Pimpinan Lokal PT. IBR Jamin Sibnath Kooperatif

Cidahu.com – Pimpinan Lokal PT. Indo Bharat Rayon (IBR) yang juga mengurusi pekerja asing, Irwan Setiawan, S.Sos, MH menegaskan, pihaknya belum menerima pencekalan terhadap Direktur Finance Sibnath Agarwalla sebagai tersangka yang mewakili korporasi PT. IBR atas pencemaran Danau Kalimati.

“Saya tegaskan dalam hal ini bahwa tenaga kerja asing yang saya jamin (Sibnath Agarwalla) hanya bertindak sebagai yang mewakili korporasi PT IBR atas perkara tersebut, bukan secara person,” katanya, kepada sejumlah awak media, belum lama ini.

Menurutnya, terkait pencekalan terhadap Sibnath. Irwan juga mengatakan hingga hari ini, pihaknya belum menerima surat pencekalan terhadap Sibnath.

“Sampai hari, kita belum menerima pencekalan, dan saya berharap pencekalan itu tidak ada. Karena dalam hal ini akan kita upayakan agar Sibnath Agarwalla, akan kooperatif dalam menyelesaikan permasalahan ini,” imbuhnya.

Selain itu, terkait permasalahan teknis yang berkaitan denga limbah yang mencemari Danau Kalimati, Irwan menjawab bahwa hal itu bukan wewenangnya untuk menjelaskan permasalahan itu. “Secara teknis, bagai mana pencemaran itu terjadi, saya kurang paham, dan bukan wewenang saya,” kata Irwan.

Sebelumnya diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Kejaksaan Agung menetapkan Perwakilan Korporasi, Direktur Finance PT. IBR, Sibnath Agarwalla sebagai tersangka pencemaran Danau Kalimati di Desa Cilangkap Kecamatan Babakan Cikao.

Dalam keterangannya, Kasi Pidum Kejari Purwakarta, Azwar Hamid mengatakan, tidakan yang dilakukan perusahan menyebabkan tercemarnya baku mutu air, baku mutu tanah dan baku mutu lingkungan hidup.

“Dalam waktu dekat segera kita limpahkan berkas perkaranya ke pengadilan. Terhadap tersangka yang mewakili korporasi itu kita kenakan pasal 98 jo 116 ayat 1 hurup a jo pasal 119 UU 32/2009 tentang lingkungan hidup jo pasal 64 ayat 1 KUHP,” ujarnya kepada sejumlah awak media, belum lama ini. (CN-01)

Topic:

Just For You

Teguhkan Komitmen Berorganisasi, Ansor Purwakarta Gelar Suksesi

Cidahu.com – Mengambil tema Membangun Purwakarta Meneguhkan Komitmen Berorganisasi dalam Perjuangan Islam Ahlussunah Wal Jamaah. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purwakarta gelar Konferensi Cabang (Konfercab) IX, Jumat (15/4/2016).

Dalam sambutannya Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purwakarta, Ahmad Anwar Nasihin mengatakan secara terstruktur Ansor di Purwakarta sudah berjalan 8 periode.

“Keberadaan Ansor sudah ada sejak pra kemerdekaan, dan periodesasi dimulai sekitar 1975,” ujarnya.

Menurutnya, kini kader Ansor di Purwakarta sudah terbentuk 100 persen sampai kepengurusan tinggkat Ranting (Desa).

“Selama 4 tahun terakhir ini kita inten melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan para orang tua dan elemen masyarakat lainnya, kita berharap setelah konfercab ini, Ansor bisa lebih sinergi dan progresif,” beber Anwar.

Pembukaan Konfercab yang mengambil tempat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin III di Kecamtan Sukatani, itu juga mengetengahkan seminar kepemudaan dan silaturahmi akbar alim ulama di Purwakarta. Hadir juga sejumlah pimpinan parpol, perwakilan organisasi kepemudaan, perwakilan antar umat beragama dan unsur Muspida setempat. (CN-01)

Topic:

Just For You

Kajian Belum Lengkap, Pansus Kembalikan Berkas Pasar Jumaah

Cidahu.com – Untuk sementara, puluhan pedagang Pasar Jumaah bisa bernapas lega. Pasalnya kajian terhadap pembangunan mall dan hotel di pasar tersebut dianggap belum lengkap, Pansus Pasar Jumaah mengembalikan berkas kepada pihak eksekutif.

