Purwakarta

Peringati May Day, Bupati Purwakarta dan Serikat Buruh Nyoto Bareng

Peringati May Day, Bupati Purwakarta dan Serikat Buruh Nyoto Bareng

Cidahu.com – Ada pemandangan unik dalam peringatan My Day di Kabupaten Purwakarta, dengan suasana hangat dan keakraban, Bupati Purwakarta H. Dedi Muluadi,SH., bersama serikat buruh di Purwakarta memperingatinya dengan makan soto dan surabi bersama, Minggu (1/5/2016).

Dalam suasana hangat tersebut, serikat buruh dan Bupati Purwakarta berdiskusi akan kondisi perburuhan, yang didalamnya bertukar pikiran bagaimana meningkatkan kesejahteraan para buruh. Sembari menikmati hidangan soto, surbai dan tahu Sumedang.

Dedi menuturkan bahwa hari ini kesejahteraan buruh jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, akan tetapi masih ada juga buruh yang yang harus diperhatikan yaitu buruh informal, yang menurutnya belum teradvokasi akan keberadaan mereka.

“Saya masih sedih adanya ketimpangan upah, seperti buruh rumah tangga, industri non formal, buruh serabutan harus mulai kita advokasi selain buruh informal juga harus kita perhatikan,” ungkapnya.

Selain itu dalam sistem pengupahan, Dedi juga memberikan saran agar ada sebuah lembaga yang mengatur Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dimana lembaga tersebut bersifat independen dan tidak ada kepentingan politis.

“Saya ada pandangan dalam menghitung KHL, harus ada sebuah lembaga yang competen dalam mengatur hal ini, karena dalam menghitung upah buruh jangan bersifat politis,” ujarnya.

Dedi pun menegaskan bahwa sampai hari ini, Pemkab Purwakarta akan terus berusaha meningkatkan fasilitas terutama kebutuhan bagi para buruh.

“Berapapun gaji buruh tidak akan apa-apa kalau ada inflasi, subsidi bagi buruh harus sudah menjadi fokus, kita upayakan menekan pengeluaran buruh, dengan terus tingkatkan pendidikan, tempat rekreasi, kita akan terus tambahakan,” tuturnya.

Sedangkan menurut ketua sarikat buruh FSPMI Purwakarta, Fuad BM, mengungkapkan bahwa dalam peringatan My Day hari ini para buruh tetap akan menolak kebijakan PP 78 dan menuntut pembubaran pengadilan hubungan industrial (PHI).

“Peringatan My Day kali ini kita tetap sepakat tolak PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang sangat merugikan buruh, selain itu kita juga tuntut PHI di Bandung untuk dibubarkan, pasalnya setiap kita bersengketa berkaitan dengan PHK kita selalu kalah, bahkan persentasinya nol persen dan hasilnya selalu berbeda ketika kita kasasi ke MA,” ujarnya.

Hal senada juga, diungkapkan oleh Agus Gunawan, ketua SPSI, selain menolak PP 78, para serikat yang berada dalam naungan SPSI sendiri akan tetap memperjuangkan para buruh garmen.

“Problem daerah yang upahnya lebih rendah bicara garment problem yang kita hadapi, bukan hanya sebatas membicarakan upah saja, tapi bagaimana melindungi buruh, di tengah gencarnya bedol garmen yang pindah kewilayah yang upahnya kecil,” tuturnya. (Humas Setda Purwakarta)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top