21 Bulan Dipenjara, Akhirnya Dakoram Bebas..!

Cidahu.com – Setelah menyelesaikan masa hukuman selama 21 bulan (sejak Mei 2014). Mantan Ketua KPU Purwakarta Ir. Dadan Komarul Ramdan, MT (Dakoram), akhirnya bisa menghirup udara segar, Rabu (24/2/2016).

Ditemui ditengah kerumunan massa yang menjemputnya di LP Sukamiskin Bandung, Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Purwakarta selama dua periode itu (periode 2003 – 2008 dan periode 2008 – 2013) mengungkapkan, banyak hal yang telah didapatkan selama menjalani hukuman.

“Selama di dalam sana, saya banyak mendapatkan renungan hidup, dan diantaranya ternyata memegang amanah dengan misi kebenaran dan keadilan di negeri ini adalah SALAH,” ungkap Dakoram kepada Cidahu News.

Menurutnya, kenapa hal seperti itu bisa dibilang “SALAH”, karena jadi pejabat di negeri ini ternyata banyak orang miskin yang minta-minta dengan cara memelas bahkan memeras. “Jadi baiknya kita sebagai orang beriman harus Aamanu Wa’aamilushshaalihiin, ha ha ha …” ujarnya, sambil tertawa.

Kemudian, saat ditanya apa rencana yang akan dilakukan setelah menghirup udara segar ini, Dakoram menjawab akan kembali menggeluti dunia peternakan. “Saya akan kembali beternak domba atau sapi sebagaimana 14 tahun yang lalu dan tetap beraktifitas ditempat-tempat yang sekiranya dapat bermanfaat bagi negeri ini,” imbuhnya.

Saat Cidahu News menanyakan apakah dengan itu berarti seorang Dakoram akan lari dan menjauh dari dunia politik? “Setiap warga negara yang terlahir, sudah didata dan punya akta kelahiran, dan saat itu juga dia tidak bisa terlepas sebagai insan politik,” ujarnya, diselingi tawa lepas.

Lalu, apakah hal itu berarti Dakoram akan mencalonkan untuk menjadi kepala daerah di Purwakarta, sebagaimana isu terdahulu?

“He he he… menjadi kepala daerah atau bupati itu hanya salah satu cara untuk mensejahterakan rakyat, nah kalau dengan beternak dan beraktifitas lainnya ternyata mampu mensejahterakan rakyat, kan tidak harus capek-capek ngejar jabatan bupati atau anggota dewan, kecuali saya disuruh capek he he he…” demikian Dakoram sambil menemui kembali rekan dan para para sahabatnya yang penjemput kepulangannya.

Diketahui sebelumnya, Senin (1 Desember 2014), Ir. Dadan Komarul Ramdan, MT, Asep Fakar, SH Sekretaris KPU Purwakarta selaku Atasan Bendahara Langsung (ALB 1), Yusuf Maulana, SH Kasubag Hukum selaku ALB 2 dan Drs. Adang Sunendar, Kasubag Program selaku Panitia Pengadaan. Diganjar pidana dengan tuduhan korupsi anggaran Pilkada Purwakarta 2008 oleh Majelis Hakim Tipikor Bandung dengan hukuman yang sama yaitu 1 tahun 8 bulan dan dikenakan denda sebesar Rp50 juta atau tambahan hukuman kurungan 1 bulan bila tidak melakukan pembayaran denda.

Dalam putusan tersebut, Mejelis Hakim membebaskan Dakoram dari tuntutan pasal 2 karena tidak terbukti merugikan keuangan negara dan tidak terbukti menggunakan keuangan negara, dan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa kerena melanggar pasal 3 yaitu terbukti melakukan tindak pidana berkelanjutan.

