Purwakarta

GP Ansor Purwakarta Jaring Balon Ketua

GP Ansor Purwakarta Jaring Balon Ketua

Cidahu.com – Jelang Konferensi Cabang (Konfercab) yang diagendakan April mendatang. Kini, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purwakarta mulai menjaring bakal calon (balon) ketua.

“April mendatang apabila tidak ada perubahan waktu akan dilaksanakan Konfercab GP Ansor Purwakarta. Untuk itu, mulai Maret ini panitia konfercab akan melakukan konfensi menjaring bakal calon ketua, dalam pelaksanaannya akan melibatkan NU yang bertindak sebagai dewan juri,” kata Ketua GP Ansor Kabupaten Purwakarta, Ahmad Anwar Nasihin kepada Cidahu News, Selasa (1/3/2016).

Menurutnya, selaku PC GP Ansor Purwakarta, pihaknya akan melaksanakan amanat organisasi sesuai petunjuk PD/PRT dan PO GP Ansor. Dimana konfercab dilaksanakan di tingkat cabang/kabupaten dalam jenjang waktu empat tahun sekali.

“Kami akan membuka peluang kepada seluruh kader Ansor di setiap tingkatan baik kabupaten, kecamatan maupun desa berhak mencalonkan sebagai Ketua PC GP Ansor, asal sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar Anwar, ditemui di Sekretariat di Jalan Ibrahim Singadilaga, Pasar Hayam.

Dia juga menjelaskan sejumlah persyaratan untuk bisa menjadi ketua Ansor, diantaranya; aktif sebagai pengurus minimal selama satu periode kepengurusan, pernah mengikuti pelatihan kader tingkat kabupaten dan provinsi dan usia maksimalnya 40 tahun.

“Hal itu merupakan syarat pokok. Adapun untuk materi konfercab dan tata-tertibnya sedang dirumuskan oleh panitia selanjutnya akan dimusyawarahkan dengan PC dan PAC GP Ansor se-Kabupaten Purwakarta,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Anwar, untuk mekanismea pemilihan Ketua GP Ansor pada konfercab ke-9 ini berbeda dengan sebelumnya. Sekarang Ranting Ansor ikut serta menjadi pemilih (punya hak pilih) tidak hanya PAC saja.

“Jadi kalau di Purwakarta ada 17 PAC dan 192 Ranting. Syarat menjadi bakal calon ketua harus mengantongi rekomendasi tertulis minimal dari 20 ranting dan 3 PAC, jika sudah memiliki rekomendasi tersebut, baru dianggap sah sebagai bakal calon,” bebernya.

Secara teknis melalaui penjaringan, lanjut Anwar, bukan berarti orang di luar Ansor bisa ikut dalam bursa pencalonan, ttapi harus kader Ansor pasalnya Ansor merupakan organisasi terbuka dengan sistim kaderisasi tertutup.

“Jadi yang harus menjadi ketua GP Ansor harus asli produk Ansor itu sendiri. Melalui sistim kaderisasi. Jumlah anggota kita sangat banyak dari mulai Ansor dan Banser, untuk Purwakarta berdasarkan data base tahun 2015 sebanyak 135.670 anggota,” jelasnya.

Dia berharap Ketua Ansor terpilih nantinya harus benar-benar mempunyai kompetensi dan kemampuan yang hebat. Baik pendidikan pesantrennya maupun akademiknya. Minimal bisa baca kitab kuning dan mapan dalam berdiskusi serta ceramah keagamaan dan kebangsaan.

Anwar meyakini jebolan-jebolan Ansor baik ditingkat daerah maupun nasional banyak yang sudah meraih kesuksesan menjadi tokoh nasional. Itu bentuk saide efek dari berorganisasi, kader Ansor hari ini akan menjadi pemimpin di NU yang akan datang ini merupakan bentuk kaderisasi di NU.

“Saya yakin banyak kader-kader Ansor Purwakarta yang berkualitas untuk menjadi ketua nanti, ada H. Budi S Muplih sekarang Sekjen dan anggota DPRD Purwakarta, Ramlan Maulana Ketua ISNU dan juga Anggota KPU Purwakarta, H. M. Mahmud Bendahara GP Ansor dan Putra KH. Adang Badrudin, Asep Saepudin, Didin Saprudin, Asep Muslim dan tentu masih banyak yang lainnya,” ungkapnya.

Menutup Anwar mengatakan, pada konfercab mendatang dia tidak akan maju lagi menjadi calon ketua Ansor Purwakarta, menurutnya satu periode saja sudah cukup.

“Bagi saya, kalau urusan khidmat di NU tidak mesti harus jadi Ketua Ansor, jadi apapun siap mengabdi untuk NU. Mungkin akan meneruskan berjuang di partai politik untuk mengaplikasikan perjuangan Islam aswaja dalam amar ma’ruf nahimunkar dalam bernegara, saya akan meminta izin dulu ke kiai-kiai sepuh,” pungkasnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top