Purwakarta

Belasan Tahun, Hidupi Keluarga dengan Lahang

Belasan Tahun, Hidupi Keluarga dengan Lahang

Cidahu.com – Sudah belasan tahun, Bah Amid hidup dari usaha menjual lahang. Pria berusia 60 Tahun ini memilih menjual air yang ia peroleh dari pohon kawung, di kampung halamannya Kampung Kebon Kawung Desa Citeko Kaler Kecamatan Plered.

Selain tanpa modal yang besar, berjualan bahan gula aren tersebut selama ini dinilai cukup untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Bahkan, ia berhasil menyekolahkan anak-anaknya seperti warga kebanyakan.

Yang membuat aneh, ia tidak mematok harga berapa ia menjual satu gelas lahang kepada para pembeli. Bahkan, dengan uang Seribu Rupiah kita sudah bisa menikmati nikmat dan manisnya air lahang asli hasil nyadap langsung dari pohon kawung.

“Berapa aja, serido’nya aja yang beli mau ngasih berapa, pokona abah mah rek dibere sabaraha wae ge siap nonggengkeun lahangna, kantun cekelan weh gelasna,” kata Bah Amid, saat berjualan air lahang di Jalan Raya Ahmad Yani, Kelurahan Cipaisan, Rabu (17/2/2016).

Selama belasan tahun kata dia, ia berangkat pagi dari Plered menuju ke pusat perkotaan Purwakarta. Ia kemudian menjajakan dagangannya sampai sore buta. Penghasilan yang ia peroleh perhari, bisa mencapai antara Rp 40 sampai Rp 60 ribu.

“Bahkan pernah saya cuma dapat buat ongkos pulang saja ke rumah,” jelas dia.

Jika air lahang yang ia jual tersisa sambung dia, bisa dijadikan bahan untuk pembuatan gula aren dan cuka untuk membuat manisan dan rujak.

“Ya jualan ini saja, kalau kerja yang lain butuh tenaga besar. Kalau masih muda dulumah iya, jadi tukang kuli bangunan juga masih ada tenaganya,” ujar Bah Amid. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top