Purwakarta

Dedi Mulyadi Meminta Penghuni Kampoeng Maranggi Kreatif Menggunakan Kios

Dedi Mulyadi Meminta Penghuni Kampoeng Maranggi Kreatif Menggunakan Kios

Cidahu.com – Kampoeng Maranggi telah resmi dihuni oleh para pedagang sate Maranggi Plered Purwakarta pada Rabu (6/4/2016).

Kini di tempat berdagang yang baru mereka tidak perlu lagi menerima teguran dari petugas Dinas Perhubungan karena menimbulkan kemacetan akibat berjualan di pinggir Jl Raya Anjun – Plered.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah memberikan solusi bagi para pedagang sekaligus mengurai simpul kemacetan lalu lintas dan juga menopang keberadaan Industri Keramik Plered melalui keberadaan Kampoeng Maranggi ini.

Pemindahan para pedagang Maranggi ini dipimpin oleh Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang belakangan hadir setelah pemindahan selesai mengatakan bahwa keberadaan Kampoeng Maranggi ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta terhadap perlindungan keberlangsungan Usaha Kecil Mikro yang dampaknya dapat langsung terasa untuk masyarakat luas.

“Ini bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk melindungi pedagang kecil. Arus perputaran uang antara pedagang kecil dan pembeli dapat langsung terasa. Berbeda dengan pola dagang yang lain. Muter-muternya gak karuan,” kata Dedi di Kampoeng Maranggi Plered Purwakarta.

Lebih lanjut Dedi meminta kepada seluruh penghuni Kampoeng Maranggi agar kreatif menggunakan kios yang diberikan oleh Pemerintah ini. Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak akan memungut biaya sewa kepada pedagang maranggi karena biaya itu sudah dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta kepada PT KAI DAOP II Bandung.

“Kios gratis ini harus disyukuri agar nikmatnya bertambah, pedagang harus membuat bangku dari bambu agar unsur etniknya terlihat, dicat dengan rapi agar tertanam kerinduan dalam hati pelanggan untuk kembali datang,” imbau Dedi kepada seluruh pedagang.

Untuk pemeliharaan Kampoeng Maranggi, Dedi mempersilakan para pedagang untuk “Udunan” (Iuran. Red) karena tempat baru ini membutuhkan pemeliharaan listrik dan air bersih.

“Kami hanya mempersilakan pada pegadang untuk “Udunan” saja untuk biaya listrik dan air bersih. Tidak ada biaya sewa kios. Kan itu mah bisa disisihkan sedikit dari laba, berdoa saja agar laba nya banyak,” kata Dedi. (Humas Setda Purwakarta)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top