemaslahatan umat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, salah satu peserta pengajian, Kuswara, S.Pd.I mengapresiasi kegiatan ISNU Purwakarta terhadap Ikatan yang menggelar Ngaji Islam Nusantara tiap sebulan sekali, dengan sejumlah narasumber yang didatangkan dari tingkat Nasional.

“Pengajian ini dirasa sangat penting diselenggarakan mengingat warga Nahdliyin khususnya maupun masyarakat Purwakarta tanpa terkecuali belum mengenal istilah Islam Nusantara, lebih dari itu banyaknya pemahaman baru yang kian hari kian marak berkembang di Indonesia, seperti Gafatar yang akhir-akhir ini banyak meresahkan masyarakat,” kata Kuswara.

Pria yang juga menjabat Ketum PMII Cabang Purwakarta itu menambahkan, jika dilihat dari perspektif genealogis. Perintis wacana Islam Nusantara adalah para pendakwah Islam di gugusan Nusantara, antara lain tokoh seperti Walisongo (Abad XI-XIV M), Syekh Abdurrauf Singkil, Aceh sampai pada KH. Ahmad Dahlan, KH. Hadratus Syaikh dan KH. Hasim Asy’ary dan tokoh-tokoh Islam lainnya.

“Islam Nusantara adalah Islam yang Rahmatan Lilalamin. Islam Nusantara bukan pemahaman baru di Indonesia tetapi sudah di amalkan oleh umat Islam di bumi Nusantara ini tetapi penamaannya saja yang dirasa masih asing dikalangan masyarakat pada umumnya,” ujarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top