Purwakarta

Akhirnya, Manhajus Solihin Minta Maaf ke Keluarga Besar NU Purwakarta

Pertemuan NU dan MS di Sekretariat PCNU Purwakarta

Cidahu.com – Puluhan tokoh dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBUNU) Kabupaten Purwakarta terlibat perdebatan sengit dengan Ketua Kelompok Dakwah Manhajus Solihin (MS), KH. Muhammad Syahid Joban di Sekretariat PC NU Purwakarta, Jalan Ibrahim Singadilaga Purwakarta, Rabu (27/4/2016).

Perdebatan itu terkait aktifitas akun medsos Manhajus Solihin yang dituduh menghina ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj.

Dalam pertemuan itu, tokoh NU Purwakarta diantaranya Ramlan Maulana selaku Ketua Ikatan Sarjana NU (ISNU, Ketua Gerakan Pemuda (GP)Ansor Purwakarta Budi Sopani Muflih, Asep Saeful Milah selaku Ketua Pagar Nusa NU, Adi Setiawan selaku Ketua Ikatan Pelajar NU dan Ketua Persatuan Guru NU, Ceceng Abdul Qodir.

Pimpinan Manhajus Solihin KH Syahid Joban juga hadir pada kesempatan itu dan menjadi bulan-bulanan kritikan dari para tokoh muda NU. “Saya mendesak Manhajus Solihin untuk meminta maaf atas tindakan menghina dan mencaci Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj secara terbuka,” ujar Ramlan.

Bahkan, Budi menuding kehadiran Manhajus Solihin memiliki tujuan-tujuan tertentu. “Kami curiga justru Manhajus Solihin ini hadir untuk memecah belah umat Islam,” ujar Budi. Namun, tudingan itu dibantah keras Syahid Joban.

Setelah mendapat kritikan bertubi-tubi dari para tokoh muda NU itu, Syahid Joban akhirnya meminta maaf secara terbuka pada Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU). Ia memposting di facebook karena ketidak setujuannya dengan Ketua PBNU namun ia sangat menghormatinya.

“Saya hormati KH Said Aqil Siradj ketua PBNU tapiu saya menolak pemikirannya. Tapi, jika tindakan saya memecah belah umat, maka saya secara pribadi meminta maaf atas tindakan saya,” ujar Syahid Joban.

Kapolsek Purwakarta Kota Kompol Agus Suryana yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi pertemuan kedua kelompok untuk menyelesaikan masalah.

Sebelumnya diketahui, Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Purwakarta ontrog markas Majelis Dakwah Manhajus Sholihin (MS) di sekitar Pasar Simpang Purwakarta, Selasa (26/4/2016) lalu.

Mereka memprotes sikap pimpinan MS, Syahid Joban yang telah memposting pernyataan yang dinilai melecehkan dan menghina Ketua Umum PBNU, Kiyai Haji Said Aqil Siradj.

Bahkan, karena postingan tersebut, muncul banyak komentar lain yang sama-sama bernada cacian bahkan cenderung melecehkan. Lebih parah lagi hingga mengkafirkan.

“Sikap ini jelas keterlaluan. Makanya kita protes. Selama ini mereka kita diamkan. Tapi rupanya ngelunjak. Sayang Joban tidak ada di lokasi,” ujar Ramlan Maulana, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) kepada wartawan.

Menurut dia, sejatinya tujuan kedatangan dirinya bersama unsur Keluarga Besar NU (KBNU) seperti Ketua Ansor, Ketua PMII, Ketua IPNU, Ketua Pagar Nusa, Ketua Pergunu serta Banser untuk melakukan tabayun meminta penjelasan maksud status tersebut. “Kita ingin tabayun saja. Bukan anarkis. Kalau mau anarkis, bisa saja kami lakukan sejak dulu,” tandasnya.

Pihak KBNU meminta Joban segera meminta maaf secara tersebuka kepada NU serta menghapus seluruh postingan yang berbau pelecehan atas Kiyai Said Aqil Siradj. “Kita tunggu sampai besok siang,” ujarnya.

Ungkapan senada disampaikan Sekretaris PC GP Ansor Purwakarta, Wahyudin. Karena Joban sedang tidak ada di lokasi, kata dia, beberapa menit kemudian rombongan memilih balik kanan setelah sempat ditemui perwakilan pihak MS. “Mereka menjanjikan tabayun ke NU. Kami tunggu sampai besok siang,” ujarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top