Purwakarta

Pengusaha Pertamini Darangdan Purwakarta Resah

Pengusaha Pertamini Darangdan Resah

Cidahu.com – Menyusul larangan operasional pom bensin mini oleh pemerintah, sejumlah pengusaha Pertamini di Kecamatan Darangdan resah. Pasalnya biaya yang mereka keluarkan untuk membeli peralatan cukup besar.

Ipin (48) salah satu pemilik pertamini di Desa Mekarsari Kecamatan Darangdan mengaku, pom bensin mini miliknya memiliki surat izin dari pemerintah desa, kapolsek bahkan dari tetangga terdekat.

“Apabila isu tersebut benar saya akan merugi karena untuk membeli pertamini tersebut butuh biaya besar,” katanya kepada Cidahu News, Selasa (26/1/2016)

Menurutnya, menggunakan alat pom mini hanya peralihan wadah dari botol, bahkan juga membantu masyarakat untuk pengisian bensin dengan uang seadanya.

“Tidak jarang masyarakat ngisi teng motornya hanya Rp10.000, Rp5000 bahkan ada juga yang membeli Rp2000,” bebernya.

Ipin mengaku, untuk membeli pertamini mengeluarkan biaya Rp85 juta, dia memilki pertamini belum lama tapi sekarang ada isu penutupan, itu akan sangat merugikan, walau pun penjual pertamini bertanggung jawab tetap saja butuh proses yang panjang. “Saya membeli pertamini belum ada satu tahun kalau ditutup saya akan rugi besar,” keluhnya.

Ipin menambahkan, pemerintah harus benar-benar adil akan penutupan tersebut guna menghindari permasalahan ke depannya.

“Kalau penutupan dilakukan secara merata yah tidak jadi persoalan tapi kalau tidak merata akan terjadinya dampak negatif,” imbuhnya.

Selain itu, sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan guna penutupan pertamini, dia berharap pemerintah memberikan solusi guna tidak adanya kerugian oleh pemilik pertamini.

“Mudah-mudahan saja pemerintah memberikan kebijakan yang terbaik buat semua pemilik pertamini agar tidak adanya kecemburuan sosial nantinya,” pungkasnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top