Hal itu terungkap dalam hearing yang digelar Pansus Penghapusan Aset dan Pengalihan Kerjasama Pasar Jumaah DPRD Purwakarta, UPTD Pasar Jumaah-Pasar Leuwi Panjang dan IWAPA Pasar Jumaah, di Gedung Dewan, Kamis (14/4/2016).

“Saya yakin pemerintah daerah akan berbuat yang terbaik untuk warganya, hanya saja berkaitan dengan kajian yang dilakukan terhadap pengalihan pengelolaan Pasar Jumaah, belum lengkap. Untuk itu, sementara ini kita sudah kembalikan berkas tersebut kepada pihak eksekutif,” ujar Ketua Pansus Penghapusan Aset dan Pengalihan Kerjasama Pasar Jumaah DPRD Purwakarta, H. Komarudin, SH. MH.

Sementara itu Ketua IWAPA Pasar Jumaah, Iwan Sopwan Arif mengingatkan legislatif agara tidak hanya memberikan obat penenang sementara, pasalnya keresahan terjadi dikalangan warga pasar terhadap rencana Pemkab tersebut.

Menurutnya, untuk mempertahankan keberadaan Pasar Jumaah terhadap rencana Pemkab Purwakarta yang akan merubah pasar tersebut jadi mall dan hotel, puluhan pedagang pasar siap pertaruhkan nyawa.

“Legislatif jangan PHP, Pasar Jumaah sudah menjadi urat nadi kehidupan kita para pedagang. Dari sana kita bisa menyekolahkan anak dan menghidupi keluarga, untuk mempertahankan itu kita siap pertaruhkan nyawa kami,” kata Iwan.

Berkaitan dengan hal diatas, Kepala UPTD Pasar Jumaah-Pasar Leuwi Panjang, Yani Swakotama mengatakan, secara prinsip UPTD akan melangkah setelah semua permasalahan sudah jelas, termasuk berbagai kajian yang dilakukan. “Kini, komunikasi dengan sejumlah pedagang akan terus kita lakukan,” singkatnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Lagi, Dedi Mulyadi Memberikan Bantuan Kepada Orang Sakit. Kali Ini Penderita Tumor Ganas

Cidahu.com – Agis Zainudin (15) harus terbaring tanpa daya di rumah berukuran 10×6 meter di Kampung Mekar Jaya RT 14/6 Desa Sawit Kecamatan Darangdan. Sudah dua bulan dia tidak mampu untuk berjalan, awalnya karena terjatuh tiga tahun lalu saat bermain bola di lapangan desa.

Akibat terjatuh, kemudian muncul benjolan kecil yang lama kelamaan semakin membesar. Tak disangka benjolan yang kian hari kian membesar tersebut ternyata Tumor Ganas yang tumbuh dibawah lutut Agis.

Mengetahui ada warganya yang didera penyakit tumor. Aparat Desa setempat tadi malam mengirimkan SMS ke SMS Center Bupati Purwakarta 08121297775 untuk meminta bantuan tindakan medis. Tanpa menunggu lama Hari ini Kamis (14/4) Bupati Purwakarta langsung berkunjung ke rumah Agis untuk memberikan bantuan.

Ibunda Agis, Ai Masikah (49) menjelaskan bahwa dirinya tidak menyangka bahwa benjolan yang tumbuh di kaki anaknya sebenarnya Tumor Ganas. Dirinya mengaku sudah mencoba beberapa cara pengobatan alternatif di wilayahnya namun belum membuahkan hasil yang diinginkan.

“Sudah berobat kesana kemari ini teh Pak, tapi kok belum sembuh-sembuh juga,” keluh Ai Prihatin.

Menanggapi keluhan warganya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi segera memanggil Ambulance dengan menggunakan Aplikasi SEMAR (Safety Emergency Medical Rescue) yang baru-baru ini dilaunching oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Mengingat penyakit yang diderita oleh Agis tidak dapat ditangani oleh Mekanisme JAMPIS (Jaminan Masyarakat Purwakarta Istimewa), Dedi menjamin pengobatan Agis dengan menggunakan biaya pribadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

“Ini penyakitnya parah, jadi tidak bisa ditangani di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Solusinya kami akan membawa Agis ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, agar segera ditangani disana dengan tindakan medis yang sesuai. Biaya pengobatan saya tanggung dengan biaya pribadi,” kata Dedi menjelaskan.

Agis langsung dibawa oleh Ambulance SEMAR menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan kawalan Staff Khusus Bupati Purwakarta, Dadan Sahrial Usman.