Dengan menimbang berdasarkan pengakuannya bahwa terdakwa (Dakoram) adalah benar sebagai Ketua KPU Kabupaten Purwakarta Periode 2003-2008 yang dibuktikan menurut surat keputusan nomor 710/SK/KPU/Tahun 2003 tanggal 22 Agustus 2003 tentang Pengangkatan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat, dan berdasarkan pengakuannya adalah benar bahwa terdakwa telah menandatangani surat perjanjian bantuan belanja hibah antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purwakarta No 410/30/SPBH/Pemda/XI/2007 tanggal 26 Nopember 2007. (CN-01)

Topic:

Just For You

Tersandung KIS, “Nini Asmat” Gagal Berobat

Cidahu.com – Nasib malang dialami Nenek Asmat (70), warga Desa Parakanlima Kecamatan Jatiluhur. Ia gagal berobat akibat tidak mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sementara Jamkesmas miliknya dianggap tidak berlaku.

Diperoleh informasi, Nek Asmat warga Kp Sindangsari RT20 RW07 Desa Parakanlima Kecamatan Jatiluhur berniat berobat ke Puskesmas Jatiluhur pekan lalu. Kala itu, Nek Asmat diantar cucunya Asep (20).

Belum juga penyakitnya diperiksa, salah seorang petugas kesehatan justru mengatakan kartu Jamkesmas milik calon pasien tak lagi berlaku. Pasalnya, saat ini sudah diganti KIS (Kartu Indonesia Sehat).

Tak banyak bicara, Nek Asmat dan Asep pun bergegas pergi. Tak dipungkiri, rasa kecewa dirasakan keduanya. Apalagi jarak tempat tinggal dan Puskesmas cukup jauh mencapai belasan kilometer.

Dengan langkah tergopoh-gopoh, Nek Asmat dibantu Asep berjalan lunglai meninggalkan kantor Pusat Kesehatan Masyarakat itu. Alhasil, niat hati berobat, kandas. “Kita pulang aja,” gerutu Asep kira-kira kala itu.

Ditanya kabar ini, Petugas Desa Parakanlima, Leni membenarkan. Ia bahkan sempat menganjurkan Asep mengkonfirmasi hal ini kepada pihak BPJS Kesehatan untuk memastikan berlaku tidaknya Jamkesmas. “Namun sampai sekarang belum ada kabar lagi,” ujarnya, Selasa (23/2/2016).

Diketahui, sejak akhir 2015 lalu pemerintah pusat melalui BPJS Kesehatan dan PT Pos dibantu TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) secara bertahap mulai mendistribusikan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Meski demikian, bagi warga pemegang Kartu Jamkesmas maupun Askes masih tetap bisa dilayani. Artinya, kedua kartu tersebut masih berlaku. Ini menyusul belum seluruhnya kartu KIS terdistribusi.

“Jamkesmas masih bisa digunakan, termasuk askes,” ucap Kepala BPJS Kesehatan Purwakarta, Febi A Nova disela acara pendistribusian KIS tahap I di Bale Janaka Setda Purwakarta Oktober 2015 lalu. (CN-01)

Topic:

Just For You

Nasdem Prioritaskan Pendidikan Politik Masyarakat

Cidahu.com – Pendidikan politik adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan politik, dalam hal ini kader Partai Nasdem, secara umum masyarakat luas. Agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politik yang sedang berjalan.

“Hanya saja ada perbedaan yang krusial yang harus dilakukan dalam cara komunikasinya. Penyampaian pendidikan politik di wilayah perkotaan akan sangat berbeda dengan cara penyampaian pendidikan politik di perdesaan,” ujar Bendahara DPD Partai Nasdem Kabupaten Purwakarta, Astri Novita Sari kepada Cidahu News, Selasa (23/2/2016).

Dalam penyampaian pendidikan politik di wilayah perdesan, menurut Astri lebih ditekankan kepada bagaimana bisa melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Mengajak berpolitik (melakukan pendidikan politik) warga di pedesaan itu kita implementasikan dengan bagaimana bisa mengajak warga untuk melakukan usaha-usaha yang bisa berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan warga. Beda dengan di kota yang warganya sudah cenderung paham politik,” ungkapnya ditemui di Gedung Dewan.

Menurutnya, Perempuan yang juga Anggota Fraksi Nasdem DPRD Purwakarta itu, di Indonesia fungsi-fungsi parpol diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik.

“Secara gamblang UU itu mengatakan, parpol memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat, perekat persatuan dan kesatuan bangsa, penyerap, penghimpun dan penyalur aspirasi masyarakat, partisipasi politik warga negara dan rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan publik,” bebernya.

