Purwakarta

Rencana Alih Fungsi Pasar Jumaah Purwakarta Disesalkan Warga

Hamzah Fauzi Nazaruddin

Cidahu.com – Rencana alih fungsi Pasar Jumaah (Pasjum) yang akan digunakan mall dan hotel disesalkan oleh Warga di RW 02 dan 06 Kelurahan Nagri Kaler. Pasalnya, Pemkab hingga kini, belum melakukan komunikasi terkait hal tersebut dengan warga sekitar pasar maupun pedagang.

“Padahal wacana ini sudah beredar luas dimedia masa. Rencana Kang Dedi membangun mall dan hotel di Pasar Jumaah idealnya melibatkan pedagang pasar dan warga setempat,” kata salah satu Tokoh Muda setempat, Hamzah Fauzi Nazaruddin kepada Cidahu News, Kamis (17/3/2016).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua RW 02 Kelurahan Nagri Kaler itu menambahkan, pihaknya mendukung sepenuhnya pada rencana Bupati yang ingin menjadikan Purwakarta sebagai kiblat pariwisata. Namun tentunnya komunikasi antar pemerintah dan lingkungan harus dibangun secara maksimal dan terbuka.

“Saya dukung kok program Bupati untuk kemajuan Purwakarta, hanya saja dampak dari pembangunan tersebut jangan sampai merugikan masyarakat dan pedagang yang sudah lama ada diwilayah Pasar Jumaah. Solusinya, mari kita duduk bersama, pemerintah dan warga,” tegasnya.

Senada dengan Hamzah, Nonoman Aster Pasar Jumaah Deni Sehabudin menginginkan, bahwa pembangunan yang ada di Purakarta haruslah mengedepankan aspek sosial dan ekonomi yang berorientasi pada peningkatan pendapatan bagi pedagang dan warga sekitar.

“Jangan sampai sebaliknya, pribumi hanya menjadi penonton saja. Purwakarta istimewa adalah Purwakarta dimana masyarakatnya memiliki peningkatan yang tidak hanya dari aspek budayanya, tapi peningkatan ekonominya juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Deni.

Para Tokoh Muda itu berharap Purwakarta bisa lebih maju dan kondusif, sehingga pembangunan masif yang ada di Purwakarta membawa berkah untuk semua warga Purwakarta.

Dihubungi terpisah, Tokoh Masyarakat RW 06 Kelurahan Nagri Kaler, A. Harist Yogie mengatakan, terlepas dari latar belakang rencana pengalihfungsian Pasar Jumaah. Dia berharap Pemkab tidak melupakan sisi historis keberadaan Pasar Jumaah yang sudah menjadi ikon Purwakarta itu.

“Ada ungkapan, Jas Merah, jangan sampai merlupakan sejarah. Mau dibangun apapun pasar tersebut, seharusnya tidak melepaskan nama Pasar Jumaah-nya,” ungkapnya.

Hal yang tak kalah penting, tambah Kang Yogie, hasil dari perubahan apapun atas Pasar Jumaah, harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top