Pendidikan

Purwakarta Belum Siap Gelar UN Berbasis Komputer

Purwakarta Belum Siap Gelar UN Online

Cidahu.com – Kabupaten Purwakarta, dengan program pendidikan berkarakternya dinilai belum siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada April 2016 mendatang.

Ketua Gerakan Muda (Garuda) Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (KPPRI) Kabupaten Purwakarta Haris Sopia Aji mengatakan, meski sebelumnya pemerintah mengklaim ada empat sekolah tingkat SLTA di Purwakarta yang dinyatakan siap menggelar ujian berbasis komputer tersebut, namun hal ini tidak ditunjang dengan fasilitas yang memadai.

“Ya tetep saja, kalau kami menilai Purwakarta belum siap melaksanakan UNBK. Jadi terkesan memaksakan karena gengsi,” kata Haris, Senin (29/2/2016).

Hal ini kata dia, terdapat sejumlah kekurangan, mulai dari kurangnya fasilitas komputer yang akan dilaksanakan untuk pelaksanaan UNBK dan adanya nominal rupiah yang mengalir ke sekolah-sekolah dari orang tua/wali murid untuk ikut berkontribusi demi terlaksanannya ujian ini.

“Disuatu sisi bagus, orang tua mau peduli terhadap dunia pendidikan. Tapi disisi lain, pelaksanaan UNBK di Purwakarta terkesan dipaksakan. Inikan aneh, padahal Bupati kita terus menggembor-gemborkan peningkatan kualitas dunia pendidikan, termasuk peningkatan fasilitas,” sesal Haris.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta, Sutisna membenarkan adanya partisipasi dari para orang tua/wali murid untuk pelaksanaan UNBK di Purwakarta.

“Bukan pungutan, tapi sifatnya partisipasi orang tua murid. Nominalnya tidak ditentukan. Nanti setelah digunakan, infrastruktur atau fasilitas ini akan menjadi aset sekolah,” jelas Sutisna, melalui selularnya.

Komisi IV yang membidangi pendidikan kata dia, sudah melaksanakan kunjungan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta Senin (29/2/2016), dengan tujuan memantau langsung persiapan pelaksanaan UNBK di Purwakarta.

“Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas untuk pelaksanaan UNBK di Purwakarta ini sudah siap. Dan kami juga akan melakukan peninjauan langsung ke empat sekolah yang akan melaksanakan UNBK,” jelas dia.

Terlepas dari kekurangan sambung Sutisna, pelaksanaan UNBK di Purwakarta harus berjalan sukses dan terhindar dari kendala teknis dan human error.

“Kita lihat saja nanti seperti apa pelaksanaan UNBK ini. Dan dalam pelaksanaannya nanti, kami juga akan memantau langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta, Diaudin mengatakan, dari sebanyak 75 sekolah tingkat sekolah menengah atas baik swasta maupun negri (termasuk MA dan SMK) yang ada di Purwakarta hanya empat sekolah yang siap melaksanakan UN online tahun ini.

“Sekolah tersebut yakni, SMAN I, SMAN 2, SMAN 3 dan satu lagi SMK Swasta yaitu SMK YPK,” terang Kabid.

Dari 75 sekolah tingkat menengah atas di Purwakarta peserta UN yang sudah terdaftar ada lebih dari 1000 siswa. Namun demikian kendala sekolah tidak bisa melaksanakan UNBK karena anggaran yang cukup besar. Misal, penyediaan komputer, server hingga daya tahan listrik. Jadi pelaksanaan UNBK di Purwakarta bisa dilakukan secara bertahap.

“Pelaksanaan ujian nasional secara konvensional tidak terlalu mempengaruhi hasil kelulusan. Pengaruhnya pada tingkat kejujuran peserta ujian saja karena dengan UNBk tingkat kecurangan bisa diperkecil,” ujarnya.

Pihaknya mengharapkan pada 2017 nanti bisa semua sekolah di Purwakarta melaksanakan UNBK. Target itu kata dia, harus tercapai karena mulai saat ini seluruh sekolah mengupayakan. Pasalnya, kemdala dalam pelaksanaan UNBK atau UN online ini tidak hanya dibutuhkan bantuan fasilitas komputer saja, namun sekolah juga perlu melakukan penambahan daya listrik dan ruangan kelas yang memadai. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top