Mengenai pendidikan politik untuk memaksimalkan tugas dewan, Anggota Komisi IV DPRD itu berpikir perlu untuk di lakukan di partai politik, khususnya partai Nasdem. “Saya pribadi pun perlu menimba banyak ilmu untuk menambah pengetahuan di dunia politik, apalagi saya sebagai anggota DPRD yang baru,” ujar Astri. (CN-01)

Topic:

Just For You

Waspada..! “Daerah Tonggoh” Rawan Longsor

Cidahu.com – Warga yang tinggal di Kecamatan Wanayasa dan sekitarnya diminta waspada. Pasalnya daerah yang masuk dataran tinggi (Daerah Tonggoh) itu rawan terjadi pergeseran tanah (longsor).

Longsor kembali terjadi di tiga desa berbeda di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Senin (22/2/2016) malam pukul 21.00 WIB. Akibat material tanah longsor yang menutupi badan jalan akses lalu lintas kendaraan sempat terputus.

Longsor tersebut terjadi di tiga desa yaitu, Desa Wanayasa, Desa Wanasari dan Desa Cibuntu. Ketiga desa ini dilalui jalan yang berada dekat dengan tebing dan jurang. Tepat di Kampung Gandasoli tebing setinggi kurang lebih 5 meter amblas lalu menutup badan jalan. Longsor terjadi di Kampung Gandasoli dan Kampung Tanjak Nangsi Desa Wanasari.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Wanayasa mengakibatkan tanah lebih mudah hanyut sementara tembok penyangga tanah tak dapat menahan material longsor.

Perihal itu Kapolsek Wanayasa, AKP Subagyo mengatakan longsor mengakibatkan akses lalu lintas lumpuh. Longsor terjadi di dua titik pada pukul 21.00 WIB.

“Sempat terjadi longsor di dua titik di Kecamatan Wanayasa sekitar pukul 21.00. Longsoran sempat menutup akses jalan desa,” ujar AKP Subagyo.

Meski jalan utama sempat tertutup material longsor, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa. Saat terjadi longsor jalan memang tengah sepi dari lalu lalang kendaraan. Setelahnya, petugas dari Polsek Wanayasa dan dibantu warga membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. “Jalan sudah bisa dilalui. Besok pagi (Selasa) dibersihkan lagi longsoran tanahnya,” katanya.

Selain di dua titik tersebut longsor juga terjadi di Desa Cibuntu. Longsor terjadi malam hari, akibat material longsor yang menutupi badan jalan akses lalu lintas tidak dapat dilalui pengendara.

Masih dihari yang sama, sebuah rumah milik warga Desa Babakan Kecamatan Wanayasa hanyut terbawa derasnya arus sungai saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Senin (22/2/2016), sekitar pukul 21.00 malam hingga dini hari hujan deras dan menimbulkan luapan air sungai Sukaboma di Desa Babakan.

Akibat derasnya arus sungai rumah milik Dian (50) yang berada dekat dengan bantaran sungai hanyut terbawa derasnya arus air. Bagian rumah yang hanyut terbawa arus adalah dapur karena memang lokasinya menjorok ke sungai.

Kepala Desa Babakan, Uci Sanusi mengatakan selain rumah warga warung soto milik warga lainnya juga hanyut. “Aliran sungai deras ditambah hujan,” ujar Uci Sanusi melalui sambungan seluler.

Sebagian pondasi bangunan rumah milik Dian memang tepat di tepi sungai, karenanya saat air sungai meluap pondasi rumah ikut hanyut terbawa arus. Seisi dapur milik Dian juga hilang bersamaan hilangnya bangunan dapur miliknya. “Tapi pemilik bangunan sedang tidak ada di tempat,” timpal Uci.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian sektor Wanayasa dibantu aparatur desa dan warga langsung menyelamatkan barang yang dapat diambil dari bangunan sebelum terbawa hanyut.

