Purwakarta

Pedagang Sate Maranggi Plered Mulai Menempati “Kampoeng Maranggi”

Cidahu.com – Perasaan lega dan optimis terpancar di wajah para pedagang Sate Maranggi Plered Purwakarta karena hari ini, Rabu (6/4/2016) mereka mulai menempati Kampoeng Maranggi.

Sebutan “Kampoeng Maranggi” ini lahir karena Plered memang menjadi salah satu daerah sentra makanan khas Purwakarta ini. Kampoeng Maranggi terdiri dari Kios-kios maranggi yang dibangun langsung oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan nuansa etnik bangunan khas Sunda yakni “Julang Ngapak”.

Kampoeng Maranggi yang terletak di halaman Stasiun Kereta Api Plered ini memiliki daya tampung untuk 120 pedagang dan sengaja diperuntukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta bagi para pedagang maranggi yang selama ini berjualan di pinggir jalan atau pun secara “ngider” (berkeliling. Red).

Salah seorang pedagang maranggi Nur (40) yang sudah berdagang maranggi selama sekira 15 Tahun menuturkan dirinya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang telah memberikan fasilitas kios gratis untuknya dan para pedagang yang lain.

“Nuhun pisan kang (terima kasih sekali kang. Red) ini tempatnya nyaman dan tenang. Pelanggan bisa betah makan maranggi disini,” tutur Nur semeringah.

Penuturan Nur ini pun diamini oleh Ajang (48), menurutnya karena Kampoeng Maranggi memiliki tempat parkir yang luas maka dirinya tidak merasa khawatir ditegur oleh petugas Dinas Perhubungan lagi saat berjualan Maranggi.

“Alhamdulillah kang, ini tempat parkirnya bagus. Gak takut bapak petugas Dishub lagi,” kata Ajang dengan polos.

Proses penempatan para pedagang maranggi di Kampoeng Maranggi ini dipimpin oleh Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara. Menurut Dadan, pembangunan Kampoeng Maranggi memiliki orientasi untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui penataan ini dirinya berharap kunjungan wisatawan kuliner akan semakin banyak dari hari ke hari.

“Selain itu kan ini juga bagus untuk menopang Industri Keramik Plered, sebelum sampai ke Kampoeng Maranggi kan mereka melewati Desa Anjun. Disana banyak keramik dipajang di pinggir jalan,” kata Dadan antusias.

Saat ditanya mengenai cara promosi. Dadan berujar bahwa media sosial masih menjadi cara yang paling efektif untuk mempromosikan kuliner terutama kuliner Purwakarta. Dirinya mengaku akan segera berkoordinasi dengan Bidang Pariwisata agar melakukan promosi yang lebih massif.

“Kampoeng Maranggi harus segera diketahui oleh publik. Caranya ramaikan saja di media sosial. Saya nanti koordinasi dengan Bidang Pariwisata,” ujar Dadan Koswara menutup. (Humas Setda Purwakarta)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top