“Kami kawal langsung sekarang juga. Pak Bupati sudah memberikan bekal untuk Keluarga yang menunggu Pasien di Rumah Sakit. Sejumlah uang untuk biaya perawatan pun sudah kami bawa,” kata Dadan sambil menutup. (Humas Setda Purwakarta)

Topic:

Just For You

Dianggap Slow Respon, BPN Purwakarta Undang Dirut PT. Pelangi Bunga Lestari

Cidahu.com – Kantor BPN Purwakarta akhirnya undang Dirut PT Pelangi Bunga Lestari (PBL) guna menyelesaikan sengketa lahan garapan di wilayah Kecamatan Sukatani dan Kecamatan Jatiluhur. Undangan tersebut disampaikan langsung oleh pihak BPN saat di demo ratusan Ormas dan LSM, Rabu (13/4/2016) di aula BPN Purwakarta.

Diinformasikan, ratusan Ormas dan LSM tersebut mendatangi BPN Purwakarta terkait belum diterbitkannya ijin HGU dan HGB oleh BPN Purwakarta kepada PT Pelangi Bunga Lestari untuk membuka usaha di lahan yang sebelumnya dikelola oleh PT Hardjasari.

Diketahui, setelah ijin garapan oleh PT Hardjasari habis, ijin prinsip lahan tersebut dikuasai oleh PT PBL. Namun, ketika PT PBL mengajukan ijin rekomendasi untuk HGB dan HGU di lahan tersebut, pihak BPN tak juga memberikan ijin rekomendasi.

Mengingat PT PBL akan membuka usaha jenis industri dan melibatkan banyak warga purwakarta khususnya yang berada di lingkungan tersebut. Ratusan Ormas dan LSM di purwakarta mendorong agar BPN Purwakarta segera mengeluarkan ijin rekomendasi yang merupakan salah satu syarat beroperasi untuk PT PBL.

“Kenapa ijin rekomendasi harus ditahan?, ini untuk kepentingan masyarakat. Maka dari itu kita perjuangkan,” ungkap Ketua GIBAS Purwakarta Hari Kristiawan. Menurutnya, jika perusahaan tersebut telah beroperasi secara otomatis kesejahtraan ekonomi masyarakat akan meningkat.

Ditegaskan, PT PBL saat ini telah memiliki ijin lokasi HGU dari bupati purwakarta untuk keperluan pembangunan perkebunan dan ijin lokasi HGB untuk keperluan pembangunan kawasan industri.

Oleh karenanya, sangat ironis sekali jika BPN menunda begitulama dikeluarkannya surat rekomendasi tersebut. Karenanya, percepatan tersebut akan berdampak terhadap menurunnya angka pengangguran di purwakarta.

Sementara itu, Kasi HTPT BPN Purwakarta, Sismanto Aptnh MSi mengatakan, pekan depan pihaknya mengundang Dirut PT PBL untuk memecahkan permasalahan lahan tersebut. “Kita telah kirim surat undangan untuk pimpinan PT PBL melalui koordinator aksi, mudah mudahan pada hari yang telah kita tentukan tidak halangan,” katanya usai menerima pendemo di ruang aula BPN Purwakarta.

Ia berkilah, PT PBL dalam mengajukan surat ijin rekomendasi masih belum melengkapi persyaratan. “Kekurangan berkas persyaratan untuk berkas tersebut sudah kita sampaikan secara lisan sebelumnya,” kilahnya. Tetapi, saat ini kekurangan tersebut kita kirim melalui surat formal.

Diakui, luasan lahan yang akan dibangun oleh PT PBL dan akan dijadikan kawasan industri itu sekitar ±400 ha. “Surat yang kita berikan itu selanjutnya untuk diserahkan kepada Kanwil,” singkatnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

KPAI Dorong Pemda Bentuk LPKA

Cidahu.com – Guna menanggulangi kasus-kasus hukum yang melibatkan anak dibawah umur, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Purwakarta mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk membentuk Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

“UU nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) secara yuridis merubah paradigma dalam penanganan Anak yang berhadapan dengan hukum, termasuk yang berkaitan dengan lembaga yang menanganinya dalam proses hukum tersebut, di Purwakarta belum ada LPKA, jadi anak-anak yang tersangkut hukum masih disatukan dengan orang dewasa,” ungka Sekretaris KPAI Kabupaten Purwakarta, Nunung Nurjanah, S.Pd, Rabu (13/4/2016).