Pihak desa hari ini, Selasa (23/2/2016) akan melanjutkan pembersihan material rumah yang tersisa. “Sudah dibersihkan, besok kembali dilanjutkan,” tuturnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

KPM STAI Muttaqien Bangkitkan Madrasah Mati Suri

Cidahu.com – Riuh suara bocah terdengar nyaring sekali dari dalam bangunan tua itu. Kali ini sepertinya mereka bukan sedang bermain. Karena diantara keriuhan itu sekali terdengar suara teguran orang dewasa.”Hei dengarkan, perhatikan…!! Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar” katanya seraya meminta anak anak itu mengulang bacaan doa sebelum makan tersebut bersama-sama.

Ya, begitu lah kehangatan yang terasa di gedung sekolah tua Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Tarbiyatul Islamiya di Kampung Babakan Kiara RT11 RW04 Desa Kiarapedes Kecamatan Kiarapedes. Lembaga pendidikan Nonformal yang secara khusus mengajarkan ilmu-ilmu agama islam ini kembali bangkit, setelah 12 tahun mati suri.

Kerinduan warga setempat akan adanya lembaga pendidikan yang mengajarkan keagamaan bagi keturunan mereka sudah lama dimimpikan. Namun baru kali ini mimpinya terujud. Sebelumnya sejak 2003 lalu bangunan sekolah tersebut hanya menjadi bangunan tua usang yang kosong, bahkan terkadang disukan dengan cerita seram untuk menakuti anak-anak mereka yang menangis.

Belakangan diketahui kebangkitan MDTA ini tidak lepas dari peran kelompok mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta yang sedang menggelar Kuliah Pengabdian Pasyarakat (KPM) di desa terpencil yang ada di bagian selatan Kabupaten Purwakarta tersebut.

Iwan Jamaludin salah seorang tokoh masyarakat Desa Kiarapedes, membenarkan hal itu. Menurutnya, kelompok mahasiswa ini merasa prihatin atas persoalan yang ada di desanya terkait keberadaan lembaga pendidikan nonformal yang mengajarkan tentang agama islam tersebut. Kemudian mereka membuat gagasan untuk membangkitkan MDTA yang sudah 12 tahun lamanya pakum ini.

“Namun tentunya mebangkitkan sebuah lembaga pendidikan yang sudah tidak ada muridnya selama 12 tahun ini bukan hal mudah. Masyarakatpun harus terut berperan di dalammlnya. Hingga akhirnya kami dari masyarakat dan kelompok mahasiswa itu berkerjasama hingga akhirnya berhasil menjadikan MDTA yang pernah berjaya tahun 70-an ini bangkit kembali,” katanya kepada Cidahu News, Senin (22/2/2016).

Uniknya usaha membangkitkan MDTA ini hanya butuh waktu cukup singkat sekali. Tidak kurang dari dua minggu terakhir sejak awal Februari hinga tepatnya 16 Februari MDTA kembali memiliki murid. Bahkan sudah ada guru yang secara suka rela mendedikasikan waktunya untuk mengajar pendidikan agama islam di sekolah ini.

“Saya tidak ingin bercerita panjang lebar soal kenapa selolah ini pakum. Yang jelas dulu karena tenaga pendidik yang ada, mereka pindah tugas. Semenrara di sini terjadi kekosongan guru. Hingga akhirnya ditinggalkan murid-muridnya, karena gurunya gak ada,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan yang khusus mengajarkan agama islam sudah menjadi mimpi bagi warga desanya. Untuk itu dirinya sangat berterimakasi kepada para mahasiswa yang secara tidak langsung sangat berjasa mewujudkan mimpi masyarakat Desa Kiarapedes.

Antusiasme masyarakat atas terujudnya kembali MDTA Tarbiyatul Islamiya ditujukan dengan gotong royong mereka mengumpulkan dana secara swadaya untuk memperbaiki beberapa komponen sekolah yang sudah rusak. Termasuk melakukan pengecetan ulang menghias agar sekolah kembali terlihat hidup.Bahkan membeli sejumlah buku pelajaran. “Saat ini muridnya baru sekitar 50 orang, sementara jumlah gurunya baru lima orang termasuk kepala sekolah,” katanya.

