Purwakarta

Dishubparpostel Purwakarta Targetkan Kenaikan PAD Parkir

Dishubparpostel Purwakarta Targetkan Kenaikan PAD Parkir

Cidahu.com – Tahun ini, Dinas Perhubungan Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Dishubparpostel) Kabupaten Purwakarta menargetkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran hingga 20 persen. Pasalnya, target pendapatan dari parkir pada 2015 lalu, mencapai 100 persen.

“Target PAD kita pada 2015 adalah 900 juta, dan bisa tercapai 100 persen, tahun ini targetnya dinaikan sekitar 20 persen dari target tahun lalu,” ujar Kasie Terminal dan Perparkiran Dishubparpostel Purwakarta, Asep Eko Dwiyanto, kepada Cidahu News, Rabu (3/2/2016).

Menurutnya, dinas bersama pihak terkait lainnya, akan terus menggali potensi perparkiran sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal itu juga ditinjau dari peningkatan pertumbuhan penduduk dan peningkatan penggunaan transportasi di Purwakarta yang terus meningkat.

“Saat ini bila kita lihat ditiap pinggir jalan, hampir sebagian besar didirikan ruang usaha dan memiliki lahan parkir. Walauapun tidak semua memiliki pengelolaan parkir, namun ada beberapa titik parkir yang padat dan terdapat petugas parkirnya,” katanya.

Kini, lanjut Eko, retribusi parkir sesungguhnya menyimpan potensi yang cukup besar sebagai penyumbang PAD. Tumbuhnya kawasan niaga yang saat ini mulai menjamur merupakan sumber retribusi parkir yang cukup besar. Potensi ini dapat di manfaatkan bila mana dilakukan pengelolaan yang baik dan transparan.

“Kedepan, kita juga akan melakukan analisis dalam menetapkan berapa sesungguhnya potensi retribusi yang dapat di peroleh oleh Pemda pada tiap titik-titik parkir,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui, saat ini penetapan besaran nilai yang diperoleh dari tiap-tiap titik parkir belum dilakukan secara mendalam. Kondisi ini menyebabkan belum maksimalnya perolehan retribusi dari parkir. “Dengan target itu, kita akan maksimalkan potensi yang sudah ada dan akan mengembangkan potensi perparkiran yang belum digarap,” kata Eko.

Lebih jauh, Eko menjelaskan, retribusi parkir ini terdiri dari pendapatan di parkir umum, serta parkir khusus. Parkir umum, kata dia diperoleh dari retribusi parkir pada setiap objek parkir yang menggunakan tempat jalan umum, bahu jalan, serta objek parkir pada fasilitas publik yang sah lainnya.

Sedangkan, parkir khusus, meliputi tempat-tempat khusus pada objek milik pemerintah, BUMN/BUMD yang menyediakan pengelolaan tempat parkir. Misalnya, di RSUD, bank-bank milik BUMN/BUMD, pasar tradisional yang dikelola pemerintah, dan lain sebagainya.

“Kalau objek-objek milik swasta yang menyediakan tempat pengelolaan parkir, masuknya ke sektor pajak. Bukan retribusi perparkiran. Kalau yang retribusi, hanya di tempat yang digolongkan pada parkir umum dan parkir khusus saja,” ujarnya.

Lalu, tambah Eko, ruas jalan yang sebelumnya tidak bisa parkir, saat ini banyak yang sudah menjadi lahan parkir baru. Disamping itu, pesatnya pertumbuhan kendaraan roda dua maupun roda empat setiap tahun mendorong PAD dari sektor parkir terus meningkat. “Langkah maju yang diterapkan Dishub dengan memodernisasi parkir. Program itu juga dilaksanakan sejak tahun lalu,” ujarnya.

Parkir Pasar Juma’ah yang sudah menjadi percontohan. Dishub mengelola langsung parkir dengan sistem elektronik. Lokasi lainnya, yang diharapkan ikut menaikkan PAD dari parkir akan terus dikembangkan.

“Di sana dipasang alat dengan sistem komputerisasi, sehingga dapat memantau PAD dari parkir. Tidak tertutup kemungkinan, sistem yang sama digunakan di lokasi lainnya, sedangkan tarif parkir yang akan dikenakan kepada pengguna jasa, sudah ditetapkan,” pungkasnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top