Purwakarta

Sidang Pencemaran Rawa Kalimati, Keterangan Saksi Beratkan Korporasi

Sidang Pencemaran Rawa Kalimati, Keterangan Saksi Beratkan Korporasi

Cidahu.com – Sidang kasus dugaan pencemaran lingkungan dengan terdakwa PT. Indobharat Rayon (IBR) kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta, Selasa (3/5/2016).

Enam saksi yang dihadirkan dari PT IBR justru memberatkan perusahaan asal India tersebut. Edy Ruskaedi selaku Manager General Affair (GA) PT IBR dalam pemeriksaan oleh Hakim Barita Sinaga yang memimpin jalannya persidangan, mengakui Kalimati yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Sungai Citarum semula kondisinya sangat asri.

“Dulu ada Kalimati, sebelum ada power plant (pembangkit listrik dengan batu bara) airnya bersih tapi sekarang tidak, itu akibat yang kata penyidik ada pencemaran lingkungan,” ujar Edy menjawab pertanyaan Barita.

Barita juga menjejali saksi dengan pertanyaan yang mengharuskan saksi menjawab kondisi faktual Kalimati saat ini setelah adanya power plant dengan empat mesin boiler dengan bahan bakar batubara.

“Ada pendangkalan di rawa Kalimati karena limbah batu bara. Saya cari-cari informasi, penyebabnya ada lubang-lubang di tembok pembatas antara pabrik kami dengan Kalimati, kata pekerja lain tembok-tembok bolong itu karena bekas pencuri yang ambil batu bara di tempat kami. Tapi saya tidak bisa pastikan,” ujar Edy.

Meski mengakui kondisi Kalimati berubah drastis dan tercemar karena limbah batu bara dari perusahaan tempatnya bekerja, ia membantah perusahaannya membuang langsung limbah batu bara ke Kalimati.

“Limbah B3 batu bara yang ada di Kalimati kemungkinan karena terbawa angin atau hujan. Kalau kami yang membuang sengaja saya pastikan itu tidak mungkin,” ujar dia.

Ia juga menjelaskan siapa yang harus bertanggung jawab dan bisa menjawab pertanyaan kenapa power plant itu menyisakan limbah B3 dan mendangkalkan Kalimati.

“Yang bertanggung jawab atas power plant dengan 4 mesin boiler menggunakan batu bara itu kepala department power plant. Lalu atasannya lagi ada warga negara India bernama Amir Pasneh sebagai head power plant dan paling atas lagi ada Direktur Teknik yang juga warga negara India bernama Umar Duta. Tapi dia sekarang sudah pergi dari Indonesia pada 2014 lalu,” ujarnya. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top