Peristiwa

PT. Malindo Dianggap Langgar GCG

Aparat desa Cipeudeuy diskusikan pelanggaran PT. Malindo

Cidahu.com – Perusahaan peternakan ayam Malaysia-Indonesia (PT. Malindo) yang berlokasi di Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong dianggap melanggar ketentuan Good Corporate Governance (GCG).

Kepala Bidang Konserpasi Reboisasi Sumberdaya Alam (Kabid KRSDA) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Purwakarta, Jaenudin, SH mengatakan, dari analisis yang telah dilakukan terhadap PT. Malindo dapat disimpulkan, bahwa perusahaan tersebut tidak memperhatikan amdal, keamanan lingkungan, dan kesesuaian diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat.

“Tidak ada responsibility di perusahaan tersebut, sini perusahaan harus memperhatikan amdal kajian mengenai dampak besar dan pentingnya suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha,” kata Kabid, belum lama ini.

Menurutnya, diduga perusahaan juga telah melanggar PP 34/2008 Tentang Air. Pasal 50 tentang penyediaan air. Dalam pasal 47 ayat 3 huruf b dijelaskan, juga didalam pasal 61-65 dan pasal 66 tentang pengendalian daya rusak yang diatur dalam peraturan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Begitu juga didalam bab IV di jelaskan tentang perijinan atau tata cara memperoleh perijinan yang di atur salam pasal 67 ayat 1, bahwa untuk memperoleh ijin pemakaian air tanah atau pengusahaan air tanah setiap pemohon secara tertulis wajib mengajukan permohonan secara tertulis kepada bupati atau walikota dengan tembusan kepada menteri dan gubernur serta harus melampirkan peruntukan nya karena di dalam Bab VIII juga ada yang di sebut sanksinya,” beber Jaenudin.

Dia katakan berikutnya, PT. Malindo juga terancam dicabut ijinnya, sesuai dengan pasal 92 ayat 1 dan ayat 2 bahwa bupati atau walikota akan memberikan sanksi kepada setiap pemegang ijin yang melanggar ketentuan sebagaimana yang telah di atur dalam pasal 67, 70, 71, 77 dan pasal 78.

“Sangsi yang diberikan meliputi, peringatan tertulis, selama tiga kali dalam sebulan. Penghentian sementara seluruh kegiatan selama tiga bulan dan terakhir sangsi berupa penutupan ijin perusahaan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong, Usep mengatakan, PT. Malindo adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam yang telah beroperasi diwilayah Kampung Pasir Madang RT05 RW03 Desa Cipeundeuy.

“Perusahaan tersebut bermasalah terkait pengeboran air tanah, selain pengelolaan limbah tidak dikelola dengan baik, persoalan dengan warga sekitar pun tak henti-hentinya muncul, warga masyarakat kampung pasir madang dan sekitarnya mempertanyakan CSR juga belum ada kejelasan hingga kini,” ungkap Kades.

Padahal, perusahaan tersebut sudah berdiri serta mengelola peternakan ayam sejak 1994 sampai dengan sekarang dengan produksi dari petelur hingga penetasan ayam.

“Jika berbicara terkait CSR, perusahaan tidak memenuhi kesepakatan, artinya pembagiannya tidak sesuai seperti undang-undang yang mengatur tentang pembagian hasil,” ujar Usep. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top