Harga All New Honda CBR150R 2016, Tampang dan Mesin Baru Yang Gahar

Cidahu.com – Bulan Februari kemarin, PT AHM akhirnya resmi menghadirkan motor sport terbarunya. Seperti yang diduga banyak pihak, Honda akhirnya merilis Honda CBR150R 2016. Motor ini pun langsung menjadi perhatian pecinta roda dua tanah air. Pasalnya, motor sport Honda ini menghadirkan tampilan yang lebih segar dibanding versi pendahulunya. Tidak hanya itu, Honda juga dikabarkan mengubah sektor mesin sehingga motor semakin nyaman diajak ngebut maupun santai harian.

All New Honda CBR150R tampil lebih agresif dan inovatif. Desain ini membuat pengguna bisa tampil lebih percaya diri dan lebih elegan saat mengendarai motor ini di jalan raya. Honda juga dikabarkan menggunakan sasis yang lebih ringan sehingga akselerasi motor bisa lebih mantap dan stabil. Bahkan Honda mengklaim Honda CBR150R 2016 lebih ringan hingga 5 KG dibanding versi sebelumnya.

Dibagian depan, motor terbaru Honda ini bahkan menggunakan lampu model dual eyes yang tampak ramping dan memberikan pencahayaan jelas kala malam hari. Untuk lampu belakang, motor sport ini juga sudah dibekali lampu LED.  Kesan modern terlihat dari pengguna speedometer dengan panel dan tampilan digital yang memberikan informasi lebih baik. Untuk kaki – kaki, Honda CBR150R menggunakan kaki – kaki yang cukup gambot sehingga nyaman digunakan di trek lurus maupun tikungan.

PT Astra Honda Motor akan menawarkan 4 warna pada Honda CBR150R2016 yakni Hitam, Putih, Honda Racing merah dan MotoGP edition. Untuk warna MotoGP, Honda mendesain motor terbaru ini mirip dengan tunggangan Dani Perdrosa dan Marc Marquez.

Pada bagian mesin, New Honda CBR150R 2016 mengusung mesin berkapasitas 150 cc berteknologi DOHC 4-valve dengan dukungan transmisi manual 6 percepatan berpendingn cairan. Mesin ini diklaim sanggup menghasilakan tenaga hingga 17,1 ps pada putaran 9000 RPM dan torsi puncak 13,7 Nm pada 7000 RPM. Tidak hanya itu, mesin motor sport terbaru ini juga sudah hemat bahan bakar karena menggunakan teknologi injeksi. Motor ini bahkan bisa menempuh 39 km dengan 1 liter bensin.

Honda CBR150R 2016 akan dijual dengan harga 32,5 jutaan untuk versi merah dan putih. Harga 33,1 juta untuk versi Honda Racing merah dan harga 33,3 juta untuk versi MotoGP.

Topic:

Just For You

Tolak Alih Fungsi, IWAPA Pasjum Geruduk Dewan

Cidahu.com – Tolak pengalihan kerjasama pengelolaan Pasar Jumaah, ratusan massa yang tergabung dalam Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Pasar Jumaah datangi Gedung DPRD Purwakarta, Jumat (18/3/2016).

Dalam pertemuan yang diterima oleh Pansus Penghapusan Aset dan Pengalihan Kerjasama Pasar Jumaah itu, para pedagang menyatakan penolakannya terhadap rencana Pemkab Purwakarta yang akan mengalihkan pengelolaan Pasar Jumaah menjadi mall dan hotel.

“Kita tegaskan penolakan terhadap rencana Pemkab Purwakarta terkait pengalihan kerjasama pengelolaan Pasar Jumaah,” kata Ketua IWAPA Pasar Jumaah, Iwan Sopwan Arif kepada wartawan.