Sementara itu, koordinator kelompok mahasiswa KPM STAI DR. KHEZ Muttaqien Purwakarta, Eka Darokatunnaza mengaku cukup berbangga hati karena dengan keberhasilan membankitkan MDTA yang sudah 12 tahun mati suri ini mengisyaratkan akan keberhasilan akan program KPM yang ditugaskan dari kampusnya saja, namun keberhasilan bagi masyarakat Desa Kiarapedes. “Karena dengan tekad dan keinginan yang kuat akhirnya mimpi mereka yang ingin memiliki lembaga pendidikan nonformal yang khusus mengajarkan pelajaran agama terujud,” kata Eka.

Sebab, menurut Eka, tanpa peran masyakat tidak mungkin MDTA yang sudah pakum 12 tahun ini bisa bangkit kembali. “Kami disini hanya berperan sebagai fasilitator saja, yang ikut prihatin dan akhirnya membatu mewujudkan mimpi mereka,” tambah dia.

Eka berharap Kementrian Agama (Kemenag) Purwakarta turut membantu untuk proses selanjutnya agar keberadaan MDTA Tarbiyatul Islamiya memiliki fasiliras yang memadai, trutama untuk biaya oprasional agar sekolah dibawah binaan Kemenag ini berjalan dan tidak kembali pakum. Apalgi sekolah ini kekurangan bangku untuk fasilitas para siswa mengikuti proses pelajaran.

“Sekarang proses untuk melengkapi beberapa kekurangan itu sedang ditempuh. Kami harap diralisasikan dengan cepat. MDTA memang penting karena di sekolah formal pendidikan agama tidak terlalu didalami,” harap dia. (CN-01)

Topic:

Just For You

Bah Adang Dukung Kang Yayat jadi Ketua Hanura Purwakarta

Cidahu.com – Ketua PAC Hanura Kecamatan Sukatani, H. Engkos Koswara (Bah Adang) menegaskan dukungannya pencalonan R. Priyatana Kusumah (Kang Yayat) sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Purwakarta pada Muscab mendatang.

“Kang Yayat adalah salah satu figur pimpinan yang bisa membawa Hanura lebih besar lagi di Purwakarta, apalagi dia merupakan salah satu kader senior yang merupakan pendiri Hanura di Purwakarta,” kata Bah Adang kepada Cidahu News, Senin (22/2/2016).

Menurutnya, menghadapi suksesi melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ke-3 Partai Hanura Purwakarta harus sudah mulai berbenah. Muscab merupakan salah satu bentuk evaluasi politik partai yang berkaitan dengan sejauh mana perkembangan partai ditahun-tahun sebelumnya.

“Tentu saja merencanakan agenda-agenda partai kedepan juga harus lebih matang dan terstruktur,” imbuhnya.

Selain bertujuan untuk mencari calon Ketua DPC Hanura Kabupaten Purwakarta yang mampu membangun jaringan dari tingkat kabupaten hingga pelosok desa atau tingkat ranting.

“Yang perlu kita benahi adalah struktur di kabupaten. Sehingga di Muscab nantinya itu, betul-betul mencari calon pemimpin yang mau membesarkan partai dan bertanggungjawab, itu ada pada sosok Kang Yayat,” tegasnya.

Bah Adang juga mengungkapkan, Kang Yayat merupakan pemimpin yang bisa diharapkan, dia memiliki ketokohan dan kans di Purwakarta.

“Makanya kami mencari ketua DPC yang terbaik. Sebab partai menginginkan mendorong sendiri kadernya di Pilkada 2018 mendatang,” ungkap Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Cianting itu.

Hal senada diutarakan Ketua PAC Hanura Kecamatan Darangdan, Taryono. Dia mengatakan, seleksi calon Ketua DPC yang akan berlangsung pada Maret 2016 akan berlangsung cukup ketat.

Sebab dia berharap calon ketua tersebut lebih mengedepankan membesarkan partai dan melengkapi struktur partai maupun fasilitasnya.

