Politik

Komunikasi Politik di Dewan Berjalan Buruk, Paripurna AKD Berjalan Alot

Komunikasi Politik di Dewan Berjalan Buruk, Paripurna AKD Berjalan Alot

Cidahu.com – Alotnya Pembahasan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam paripurna yang digelar DPRD Purwakarta mengindikasikan buruknya komunikasi politik di lembaga legislatif tersebut.

Demikian dikatakan Direktur Purwakarta Goverment Watch (PGW) Denhas Mubarok, disela-sela rapat paripurna AKD DPRD Purwakarta, Jumat (22/1/2016).

“Jika saya perhatikan, gelaran paripurna DPRD Purwakarta dalam pembahasan AKD seakan menelanjangi buruknya komunikasi politik diantara para wakil rakyat di Purwakarta,” ujarnya.

Menurutnya, musyawarah mufakat antara usulan fraksi tentunya mesti berbanding lurus dengan tata tertib, sisi proporsional perlu menjadi dasar untuk dipertangggungjawabkan demi kebaikan dan tupoksi AKD.

“Kan tidak lucu jika semua berdasar politis, masa satu komisi jumlahnya 19 sedangkan komisi lain hanya beranggotakan 2 orang, bagaimana mau berjalannya AKD-nya?” kata Denhas.

Dalam interupsinya, Anggota DPRD Purwakarta dari Fraksi Nasdem mengatakan, inti permasalahannya, adalah susunan personil setiap alat kelengkapan dewan merupakan kebijakan fraksi masing-masing. “Jadi,berkaitan dengan jumlah personil ya mengacu pada apa yang diusulkan oleh fraksi-fraski,” tuturnya.

Diketahui, alat kelengkapan DPRD Purwakarta, Bamus 19 orang, Bangar 19 orang, BK 3 orang. Sementara untuk susunan komisi-komisi di DPRD Purwakarta adalah, Komisi I beranggotakan 17 orang, Komisi II beranggotakan 3, Komisi III beranggotakan 19 orang, Komisi IV hanya beranggotakan 2 orang, semua berjumlah 41 ditambah pimpinan 4 orang. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top