Menurut, Iwan setidaknya ada 9 poin pernyataan sikap sebagai dasar penolakan para pedagang dan warga terhadap rencana tersebut, diantaranya karena Pasar Jumaah baru saja ditata oleh Pemkab baru 2 tahun kebelakang, dampak sosial dari penataan tersebut masih sangat dirasakan oleh para pedagang pada saat ini.

“Dan Surat Izin Penggunaan Kios (SIPK) yang kami miliki berlaku hingga tahun 2018. Bangunan Pasar Jumaah menurut kami sampai saat ini masih layak pakai, sampai tahun 2020, sesuai dengan uji kelayakan yang pernah dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pansus Penghapusan Aset dan Pengalihan Kerjasama Pasar Jumaah yang dipimpin oleh H.Komarudin, SH, MH meminta warga pasar untuk bersabar menunggu kerja Pansus yang akan mulai bekerja selama 14 hari kedepan.

“Kita meminta kerjasamanya, agar kami bisa menyelesaikan pekerjaan sebagai Pansus yang berkaitan dengan Pasar Jumaah, para pedagang mohon bersabar,” katanya kepada ratusan pedagang. (CN-01)

Topic:

Just For You

Rencana Alih Fungsi Pasar Jumaah Purwakarta Disesalkan Warga

Cidahu.com – Rencana alih fungsi Pasar Jumaah (Pasjum) yang akan digunakan mall dan hotel disesalkan oleh Warga di RW 02 dan 06 Kelurahan Nagri Kaler. Pasalnya, Pemkab hingga kini, belum melakukan komunikasi terkait hal tersebut dengan warga sekitar pasar maupun pedagang.

“Padahal wacana ini sudah beredar luas dimedia masa. Rencana Kang Dedi membangun mall dan hotel di Pasar Jumaah idealnya melibatkan pedagang pasar dan warga setempat,” kata salah satu Tokoh Muda setempat, Hamzah Fauzi Nazaruddin kepada Cidahu News, Kamis (17/3/2016).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua RW 02 Kelurahan Nagri Kaler itu menambahkan, pihaknya mendukung sepenuhnya pada rencana Bupati yang ingin menjadikan Purwakarta sebagai kiblat pariwisata. Namun tentunnya komunikasi antar pemerintah dan lingkungan harus dibangun secara maksimal dan terbuka.

“Saya dukung kok program Bupati untuk kemajuan Purwakarta, hanya saja dampak dari pembangunan tersebut jangan sampai merugikan masyarakat dan pedagang yang sudah lama ada diwilayah Pasar Jumaah. Solusinya, mari kita duduk bersama, pemerintah dan warga,” tegasnya.

Senada dengan Hamzah, Nonoman Aster Pasar Jumaah Deni Sehabudin menginginkan, bahwa pembangunan yang ada di Purakarta haruslah mengedepankan aspek sosial dan ekonomi yang berorientasi pada peningkatan pendapatan bagi pedagang dan warga sekitar.

“Jangan sampai sebaliknya, pribumi hanya menjadi penonton saja. Purwakarta istimewa adalah Purwakarta dimana masyarakatnya memiliki peningkatan yang tidak hanya dari aspek budayanya, tapi peningkatan ekonominya juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Deni.

Para Tokoh Muda itu berharap Purwakarta bisa lebih maju dan kondusif, sehingga pembangunan masif yang ada di Purwakarta membawa berkah untuk semua warga Purwakarta.

Dihubungi terpisah, Tokoh Masyarakat RW 06 Kelurahan Nagri Kaler, A. Harist Yogie mengatakan, terlepas dari latar belakang rencana pengalihfungsian Pasar Jumaah. Dia berharap Pemkab tidak melupakan sisi historis keberadaan Pasar Jumaah yang sudah menjadi ikon Purwakarta itu.

“Ada ungkapan, Jas Merah, jangan sampai merlupakan sejarah. Mau dibangun apapun pasar tersebut, seharusnya tidak melepaskan nama Pasar Jumaah-nya,” ungkapnya.