Menurutnya, Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan bangsa dan negara. UUD 45 secara tegas mengamanatkan bahwa negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta atas pelindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Keberadaan LPKA di Purwakarta sudah sangat mendesak, seyogianya hal ini bisa menjadi perhatian para pemangku kebijakan,” kata Nunung.

Adapun, yang berkaitan dengan sistim peradilan pidana Anak merupakan keseluruhan proses penyelesaian perkara Anak yang berhadapan dengan hukum mulai tahap penyidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana.

Lalu, lanjut Perempuan yang juga aktivis IPPNU itu, secara subtansi dari LPKA nantinya, mengenai keadilan restoratif dan proses diversi, pada prinsipnya dimaksudkan sebagai upaya untuk menghindarkan dan menjauhkan Anak dari proses peradilan, penahanan dan pemenjaraan, perampasan kemerdekaan.

“Dan pemidanaan terhadap Anak hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir, serta menghindarkan stigmatisasi terhadap Anak,” ujarnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Dedi Mulyadi Meminta Penghentian Eksploitasi Hewan Untuk Pertunjukan

Cidahu.com – Pedangdut asal Karawang Irma (29) meninggal akibat dipatuk ular King Cobra saat manggung tari ular disebuah acara Minggu (3/4/2016).

Irma yang yang biasa menari ditemani ular dipatuk dibagian paha dan tidak segera mendapatkan pertolongan pertama. Selama dua jam ia meregang kesakitan sebelum akhirnya diantar oleh Ojek ke Rumah Sakit tanpa pengawalan pihak panitia Acara.

Peristiwa ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Bupati yang dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap budaya dan alam ini sengaja datang ke kediaman keluarga Irma Rabu (13/4) di Desa Dawuan Timur Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang.

Dedi menuturkan sebagai orang seni dirinya merasa prihatin atas kejadian ini apalagi peristiwa tragis ini terjadi saat Irma sedang melakukan sebuah pertunjukan.

“Saya prihatin, Almarhumah meninggal karena sebab tidak hati-hati saat melakukan pertunjukan. Aksi panggung yang melibatkan binatang buas memang seharusnya mendapatkan perhatian khusus. Semoga ini menjadi pengalaman,” kata Dedi di kediaman Irma.

Menghindari kejadian serupa, Dedi menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada pertunjukan yang melibatkan binatang buas karena menurut dia hal ini sangat bertentangan dengan prinsip alam dan lingkungan.

“Pertunjukan semacam ini sudah lama ada bahkan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat tetapi tentu saja harus dilaksanakan secara profesional. Seharusnya dihentikan karena sama saja kita mencerabut binatang dari habitatnya. Tidak boleh ada eksploitasi lagi,” tegas Dedi menambahkan.

Kedatangan Dedi Mulyadi diapresiasi oleh Suami Irma, Andri (35). Dia mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Bupati Purwakarta bahkan lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta ini meminta do’a agar Almarhumah diampuni segala kesalahannya semasa hidup.

“Terima kasih Pak. Mohon maaf apabila Almarhumah banyak kesalahan,” kata Andri sambil menutup. (Humas Setda Purwakarta)

Topic:

Just For You

Sespim Dik Reg-56 Santuni Puluhan Anak Yatim

Cidahu.com – Sejumlah Perwira yang tengah pendidikan di Sekolah Pimpinan (Sespim) Polri santuni puluhan anak yatim yang berada disekitar sekolah tersebut di Lembang, Bandung, Selasa (12/4/2016).

Santunan yang dikumpulkan dari kocek para perwira menengah itu sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim yang tidak memiliki orang tua.

“Kami memberikan santunan kepada para anak yatim sebanyak 50 orang, uangnya kami peroleh dari iuran para perwira yang tengah menempuh pendidikan,” kata Wakapolres Purwakarta, Kompol Indra Gunawan melalui sambungan selulernya.

Para perwira, lanjut Indra, tersebut merupakan angkatan Sespimen Dik Reg ke 56, dengan jumlah totalnya 250 perwira yang ikut pendidikan.