“Dalam organisasi Hanura memang memang membutuhkan pengorbanan besar. Jangan mencari uang di partai. Kalau mau cari uang sebaiknya lewat jalur bisnis saja,” ujar dia. (CN-01)

Topic:

Just For You

Organda Purwakarta Dorong Pembatasan Usia Kendaraan Umum

Cidahu.com – Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kabupaten Purwakarta dorong Dinas Perhubungan setempat untuk mengimplementasikan peraturan pembatasan usia kendaraan umum di Purwakarta.

“Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengisyaratkan bahwa usia kendaraan umum dibatasi hingga 10 tahun, setelah itu harus diremajakan,” ujar Sekretaris DPC Organda Kabupaten Purwakarta, Andres Lagimin kepada Cidahu News, Minggu (21/2/2016).

Pihaknya terus mendorong intansi terkait untuk melaksanakan penertiban terhadap kendaraan-kendaraan umum yang usianya diatas 10 tahun. Nantinya, seluruh kendaraan umum yang berusia di atas 10 tahun dan masih beroperasi, harus diremajakan secara bertahap.

“Kita main jujur saja deh, yang punya angkutan umum juga tahu kok aturannya, nah kenapa banyak kendaraan sudah puluhan tahun tetap beroperasi, karena dulu masih banyak main petugas. Sekarang sudah tidak boleh lagi,” bebernya.

Andres juga mengatakan, seharusnya pemilik kendaraan secara bertahap meremajakan kendaraan miliknya. Tapi realitasnya kendaraan ditambah namun yang lama tetap dioperasionalkan.

“Akibatnya saat ini jumlah angkutan umum lebih banyak daripada jumlah penumpang. Itulah kenapa banyak yang ngetem,” katanya.

Ditambahkan Andres, Dishub diminta tidak terlalu lama bernegoisiasi tentang pelanggaran yang sudah terjadi tahunan. Secara bertahap kendaraan yang ada harus sudah diremajakan agar menekan kelebihan jumlah unit angkutan umum. (CN-01)

Topic:

Just For You

Hindari Perpecahan, Kader Diminta Dukung Penuh Rekonsiliasi Golkar

Cidahu.com – Guna menghindari kegaduhan pra-rekonsiliasi di DPP Partai Golkar. Kader Golkar di daerah diminta untuk tidak melakukan langkah-langkah yang bisa menimbulkan perpecahan.

“Semua kader Golkar baik di daerah maupun di pusat harus mendukung sepenuhnya proses pembenahan Golkar secara nasional yang kini sedang berlangsung,” kata salah satu Kader Senior Partai Golkar Purwakarta, H. Castono, S.Ag, MH kepada Cidahu News, Minggu (21/2/2016) di Bungursari.

Menurutnya, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar dijadwalkan paling cepat akhir Maret atau selambat-lambatnya pada awal April 2016 tahun ini. Bagi kader yang ingin berkiprah secara struktural hendaknya bisa menunggu proses Munas selesai.

“Lebih baik, sekarang kader Golkar bisa bekerja untuk kemanfaatan masyarakat, jangan terlalu memikirkan ambisi-ambisi politik saja,” imbuhnya.

Sebab, lanjut Castono hingga kini, peta politik ditataran nasional belum mencair seratus persen. Untuk itu semua pihak yang berkepentingan dengan Partai Golkar diminta bersabar dan waspada.

“Dengan sikap tersebut maka akan mengindari perpecahan ditubuh Golkar, mari kita tunjukan rasa memiliki kita terhadap Golkar,” ujarnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Milad 16, FPI Purwakarta Gelar Aksi Sosial

Cidahu.com – Menegaskan eksistensi Front Pembela Islam (FPI) di Kabupaten Purwakarta. Pada Milad ke-16 DPW FPI Purwakarta menggelar berbagai aksi sosial. Selaian aksi damai dengan konvoi kendaraan, lembaga tersebut melakukan donor darah bersama PMI setempat, Jumat (19/2/2016).

“Alhamdulillah, ini dalam rangka milad FPI Purwakarta ke 16, dimulai dari bada subuh, kita melakukan silaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat, lalu dilanjut paginya dengan donor darah bersama PMI, setelah shalat jumat, kita melakukan konvoi damai keliling Kota Purwakarta, puncaknya kita gelar tablig akbar malam ahad nanti menghadirkan Ketua DPD FPI Jabar, KH. Abdul Qohar,Lc,” ungkap Sekum DPW FPI Purwakarta, Ust. Dadang Sadusin kepada sejumlah awak media.