Hal yang tak kalah penting, tambah Kang Yogie, hasil dari perubahan apapun atas Pasar Jumaah, harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Duel New Suzuki Satria F150 Injeksi dan Honda Sonic 150R di Kelas Motor Bebek Sport 2016

Cidahu.com – Tahun 2016 ini pasar Indonesia kedatangan dua motor bebek sport baru yakni Honda Sonic 150R dan disusul kemudian Suzuki Satria FU Injeksi. Kedua motor jenis Ayago ini tentu menawarkan spesifikasi mesin dan fitur yang berkualitas. Apalagi, kedatangan Honda di kelas ini memang untuk menggoyang pasar Suzuki di kelas motor bebek sport 150cc. Namun, diantara kedua motor terbaru ini, manakah yang terbaik.

Desain

Melihat bagian desain, kedua motor ayago baik Suzuki Satria FU Injeksi maupun Honda Sonic 150R tampil dengan body yang lebih segar. Satria terbaru tampil lebih gagah dan lebih futuristic dengan desain lampu yang lancip. Berbeda dengan Sonic terbaru yang tampak lebih gambot dan lebih tampak elegan dibanding aroma sporty.

Walaupun demikian, kedua motor bebek sporty ini tetap nyaman dikendarai baik di perkotaan ataupun jarak jauh.

Performa

Kedua motor terbaru ini, Suzuki Satria FU Injeksi dan Honda Sonic 150R menggunakan mesin berkapasitas 150 cc dengan teknologi DOHC. Kedua mesin juga sudah menggunakan teknologi injeksi. Honda dan Suzuki sama–sama menggunakan mesin DOHC dengan liquid cooled yang diklaim irit dan bertenaga.

Pembeda mesin ini justru karakter saat digeber dijalanan. Suzuki mempunyai mesin DOHC yang overbore mampu menghasilkan power 18,5 ps pada 10,000 rpm dan torsi puncak 13,8 NM pada 8500 RPM. Berbeda dengan Honda yang menggunakan mesin DOHC Overstroke. Mesin ini mampu menghasilkan power 16 PS pada 9000 RPM dan torsi maksimal 13,5 NM pada 6500 RPM. Tentu secara kasat mata, mesin Susuki Satria FU Injeksi lebih unggul dibanding Honda Sonic 150R.

Dengan spesifikasi ini maka tak heran Suzuki Satria FU Injeksi mulai laris manis dipasaran dan mulai meninggalkan Honda Sonic 150R. Bahkan pada bulan Februari kemarin, Suzuki Satria FU injeksi terjual sebanyak 10.065 unit, sedangkan Sonic 150R hanya terjual 1910 unit saja. Padahal dari sisi harga Suzuki Satria FU injeksi ini dilepas dengan harga 21,95 juta OTR dan harga Honda New Sonic 150R berkisar 20,9 juta.

Jadi pilih mana Suzuki Satria FU Injeksi atau Honda Sonic 150R?

Topic:

Just For You

PDIP Mulai Panaskan Mesin Partai

Cidahu.com – Diagendakan, Minggu 20 Maret 2016 di Gedong Sigrong Jalan Siliwangi Purwakarta, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin, SE, MM akan menggelar Konsolidasi Struktural untuk Pemenangan Partai.

“Rencananya agenda tersebut akan melibatkan ratusan struktur mesin partai mulai dari DPC, PAC, Ranting, Badan-badan dan sayap partai,” kata Ketua DPC PDIP Purwakarta, Acep Maman kepada Cidahu News, Kamis (17/3/2016).

Menurutnya, Purnawirawan Mayor Jenderal TNI itu sudah menegaskan dirinya untuk masuk bursa pencalonan Gubernur Jawa Barat pada Pilkada mendatang.

“Guna menghadapi hal itu, sejak dini persiapan mesin partai harus sudah maksimal, kita panaskan mesin partai dengan konsolidasi yang masif,” bebernya.

