Politik

Peran Warga dalam Pekan Imunisasi Belum Maksimal

Hj. Neng Supartini P, S.Ag

Cidahu.com – Wakil Ketua DPRD Purwakarta Hj. Neng Supatini P, S.Ag menilai peran serta masyarakat dalam Pekan Imunisasi Nasional (PNI) yang diagendakan pemerintah sejak 8-15 Maret 2016 mendatang dirasa belum maksimal.

“Hal itu bisa dilihat dari minimnya warga yang membawa balitanya untuk diimunisasi di sejumlah wilayah, salah satunya di wilayah Kecamatan Campaka,” katanya, Minggu (14/3/2016).

Padahal, menurut Politisi PKB Purwakarta itu, hal ini diadakan sebagai salah satu upaya pemerintah Indonesia yang juga ikut dalam gerakan Dunia Bebas Polio. Indonesia sendiri telah dinyatakan bebas polio sejak tahun 2104 oleh WHO.

“Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat efektif untuk mencegah penyakit polio. Inilah sebabnya, orang tua perlu memberikan imunisasi polio pada anak-anaknya. Jadi apabila orang tua memiliki anak berusia 0-59 bulan atau kurang dari 5 tahun, perlu mengikuti PIN Polio 2016 untuk mendapat imunisasi polio oral,” ungkap Teh Neng, begitu dia biasa disapa.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Purwakarta itu juga menambahkan, tempat pemberian imunisasi dilaksanakan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu (Pustu), klinik swasta dan rumah sakit serta pos pelayanan imunisasi lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat.

“Yang perlu diperhatikan, sebaiknya tunda dulu rencana memberikan imunisasi polio ini apabila anak sedang sakit (demam atau sakit berat lainnya). Imunisasi boleh diberikan apabila anak menderita batuk pilek saja tanpa demam,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam sosialisasi pelaksanaan PIN Polio yang dilakukan serentak secara nasional itu akan menyasar anak berusia 0-59 bulan 29 hari atau usia 0-5 tahun kurang sehari, tanpa melihat pemberian imunisasi sebelumnya yang telah diberikan. “Jadi meskipun anak-anak sudah mendapatkan imunisasi lengkap, anak tetap mendapatkan imunisasi polio,” katanya.

Ia menyarankan agar para orang tua yang mempunyai anak balita untuk memanfaatkan program tersebut. Karena itu, anak-anak yang masuk dalam kategori usia tersebut nantinya wajib mendapatkan PIN Polio di setiap pusat pelayanan kesehatan termasuk posyandu dan puskesmas secara gratis. Sekali lagi, peran orang tua dalam memperhatikan kesehatan balita menjadi hal utama, dengan program PIN menjadi sarana dalam upaya meningkatkan kesehatan anak balita.

“Peran serta masyarakat sangat diharapkan datang ke pusat layanan kesehatan dan membawa anak-anaknya untuk mendapatkan imunisasi polio,” ujarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top