Purwakarta

Warga Plered Dukung Joban Jadi Bupati Purwakarta

Muhammad Syahid Joban

Cidahu.com – Menjelang berakhirnya masa jabatan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Sejumah nama tokoh baik dari parpol maupun tokoh agama yang digadang-gadang bakal menggantikan beliau, mulai bermunculan. Salah satunya dukungan datang dari sejumlah warga, tokoh agama hingga pimpinan ponpes di Kecamatan Plered yang menginginkan Syahid Joban menjadi Bupati Purwakarta.

“Kita bersepakat menyatakan bahwa Muhammad Syahid Joban adalah sosok ustad muda yang pemberani, tegas dan lugas, beliau layak untuk memimpin Kabupaten Purwakarta kedepan,” kata Sekretaris Imamah Ittihadul Ma’had Wal Madrasah Kecamatan Plered, Ustad Anton Zaelani kepada Cidahu News, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, para pengusaha di Kecamatan Plered, serta tokoh agama lain diantaranya KH. Dudu, KH. Ali dan KH. Wahid, mereka mendukung pergerakan yang dilakukan oleh oleh Direktur Ibnu Sina Islamic Boarding School itu.

“Saya mendukung Syahid Joban jadi Bupati Purwakarta, kalau soal berkhidmat saya di GP Ansor, tapi kalau soal urusan gerakan nahyi munkar, saya siap mendukung Syahid Joban,” tegasnya.

Selain itu, tambah Anton, para Ulama di Plered tidak akan mundur sedikitpun untuk melawan kemunkaran yang terjadi di Purwakarta.

“Kami siap melawan bentuk kemunkaran apapun, terutama penghamburan APBD untuk membuat patung dan hal lain yang tidak ada manfaatnya. Purwakarta harus terbebas dari korupsi. Jangan mempermainkan Ulama dan Habaib, akibatnya suatu saat pasti bakal kualat, jika tidak minta maaf,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, terkait hal diatas Ust. Muhammad Syahid Joban, Lc mengatakan, dia sedang berjuang di Purwakarta murni untuk membela aqidah Islam sesuai kapasitasnya sebagai ulama, bukan untuk mencari kedudukan apalagi jabatan.

“Mari kita serahkan siapa calon Bupati Purwakarta mendatang kepada tim Mudzakaroh Ulama. Adapun saya pribadi tidak tertarik untuk menjadi Bupati,” tulisnya dalam pesan singkat kepada Cidahu News.

Menurut Pria jebolan Al Azhar itu, adanya dukungan sejumlah warga dan tokoh agama merupakan sebagai bentuk simpati dari warga yang mendambakan pemimpin yang peduli terhadap aqidah masyarakat di Purwakarta.

“Dalam konteks peran dakwah dalam pemerintahan, ada MUI yang menjadi mitra pemerintah bahkan patner dalam menentukan kebijakan. Jadi seharusnya pemegang kebijakan publik wajib mengikuti arahan MUI agar tidak bersebrangan dengan nilai-nilai agama,” bebernya.

Menutup dia mengatakan, sekali lagi dia tidak mau terlalu mengurusi siapa calon dan siapa yang nanti menjadi Bupati Purwakarta. “Pesan saya, berpolitiklah untuk kepentingan Islam, jangan jadikan Islam untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Purwakarta, Ahmad Anwar Nasihin mengatakan, sosok Ustad Joban memang fenomenal akhir-akhir ini. Beliau pemberani dan berani menyatakan prinsip kebenaran yang menurutnya benar.

“Pemerintah daerah seharusnya merasa bangga punya warga yang kritis dan gamblang. Sebagai kontrol sosial yang bisa memberi masukan yang baik untuk kemajuan Purwakarta kedepan. Tetapi, tetap beliau harus terarah dengan baik dalam melakukan kritik dan gerakan, agar perjuangan yang dilakukannya dapat dirasakan manfaatnya buat masyarakat,” ujarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top