Purwakarta

29 Tahun Mengabdi, Emen “Merana” Tanpa Pesangon

29 Tahun Mengabdi, Emen "Merana" Tanpa Pesangon

Cidahu.com – Prihatin, 29 tahun kerja sebagai aparatur di Desa Cijati Kecamatan Maniis, kini Emen Dimyati (61) merana diusia senja. Dia berharap perhatian dari pemerintah setempat.

“Saya kerja di desa sejak 1986 sampai 2015 di Desa Cijati, mulai dari Kaur Umum terus jadi Sekdes, terus Kaur Ekonomi, Kaur Pemerintahan terus jadi Kaur Ekonomi lagi. Waktu itu honor hanya Rp2.500 perbulan, dibayar 3 bulan sekali, ngambil honor masih di Plered, Maniis belum jadi kecamatan,” kata Bah Emen, kepada Cidahu News, Rabu (27/1/2016).

Kakek dengan 5 anak yang tinggal di Kampung Sukagalih RT07 RW08 Desa Cijati Kecamatan Maniis itu mengaku, kini terbentur UU Desa dan harus berhenti jadi aparatur desa.

“Aya undang-undang desa ayeuna mah, umur dibates dugi ka 40, pendidikan kedah SMA,” keluhnya.

Bah Emen lahir di Bandung 6 Juni 1955 lalu. Lulus SR tahun 1966, lulus SMP tahun 1969. Dengan 5 anak diusia renta, dia sudah tidak sanggup lagi kerja berat.

“Badan saya sudah lemah, saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menyambung biaya, hidup sekarang sudah tidak sanggup untuk kuli-kuli berat,” bebernya.

Di tempat yang sama, Tokoh Pemuda setempat Deni Ciwong, berharap ada perhatian pemerintah daerah terhadap para veteran pegawai desa, semacam stimulus misalnya.

“Karunya kang, sugan we menang pesangon ti Bapa Bupati anu gagah sa Jawa Barat tea,” ujarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top