Purwakarta

“Take Over” Pasar Jumaah Purwakarta Dianggap Langgar PP 27/2014

Pasar Jumaah Purwakarta

Cidahu.com – Rencana Pemkab Purwakarta yang akan “menkerjasamakan” pengelolaan aset daerah (Pasar Jumaah) dengan pihak ketiga dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Purwakarta, Sutisna, SH, MH mengatakan, pada prinsipnya Fraksi PDIP mendukung segala bentuk peningkatan pembangunan daerah yang selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan sejalan dengan peningkatan pendapatan daerah.

“Akan tetapi, jika hal itu berkaitan dengan take over atau kerjasama dengan pihak ketiga yang bersinggungan dengan aset daerah ada beberapa azas yang harus menjadi bahan pertimbangan,” katanya kepada Cidahu News, Rabu (9/3/2016)

Ditemui disela-sela Rapat Koordinasi DPC PDIP di Sekretariat PDIP Jalan Siliwangi, Wakil Rakyat dari Dapil VI Purwakarta itu menambahkan, jika melihat PP 27/2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah setidaknya ada Empat azas yang harus menjadi pertimbangan yaitu, azas transparansi, azas efesiensi, azas kepastian hukum dan azas kepastian nilai.

“Belum lagi hal-hal yang timbul ditataran akar rumput, yang hari ini sedang menggunakan aset daerah tersebut,” imbuhnya.

Dihubungi sebelumnya, salah satu Tokoh Pendiri Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Jumaah, A. Harist Yogie mengatakan, rencana Pemkab tersebut dinilai terburu-buru dan belum melewati kajian-kajian sosial kemasyarakatan yang berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan akibat take over pengelolaan aset tersebut.

“Sosialisasi dan pendekatan dengan warga dan pedagang yang sekarang menggantungkan hidupnya di Pasar Jumaah, juga seharusnya dilakukan jauh hari sebelumnya, jangan maen gabred-gabred saja,” ungkap Yogie.

Menurutnya, bila masalah pasar mengemuka maka sektor lain juga turut mempengaruhi atau terkena dampaknya.

“Eksistensi pasar terkait erat dengan masalah kebijakan, perencanaan pembangunan, tata ruang wilayah, PAD, keberpihakan hingga soal kesejahteraan warga disekitarnya,” bebernya.

Sebagai Warga Pasar Jumaah, dia berharap Pasar Jumaah ke depannya semakin berkembang dan tetap tertata rapih, para pedagang pun harus ikut berpartisipasi dalam menjaga pasar tersebut. “Karena Pasar Juma’ah adalah tempat perputaraan ekonomi yang potensial. Agar lebih berkembang, maka harus ada perhatian dari semua pihak,” imbuhnya.

Hingga berita ini ditulis, Kepala UPTD Pasar Jumaah-Pasar Leuwi Panjang, Yani Swakotama belum bisa dikonfirmasi, dihubungi melalui selulernya tidak ada jawaban. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top