“Mudah-mudahan santunan yang kami berikan kepada para anak yatim bermanfaat, kami ingin berbagi dengan anak-anak yang memang sangat membutuhkan. Bukan dari nilai yang kami berikan, tapi kepedulian kami untuk saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Acara yang digelar secara sederhana tersebut, membuat anak-anak yatim yang hadir tampak riang gembira, mereka bisa tersenyum gembira saat menerima santunan dari para bapak polisi. (CN-01)

Topic:

Just For You

Formalindes : PNPM “Wariskan” Sejumlah Penyimpangan

Cidahu.com – Sekretaris Forum Masyarakat Lintas Desa (Formalindes) Kabupaten Purwakarta, Denhas Mubarok TA, S.Sos mensinyalir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) meninggalkan sejumlah permasalahan yang berbau penyimpangan.

“Seiring disahkannya UU 6/2014 tentang desa, maka PNPM juga berakhir. Tak hanya meninggalkan warisan berupa sumber daya pelaku, namun juga aset PNPM berupa proyek fisik yang telah dibangun di seluruh desa penerima dan pelaksana program,” ungkapnya kepada Cidahu News, di Sekretariat Jalan Veteran, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, dugaan penyimpangan yang terjadi terhadap aset PNPM, bisa dianggap korupsi. Aset yang dimaksud adalah permodalan simpan pinjam dan inventaris pelaku PNPM. Karena pada hakikatnya, PNPM memiliki target untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, dan memperluas kesempatan kerja bagi warga di pedesaan.

“Dari penulusuran sementara kita tenggarai hal tersebut terjadi di beberapa kecamatan diantaranya, Bojong, Wanayasa dan Pasawahan. Padahal nantinya aset tersebut akan dikelola kembali oleh negara untuk selanjutnya digunakan sebagai modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” bebernya.

Diketahui, pada akhir tahun 2015, aset PNPM seluruhnya akan diserahkan ke Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) oleh Unit Pelaksana Kegiatan (UPK). Tapi oleh BKAD belum diterima dengan alasan dilapangan masih banyak ditemui berbagai masalah. Termasuk, tidak sinkronnya jumlah aset, antara angka dan uang yang ada.

Bahkan angkanya ditenggarai mencapai Rp40 miliar, sementara riilnya sekitar setengahnya. Sebagian lagi diklaim masih di masyarakat, bergulir. Tapi UPK tidak bisa membuktikannya dengan membuat Surat Pengakuan Hutang (SPH) dari peminjam. (CN-01)

Topic:

Just For You

Ultah 45, Bupati Dedi “Digulung Nini Nini”

Cidahu.com – Rayakan ulang tahun ke-45, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kumpulkan 56 ibu asuh yang rata-rata sudah lanjut usia (Nini Nini), Senin (11/4/2016).

Dia mengundang puluhan ibu asuhnya itu untuk datang ke gedung negara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta hanya untuk merayakan momentum bertambahnya usia orang nomor satu di Purwakarta tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kang Dedi mendapatkan kado istimewa dari salah satu ibu asuhnya yang bernama Mak Rumnasih, sebuah kecupan mesra dipipi Kang Dedi. Tanpa sungkan Kang Dedi, mendekati Mak Rumnasih dan memeluknya sambil diberikan kecupan kasih sayang seorang anak.

“56 ibu asuh ini sudah saya anggap sebagai ibu saya sendiri,” ujar pria yang selalu mengenakan iket Sunda itu.

Mak Rumnasih, dia adalah ibu asuh Kang Dedi yang usianya sudah mencapai 116 tahun, bahkan sebelum datang ke gedung negara. Menurut penuturan tetangganya, Mak Rumnasih tidak bisa tidur selama satu malam. Yang uniknya Mak Rumnasih sampai lima kali ganti baju dan kerudung berwarna pink, hal tersebut ia lakukan hanya ingin bertemu dengan anaknya yakni Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. “Ini kerinduan seorang ibu pada anaknya, nuhun Mak Rumnasih,” ujarnya.

Diketahui, sebelum merayakan dengan ibu asuhnya, pagi hari Kang Dedi sempat dikejutkan istri tercinta dan kedua putra tercintanya beserta jajaran pegawai pemerintah. Dirinya sempat kaget karena di Rumah Dinas (Rumdin) ada beberapa nasi tumpeng, ternyata seletah diselediki nasi tumpeng tersebut sebagai hadiah ultah Kang Dedi.

“Kebahagiaan saya lengkap dihari ulang tahun, Alhamdullilah saya mendapatkan curahan doa dari kedua putra saya Maula Ahmad Akbar Habibie dan Yudhistira Manunggalir Rahmaning Hirup serta doa sang istri tercinta Neng Anne Ratna Mustika,” ungkap Kang Dedi dengan pancaran kebahagiaan. (CN-01)

Topic:

Just For You