Purwakarta

Pemerintah Diminta Terbitkan Ijin Pertamini

Pemerintah Diminta Terbitkan Ijin Pertamini

Cidahu.com – Agar tidak dianggap ilegal, sejumlah pengusaha Pertamini di Kecamatan Darangdan dan Kecamatan Plered meminta pemerintah mengeluarkan ijin usaha pom bensin mini tersebut.

“Saya berharap pemerintah bisa segera mengeluarkan ijin untuk kepemilikan usaha pertamini guna kelancaran semua, apapun bentuk persyaratannya akan kita upayakan,” kata Haji Musa (50) salah seorang pemilik pertamini di Kampung Cileutak Desa Gandasoli Kecamatan Plered kepada Cidahu News, Senin (1/2/2016).

Menurutnya, untuk usaha tersebut pihaknya sudah mendapatkan ijin usaha pertamini mulai dari pihak Desa, Kapolsek, Koramil dan warga sekitar, namun surat ijin dari pemerintah terkait belum ada.

Hal senada juga dikatakan oleh Ipin (58) pemilik Pertamini di Kampung Cikondang Desa Mekarsari Kecamatan Darangdan, menurutnya belum lama ini, pihaknya sudah mengumpulkan persyaratan kepada penjual pertamini guna memiliki surat ijin dari pemerintah.

“Rencananya, kita akan menggelar pertemuan dengan semua pengusaha pertamini yang ada di Purwakarta,” terangnya seraya berharap pemerintah tidak langsung menutup pertamini sebab, apabila benar-benar ditutup, akan banyak warga yang dirugikan.

Terkait hal diatas, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana mengatakan, perijinan tersebut harus dikoordinasikasn dengan Disperindag.

“Secara teknis, perijinan tersebut haru ada rekomendasi dulu dari Disperindag setempat, yang saya ketahui dinas tersebut juga tidak merekomendasikan jenis usaha pertamini,” ujarnya, melalui sambungan seluler.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Purwakarta, M. Sachrul Koswara menegaskan, pihaknya tidak merekomendasikan jenis usaha tersebut, karena hal itu domainnya Pertamina.

“Usaha tersebut berkaitan dengan Minyak dan Gas, artinya itu domain Pertamina, artinya secara teknis, rekomendasi awal dari Pertamina, kalau memang direkomendasikan baru kemudian, kita juga bisa rekomendasikan,” kata Sachrul kepada Cidahu News.

Menutup dia mengatakan, Pertamini bisa dikatakan berbeda dengan jenis usaha 2 tax atau penjualan bbm eceran yang hanya menggunakan jeringen kecil atau botol.

“Ada resiko-resiko yang bisa membahayakan warga yang berkaitan dengan pemakaian alat alat yang digunakan oleh usaha pertamini,” pungkasnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top