Purwakarta

BBM Turun Gope, Tarif Angkutan Ogah Ngikut

BBM Turun Gope, Tarif Angkutan Ogah Ngikut

Cidahu.com – Pemerintah kembali menurunkan harga BBM per 1 April 2016 dikisaran Rp 500. Hanya saja sejumlah operator angkutan umum di Purwakarta enggan menurunkan ongkos penumpang.

“Bukan tidak mau menurunkan ongkos penumpang, pada prinsipnya kita akan ikuti aturan dari pemerintah. Hanya saja, pertimbangan harga suku cadang dan setoran ke pemilik angkutan juga pada kenyataannya malah terus mengalami kenaikan,” kata salah satu Pengemudi Angkutan Kota Jalur Maracang-Pasawahan (Jalur 08), Joy Sarif (53), Kamis (31/3/2016).

Sementara itu, Pengemudi Angkot Jalur Pasar Rebo-Maracang (Jalur 07) Yayan Sopian (36) mengatakan, pada saat harga BBM sudah diturunkan dia tidak begitu mempermasalahkan jika ada penumpang yang membayar kurang. “Apalagi penumpang yang jaraknya dekat, kita toleransi saja,” ujarnya.

Yayan mengungkapkan, penyesuaian harga premium dan solar sebelumnya membuat penghasilan mereka sedikit bertambah. Karena biaya operasional untuk membeli bahan bakar berkurang.

“Turun harga bensinnya juga sedikit. Jadi dengan ongkos yang biasa Rp4.000 hanya nambah sedikit saja keuntungan kami,” katanya. Dia menolak keinginan penumpang untuk menurunkan ongkos.

Sebab, menurut dia meskipun harga BBM turun, biaya perawatan kendaraan dan sparepart tidak turun. Ditambah lagi jumlah setoran juga tidak turun. “Jika setoran juga tidak berubah, bahan bakar yang lebih murah juga belum banyak menguntungkan,” ungkapnya.

Salah seorang pengguna angkutan umum, Lilis Nurseha (36) berharap, saat harga bahan bakar mengalami penurunan, pemerintah juga dapat menyesuaikan tarif angkutan yang lebih murah. Menurutnya, selisih pendapatan, akibat penurunan bahan bakar yang berimbas pada tarif angkutan dapat dialihkan pada kebutuhan lainnya.

“Jika bensin sudah turun, harusnya ongkos juga ikut turun. Jadi bisa beli yang lain,” kata warga Desa Cirende Kecamatan Campaka itu.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPC Organda Kabupaten Purwakarta, Andreas Lagimin mengatakan, belum berkomunikasi dengan pemerintah terkait dampak penurunan harga BBM pada tarif angkutan. Menurut dia, penurunan harga BBM ini hanya menambah penghasilan sopir angkutan sebesar Rp200. Karena saat premium dan solar naik Rp2.000/liter tempo hari, tarif rata-rata naik Rp1000.

“Kami (Organda) masih teliti lagi dampak penurunan BBM terhadap tarif angkutan. Tapi penurunannya hanya berdampak tipis bagi sopir. Sebisa mungkin, tidak ada penurunan tarif saja. Jika pun harus diturunkan menurut dia, paling realitis tarif angkot berkurang sekitar 3 persen dari yang berlaku saat ini,” bebernya.

Dihubungi melalui selulernya, Anggota Komisi III DPRD Purwakarta Dadang Sudirman mengatakan, idealnya yang berkaitan dengan penurunan atau penaikan tarif angkutan umum merupakan domain dari eksekutif. Legislatif hanya bersipat mengetahui saja.

“Pada prinsipnya harus dilakukan dulu kajian yang mendalam yang melibatkan berbagai stekholder yang ada didalam permasalahan angkutan. Tentu saja hasilnya jangan sampai merugikan warga sebagai pengguna angkutan dan juga para operator dan pengusaha angkutan. Yang namanya ada kenaikan tau penurunan BBM, pasti ada penyesuaian tarif angkutan,” ujarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top