Selain itu, Ustad Dadang juga menyinggung berbagai permasalahan yang terjadi di Purwakarta, FPI lanjut dia, telah mengeluarkan pernyataan sikap atas hal tersebut seperti, mendesak kepada segenap aparat penegak hukum, untuk penegakan hukum secara obyektif, proposional dan profesional. “Kita juga menghimbau kepada segenap aparatur pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif agar bertindak arif, bijaksana dan aspiratif yang mengedepankan keinginan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Ustad Dadang juga menambahkan, himbauan kepada masyarakat Purwakarta, untuk tidak terprovokasi dan bertindak anarkis, mengedepankan dan menghormati hukum yang berlaku serta bertindak secara konstitusional. “Yang lebih penting adalah tidak melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan fitnah dan perpecahan,” tuturnya.

Dari pantauan Cidahu News, pawai konvoi kendaraan yang dilakukan FPI Purwakarta mendapat pengawalan yang cukup ketat dari aparat keamanan.

Konvoi berawal dari Sekretariat FPI Purwakarta di Gang Cendrawasih (Jalan Kapten Halim) kemudian ke Jalan Basuki Rahmat-Jalan Ahmad Yani-Ibrahim Singadilaga-Jalan Baru-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan KK Singawinata, dan berakhir di Sekretariat di Gang Cendrawasih. (CN-01)

Topic:

Just For You

Cara Mengatasi Akun Facebook yang Terkena Spam Menyebarkan Gambar Tak Senonoh

OPINI, Cidahu.com – Seperti dilansir Purwakarta Post (18/02/2016), organisasi Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP) meminta agar kepolisian dan pemerintah daerah mengeluarkan rekomendasi kepada Kemenkominfo agar tiga akun di jejaring sosial terbesar yaitu Facebook dan Twitter diblokir.

Menanggapi hal itu, mungkin akun pengguna media sosial tersebut yang diblokir tidak mungkin media sosialnya, karena hal ini akibat ulah pengguna medsos sendiri. Kebiasaan posting aktivitas LGBT ini merupakan spaming, perlu waspada meski Anda bukan yang melakukannya.

Sering Anda liat pada wall atau di grup-grup Facebook yang menyebarkan PIN BB, gambar dan video yang berbau por*o. Untuk soal PIN BB mungkin ini aktivitas yang perlu diwaspadai jangan asal invite, walaupun namanya atas Isyana Sarasvati atau Raisa 😀

Aktivitas ini sering dilakaukan dengan cara tag-mengetag secara otomatis tanpa Anda sadari. Untuk mengecek akun Anda apakah terkena spam atau tidak bisa dicek pada Profil > Lihat Log Aktivitas.

Lihat Log Aktivitas

Lihat Log Aktivitas

Jika akun terkena spam menyebarkan gambar lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT) segera atasi dengan cara, Masuk ke Facebook > Pengaturan Aplikasi > lalu hapus aplikasi yang mencurigakan, bila perlu hapus semua 😀

Jangan sampai hal diatas itu teralami, jadi harus tahu cara mencegahnya. Berikut ini cara mencegah akun Facebook terkena spaming LGBT:

1. Jangan terpancing oleh gambar seks yang berupa video namun bukan video melainkan gambar, sehingga bila diklik bukan nge-play malah menuju pada halaman tertentu yang tak ada gunanya, alias nyasar da lain video etamah bro 😀

2. Jika anda di tag oleh teman, langsung saja blokir pengguna tersebut, kecuali jika itu teman dekat anda bisa langsung tanyakan, apakah di tag dengan sengaja atau tidak. Biasanya dia juga terkena spam teman di Facebooknya, jadi saling taut-menaut.

3. Jika anda peduli, bila menemukan sebuah tautan atau gambar yang berbau por**/LGBT bisa langsung laporkan ke Facebook dan blokir user tersebut.

Saran saja, daripada klik kayak gituan mending klik www.cidahu.com bro.. 😀 Salam.

Topic:

Just For You