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Kecamatan Babakan Cikao, Agie Iesmayana Permana, terkait agenda tersebut mengatakan, seseorang yang akan maju dalam Pemilukada dalam kenyataannya harus memiliki kendaraan politik yaitu partai politik yang mengusungnya, walaupun calon independen itu ada, tetap saja nilai partisipasi parpol dalam hal ini masih merupakan hal yang sangat signifikan terhadap hasil pemilu.

“Untuk Pilgub Jabar, kita akan usung Tb Hasanuddin, untuk internal DPC PDIP Purwakarta, penegasan pencalonan Acep Maman dalam Pibup Purwakarta sudah bulat,” ungkap Agie.

Dia katakan berikutnya, berdasarkan fakta, PDIP sebagai organisasi politik sudah memiliki jaringan sampai ke level akar rumput (grass root). Ini menjadi aset strategis dan mesin politik untuk menggerakkan dan menjalankan strategi dan program pemenangan dengan sumberdaya yang dimiliki.

“Dalam politik, dinamika apapun bisa terjadi, tapi yang berkaitan dengan mesin partai, ilmu matematika berlaku. Dengan jumlah ribuan pengurus sampai ke anak ranting, mari kita genjot konsolidasi struktur partai hingga ke tingkat paling bawah,” ujarnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Toto Purwanto Sandi : Take Over Pasar Jumaah Harus Mengacu RTRW dan Zonasi

Cidahu.com – Terkait rencana Pemkab Purwakarta yang akan mengalihkan pengelolaan Pasar Jumaah. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Toto Purwanto Sandi, SE mengingatkan warga Purwakarta agar tidak hanya melihat dengan mata telanjang. Tapi dipikirkan juga dampak yang akan ditimbulkan dari rencana tersebut.

“Intina mah, tong kabobodo ku tenjo, rencana pembangunan mall dan hotel di Pasar Jumaah, seharusnya mengacu pada Perda RTRW dan Zonasi yang ditetapkan oleh Pemkab bersama DPRD dikarenakan hal tersebut tentu sangat berkaitan dengan dampak lingkungan dan aspek lainnya,” kata Toto, Rabu (16/3/2016).

Menurutnya, jika rencana pembangunan tersebut diluar ketentuan Perda tadi, tentu perlu dipertanyakan dan dikritisi oleh stake holder yang berkaitan dengan hal tersebut.

“Harus diingat, setaip Perda yang dibuat itu ada biaya yang dikeluarkan oleh negara, jadi jangan sampai Perda dibuat tapi tidak diindahkan, itukan mubajir,” imbuhnya.

Toto Purwanto Sandi, SE

Toto Purwanto Sandi, SE

Hal lain yang perlu diingatkan, lanjut Kang Toto, keberhasilan pemerintah tidak hanya dalam pembangunan taman-taman atau insfratruktur yang bertujuan hanya untuk peningkatan popularitas pribadi semata. “Tetapi keberhasilan seorang kepala daerah juga diukur dari peningkatan IPM-nya, dari tahun ke tahun,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Purwakarta itu menegaskan, pentingnya pelaksanaan Perda Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Purwakarta Tahun 2011-2031 sebagai langkah implementasi good governance.

“Hal ini mengingat rencana tata ruang merupakan perangkat atau landasan hukum untuk melaksanakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Purwakarta,” bebernya.

Dalam konteks Purwakarta, Toto masih melihat Pemkab setempat belum bisa melaksanakan Perda RTRW malah cenderung banyak dilanggar, belum bisa implementatif sepanjang Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Perda Zonasi sebagai turunannya belum dibuat.

Bila dalam faktanya sudah terdapat praktek pembangunan tertentu, jelas itu akan dipaksakan masuk dalam RDTR. “Ditenggarai akan sama seperti RTRW sebelumnya, borong lokasi dulu lantas paksakan masuk Perda RTRW. Artinya sudah melanggar aturan main sedari awal,” tuturnya.

