Nasional

Jalan Arteri Purwakarta-Bandung Rusak di Sejumah Titik

Jalan Arteri Purwakarta-Bandung Rusak di Sejumah Titik

Cidahu.com – Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan terjadinya kerusakan jalan raya nasional Purwakarta-Bandung di sejumlah titik, padahal jalan nasional itu telah mendapatkan paket pemeliharaan/rehabilitasi dari pemerintah sebesar Rp 38,995 miliar.

“Perbaikan jalan nasional itu baru dilakukan pada akhir bulan Desember kemarin tapi belum berumur lama, jalan nasional itu kembali rusak di sejumlah titik,” kata Haji Saprudin (56), warga Kampung Cileutik, Kecamatan Plered, Purwakarta.

Menurutnya, dirinya tahu betul jalan nasional tersebut diperbaiki oleh kontraktor pelaksana pada akhir bulan Desember 2015 kemarin, namun belum genap berumur satu bulan jalan nasional yang sudah diaspal tersebut berlubang di sejumlah titik seperti di Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, kawasan Gunung putri Kecamatan Sukatani, Desa Cijantung, Kecamatan Sukatani dan persimpangan Jalan Ahmad Yani-Basuki Rahmat.

Dirinya mengetahui betul kerusakan jalan yang terjadi karena hampir setiap hari memanfaatkan jalan nasional sebagai moda jalan dari rumah ke tempat bekerjanya di kawasan Bungursari, Purwakarta.

“Tak habis pikir, pemeliharaan jalan termasuk didalamnya dilakukan pengaspalan oleh pelaksana berumur sangat pendek hanya bertahan satu bulan,” katanya.

Pihaknya mengharapkan pemerintah melalui kementerian pekerjaan umum memberikan teguran kepada pelaksana pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan Padalarang-Purwakarta yang tidak bekerja secara profesional.

Hal senada disampaikan pengguna jalan nasional lainnya, Asep Yadi (32), warga Ciwareng, Purwakarta yang mengaku kecewa dengan terjadinya kerusakan jalan nasional di sejumlah titik yang sudah mendapat perbaikan pada akhir bulan Desember kemarin. “Tadinya saya kira, pengaspalan jalan nasional Padalarang-Purwakarta ini akan bertahan lama, tapi baru berumur satu bulan sudah rusak lagi,” ujar Asep yang mengaku setiap hari menggunakan jalan nasional ini.

Berkenaan dengan terjadinya kerusakan jalan nasional di sejumlah titik ini, Ketua Pusat Pengkaji Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi Pratama mengatakan kerusakaan jalan yang terjadi jangan selalu disalahkan faktor alam seperti hujan. Tapi, menurut Budi, kerusakan yang terjadi di jalan nasional itu lebih disebabkan kualitas aspal yang digunakan untuk hotmix jalan nasional tidak sesuai dengan standar jalan kelas satu.

“Kalau bahan aspal yang digunakan itu jenis kualitasi nomor satu tentunya jalan nasional itu bisa bertahan lebih lama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Kerja PPK Cikampek-Purwakarta-Padalarang satuan kerja pelaksanaan jalan nasional metropolitan, Suryohadi ketika akan dikonfirmasi Cidahu News di kantor di daerah Ciganea, Purwakarta tidak berada di tempat. Namun menurut sejumlah pegawai unit PPK Ciganea yang mengaku sebagai penjaga kantor enggan memberikan pernyataan.

“Pak, saya ini hanya sebagai penjaga kantor yang tidak bisa memberikan pernyataan. Sebaiknya bapak mengkonfirmasikan kepada kepala PPK yang sekarang tidak berada di kantor,” kata Djunaedi. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top