Purwakarta

Formalindes : PNPM “Wariskan” Sejumlah Penyimpangan

Denhas Mubarok TA, S.Sos

Cidahu.com – Sekretaris Forum Masyarakat Lintas Desa (Formalindes) Kabupaten Purwakarta, Denhas Mubarok TA, S.Sos mensinyalir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) meninggalkan sejumlah permasalahan yang berbau penyimpangan.

“Seiring disahkannya UU 6/2014 tentang desa, maka PNPM juga berakhir. Tak hanya meninggalkan warisan berupa sumber daya pelaku, namun juga aset PNPM berupa proyek fisik yang telah dibangun di seluruh desa penerima dan pelaksana program,” ungkapnya kepada Cidahu News, di Sekretariat Jalan Veteran, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, dugaan penyimpangan yang terjadi terhadap aset PNPM, bisa dianggap korupsi. Aset yang dimaksud adalah permodalan simpan pinjam dan inventaris pelaku PNPM. Karena pada hakikatnya, PNPM memiliki target untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, dan memperluas kesempatan kerja bagi warga di pedesaan.

“Dari penulusuran sementara kita tenggarai hal tersebut terjadi di beberapa kecamatan diantaranya, Bojong, Wanayasa dan Pasawahan. Padahal nantinya aset tersebut akan dikelola kembali oleh negara untuk selanjutnya digunakan sebagai modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” bebernya.

Diketahui, pada akhir tahun 2015, aset PNPM seluruhnya akan diserahkan ke Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) oleh Unit Pelaksana Kegiatan (UPK). Tapi oleh BKAD belum diterima dengan alasan dilapangan masih banyak ditemui berbagai masalah. Termasuk, tidak sinkronnya jumlah aset, antara angka dan uang yang ada.

Bahkan angkanya ditenggarai mencapai Rp40 miliar, sementara riilnya sekitar setengahnya. Sebagian lagi diklaim masih di masyarakat, bergulir. Tapi UPK tidak bisa membuktikannya dengan membuat Surat Pengakuan Hutang (SPH) dari peminjam. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top