Toto katakan berikutnya, implementasi pelaksanaan Perda RTRW yang dijalankan sekarang diduga ilegal, kelak RDTR dan Zonasi, adalah perda-perda yang dibuat untuk melegitimasi pelanggaran dari kekuasaan eksekutif dan legislatif.

“Perda RTRW belum bisa implementatif sepanjang Perda RDTR dan Perda Zonasi sebagai turunannya belum dibuat. Bukan dibuat Perda RDTR dan Zonasi setelah pekerjaan dibawah naungan Perda RTRW dilaksanakan. Kudu aya inovatif ti Perda RTRW ka Perda turunan nana, lain kumaha engke der na,” cetusnya dengan bahasa campuran.

Wakil rakyat dari Dapil Purwakarta-Karawang (Jabar VIII) itu melanjutkan, tanpa mengabaikan kualitas rencana yang dihasilkan melalui percepatan ini, prinsip-prinsip good governance juga harus tercermin dalam rencana tata ruang. Selain itu, kita juga perlu melembagakan rencana itu sendiri sehingga implementatif.

“Bahwa prinsip-prinsip good governance sebenarnya telah menjadi ruh dari UU No. 26 Tahun 2007. Dan supaya ini bisa dirasakan oleh masyarakat, maka peraturan pelaksananya juga harus segera dibuat termasuk yang paling akhir adalah RDTR dan Zonasi,” paparnya.

Hal ini, lanjut Toto, mengingat ujung dari good governance adalah pelayanan publik. Selain itu, yang perlu disadari bersama yaitu bahwa rencana tata ruang merupakan dasar hukum untuk implementasi good governance.

Menutup, Toto mengatakan, prinsip-prinsip good governance itu sendiri dapat dilihat dalam asas penyelenggaraan penataan ruang diantaranya akuntabilitas, kepastian hukum, kemitraan, keberlanjutan, transparan, efektif dan efisiensi. Dengan demikian apabila UU ini dilaksanakan dengan baik, otomatis kita juga telah melaksanakan good governance.

“Salah satunya adalah bahwa dalam penyusunan rencana tata ruang, wajib untuk melibatkan sebanyak mungkin stakeholder melalui konsultasi publik untuk memastikan peran masyarakat dalam penataan ruang. Dengan semakin banyak stakeholder yang terlibat dalam penyusunan rencana tata ruang maka produk rencana tata ruang juga akan menjadi milik bersama dan lebih ditaati, lain kumaha aing..!” pungkasnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Waduh.., Petani Plered Purwakarta Gagal Panen

Cidahu.com – Akibat cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini. Sejumlah petani di Kecamatan Plered dan Sukatani alami gagal panen.

Mereka mengeluh, hujan sebabkan padi mati sebelum siap dipanen. Seperti yang dikatakan Endang (50), Petani di kampung Cimuntuk Desa Sukatani. Tanaman adi miliknya yang siap panen harus mati dihempas angin saat musim hujan. “Pas malam minggu di terpa angin pas hujan besar,” katanya, Rabu (16/3/2016).

Menurutnya, hampir semua sawah di wilayah Sukatani yang siap panen alami gagal panen. “Padahal pake benih 64 yang paling bagus, tapi semua petani juga alami gagal panen,” ungkapnya.

Senada dengan Endang, Siti Jubaedah (44) Warga Desa Cibogohilir Kecamatan Plered, meski masih bisa dipanen. Namun dia mengaku tetap saja hasil dari padi miliknya yang belum siap dipanen menurun dibandingkan panen sebelumya akibat cuaca buruk satu bulan terakhir. “Masih bisa dipanen cuma tidak 100 persen,” katanya.

