Purwakarta

Bertaruh Nyawa, Warga Perbatasan Nekat Gunakan Jembatan KA Cisomang

Bertaruh Nyawa, Warga Perbatasan Nekat Gunakan Jembatan KA Cisomang

Cidahu.com – Meski berbahaya dan sudah dilarang, sejumlah warga perbatasan Purwakarta dan Bandung Barat nekat menggunakan jembatan Kereta Api (KA) Cisomang untuk menyeberang dan beraktivitas.

Diketahui, jembatan KA yang berlokasi di sebelah barat Desa Depok Kecamatan Darangdan itu, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarno Puteri pada 3 Agustus 2004 lalu. Hanya saja kini menjadi akses penghubung terdekat masyarakat baik dari Bandung Barat maupun Purwakarta.

Setiap harinya ratusan kendaraan roda dua melintasi jembatan yang panjangnya mencapai 234 meter dengan ketinggian 100 meter dari Sungai Cisomang. Asep (28) warga Kampung Cikadongdong Bandung Barat salah satu pengendara yang melintasi jembatan Cisomang mengatakan, hampir setiap hari dirinya melewati jalan tersebut. Dia beralasan selain untuk mempercepat waktu jalan tersebut juga menjadi akses terdekat menuju Purwakarta.

”Saya selalu lewat jembatan ini. Soalnya ini jalan terdekat kalau mau belanja ke Pasar Plered,” katanya kepada Cidahu News, Minggu (28/2/2016).

Meski begitu, tidak semua pengendara berani melintasi jembatan tersebut, Ujang Jaelani (36) salah seorang pengendara yang hendak melintas mengatakan, dirinya sengaja mengeluarkan uang Rp5000 untuk memanfaatkan para joki yang biasa mengantar kendaraan melintas.

“Saya tidak berani melintas soalnya takut ketinggian, makanya saya minta tukang ojeg yang nongkrong diwarung dekat jembatan, karena mereka biasa antar pengendara,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Petugas PT KAI di lokasi tersebut, Ecep menjelaskan, jembatan yang dilewati pengendara roda dua itu sudah menyalahi aturan. Karena jalan tersebut dapat membahayakan nyawa para pengendara roda dua saat kereta api melintas.

“Peraturannya tidak memperbolehkan hal tersebut, karena bisa berakibat fatal berhubungan dengan nyawa, cuma sampai saat ini belum ada kejadian pengendara terseret kereta atau jatuh kebawah sungai,” ujarnya.

Ecep menambahkan, jembatan yang dibangun oleh para ahli konstruksi jembatan kereta api dari Voesp MCE (Austria) tersebut, diperuntukan untuk pengontrolan.

“Sebetulnya, jalan tersebut dibuat untuk para petugas KAI dalam melakukan pengontrolan saja, namun tidak adanya plang larangan melintas warga jadi memanfaatkan jalan tersebut,” tutupnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top