Meski begitu, dengan kondisi hektaran padi karena terkena angin beberapa waktu lalu, dia juga mengaku tidak mau ambil resiko dengan kondisi tersebut, keadaan butir padi kurang matang akan berdampak pada penjualan gabah nantinya. “Pasti bakal murah kalau dijual,” ujarnya.

Perempuan beranak Tiga itu, menambahkan, pemanenan dini sengaja lakukan guna mencegah kerugian karena makin membusuknya rebahan padi yang belum siap panen ini. Daripada makin lama pasti makin busuk dan gak kepanen,” tutupnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Prio Tralala Bakal Bikin Lirik Tentang Bupati Purwakarta

Cidahu.com – Seorang penyanyi soloist, Prio Bagja Anugrah yang sekarang membentuk sebuah Band dan diberi nama Prio Tralala n’ Simphony Roots akan menggelar ulang tahun ke 3 di DE’RENGGO CAFE Subang, Sabtu (19/3/2016).

Band yang terbentuk 3 tahun lalu ini sudah mengeluarkan album pertama “Time Will Tell” ditahun 2015.

“Banyak sahabat-sahabat dari band ternama turut memeriahkan anniversary Prio Tralala n’ Simphony Roots. Ada Sir’Iyai dari Bandung, JK Skankin Reggae dari Cikarang bahkan ada 10 band yang berasal dari Subang,” ujar Prio saat berkunjung ke Purwakarta, Rabu (16/3/2016).

Ia menjelaskan bahwa 3 tahun bukan waktu yg singkat, tapi memang inilah proses perjalanan dalam bermusik.

“Banyak harapan yg belum tercapai, namun dengan tekad yang kuat, kami pasti bisa mencapai titik itu,” ujar Pria yang dijuluki Prio Tralala ini.

Setelah agenda ultah Prio Tralala berencana akan membuat lirik lagu tentang Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Pasalnya, orang nomor satu di Purwakarta menjadi inspirasi anak muda. “Saya ngefans sama Kang Dedi Mulyadi. Makanya saya akan buat lagu buat beliau,” ujarnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Waduh..! Puluhan Pedagang Pasar Jumaah Resah

Cidahu.com – Pasca bergulirnya rencana Pemkab Purwakarta yang akan mengalihkan (take over) kerjasama pengelolaan pasar. Puluhan pedagang Pasar Jumaah resah. Pasalnya belum ada sosialisai yang dilakukan oleh pihak berwenang terkait rencana tersebut.

Hal itu terungkap dalam pertemuan yang digelar Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Pasar Jumaah di RM B’Ijah Maracang, Selasa (15/3/2016). Dalam pertemuan tersebut Ketua IWAPA Pasar Jumaah, Iwan Sopwan Arif mengungkapkan bahwa keresahan terjadi dikalangan pedagang terkait rencana tersebut.

“Sosialisasi belum dilakukan, sementara disejumlah media sudah digembar-gemborkan rencana take over tersebut, ini berkaitan dengan persoalan perut, pemerintah seharusnya lebih peka, jangan main hantam terus,” ungkapnya.

Selama ini, pihaknya menenggarai adanya upaya-upaya dari pihak terkait, yang tidak memberikan lagi perpanjangan Surat Izin Penggunaan Kios (SIPK). “Tercata masih ada pedagang yang masih memiliki SIPK yang berlaku hingga Juni 2017,” beber Ketua yang beranggotakan 200-an pedagang itu.

Dia juga menyayangkan anggaran dari CSR BJB dan Hibah tahun 2013 dan 2014 yang jumlahnya milaran rupiah untuk pembenahan Pasar Jumaah bakal mubajir karena pasar tersebut rencananya akan dibongkar. “Disayangkan, padahal hasil pembenahannya baru berjalan kurang lebih 2 tahun, kan jadi mubajir,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Jumat, Dadang Burhanudin mengatakan, rencana Pemkab Purwakarta untuk pengalihan pengelolaan Pasar Jumat sudah digembar-gembor lewat berbagai media masa, tapi sosialisasi secara langsung baik melalui lisan maupun surat kepada para pedagang tidak dilakukan, hal ini mebuat resah dikalangan para pedagang di Pasar Jumat.

“Untuk menghindari keresahan para pedagang, hendaknya dilakukan sosialisasi oleh para pihak terkait, belum lagi kajian atas dampak rencana tersebut bagi para pedagang,” kata Dadang.

Menurut pedagang yang juga Mantan Wakil Ketua DPRD Purwakarta (2009-2014) itu, hendaknya selain memperhatikan aspek yuridis yang tercantum dalam Pasal 154 Ayat (1) Huruf i Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah dan Pasal 39 Ayat (4) Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Purwakarta Nomor 15 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, hendaknya pemerintah daerah juga memperhatikan aspek-aspek lainnya.

“Belum lagi, harus memperhatikan juga peraturan-peraturan lainnya, seperti PP 27/2014 tentang pengelolaan barang milik negara/daerah. Dan aspek lainnya yang perlu diperhatikan adalah aspek ekonomi, lalulintas, budaya, sosial dan aspek-aspek lainnya,” ujar Dadang.

Diketahui dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Purwakarta, Ir. H. Zaenal Abidin, MT dan Ketua IWAPA Kabupaten Purwakarta, H. Zaenal Muttaqien, S.Ag. Kedua ketua lembaga tersebut menyatakan kesiapannya untuk mengadvokasi pedagang Pasar Jumaah. “Ini kewajiban kita semua untuk mempertahankan keberadaan Pasar Jumaah, sebagai sentra ekonomi kerakyatan,” ujar Zaenal Abidin. (CN-01)

Topic:

Just For You

Jelang Konfercab, Suhu Politik Ansor Purwakarta Menghangat

Cidahu.com – Jelang Konferensi Cabang IX yang akan digelar pertengahan April mendatang, suhu politik di internal GP Ansor Purwakarta mulai menghangat. Sejumlah kandidat bakal calon organisasi di bawah naungan NU itu mulai bermunculan. Salah satunya, Ahmad Kiki Zulfi ZM, SH. Kini, Putra Ustad Ridwan Al Islam itu menjabat sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Purwakarta.

“Selaku pengurus pesantren Insya Allah saya siap meramaikan Konfercab GP Ansor nanti. Karena Ansor bagian yang tidak terlepaskan dari pondok pesantren. Jadi wajar kalo saya ingin ikut serta di bursa pencalonan Ketua GP Ansor Kabupaten Purwakarta,” kata Kiki, Selasa (15/3/2016).

Pria yang juga sebagai Dewan Kiai Ponpes Al Islam itu juga berharap agar organisasi yang dilahirkan oleh para kiai pesantern itu menjadi representatif pondok pesantren. “Dan masalah dukungan PAC dan Ranting kita berkompetisi saja dengan calon yang lainnya, dengan modal kepercayaan kita cari simpatis,” imbuhnya.

Menurutnya alasan lain untuk maju menjadi calon Ketua ansor karena Kang Ahmad Anwar Nasihin (Ketua GP Ansor sekarang) dia adalah orang pesantren bahkan pimpinan pondok pesantren.

“Jadi kalau saya maju saya ingin meneruskan cita-cita beliau yang belum selesai dalam memperjuangkan pondok pesantren di Purwakarta,” imbuhnya.

Kiki katakan berikutnya, Ansor merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NU. Kedepan Ansor akan selalu lebih agresif membantu NU dalam kontruksi perjuangan Ahlussunnah Waljamaah.

“Saya sudah mempunyai pengalaman menjadi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Purwakarta selama satu periode lebih. Selain itu, saya pun sudah memiliki persyaratan yang lengkap untuk maju dipencalonan, pernah ikut PKD dan PKL,” ujarnya. (CN-01)

Topic:

Just For You