Headline

Banyak Masalah Kebangsaan Jadi Perhatian KAHMI dalam Rakornas di Purwakarta

Rakornas III KAHMI di Plaza Hotel BIC, Purwakarta

Cidahu.com – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), yang diselengarakan di Plaza Hotel BIC Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), secara resmi di buka oleh Ketua Majelis Penasehat Dr Ir Akbar Tanjung sekitar pukul 22.31 WIB.

Kegiatan yang diselengarakan selama tiga hari itu, adalah bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Emas KAHMI.

Sebagaimana tema yang diusung Rakornas ke-III KAHMI, “Bersinergi Membangun Negeri”, Akbar Tanjung menitipkan empat pesan yang mesti menjadi dasar dan pandangan KAHMI. Salah satunya di wilayah politik, ekonomi, hukum, dan sosial budaya. Menurut Akbar, pandangan keislaman, keindonesiaan dan kemodernan mesti menjadi landasan KAHMI dalam melangkah ke depan.

Dengan keislaman, keindonesiaan dan kemodernan, KAHMI mesti mampu memberikan respon dengan apa yang menjadi tujuan perjuangan pembangunan nasional. Khususnya dalam menghadapi banyak perkembangan dan kemajuan baru.

“Banyak perspektif ekonomi, hukum, politik, sosial budaya dan politik luar negeri. Kita mampu membangun suatu sinergi dalam menjawab persoalan-persoalan bangsa. Menjadi satu dnamika dalam kebebasan dalam bidang politik. Termasuk kita dukung dalam memberikan kesempatan untuk berdirinya partai-partai politik,” ungkapnya.

Menurut Akbar, dalam membangun sistem kepartaian yang kompetibel dengan sistem pemerintahan Indonesia. Menurutnya, KAHMI mesti mempionir pembangunan kebebasan orang dalam mendirikan partai politik, karena Parpol harus sesuai dengan sistem presidensial.

“Sistem pemerintahan kita, presidensial. Dan presidensial itu tergantung keputusan masyarakat. Sehingga, bagaimana sistem presidensial kita sesuai dengan jumlah partai politik,” terang Akbar.

Selain itu problem politik, ada sisi masalah pembangunan nasional yang rupanya tak mesti luput dari perhatian KAHMI. Akbar mengingin, KAHMI masuk pada strategi pembangunan nasional yang lebih baik.

“Termasuk masalah hukum, sejauh ini menjadi panglima menjadi dasar bernegara. Namun, di lembaga hukum tertinggi negara dalam hal ini Mahkamah Agung masih banyak ditemukan praktik-praktik penyalahgunaan hukum,” ujar Akbar.

Lalu sosial budaya, Akbar melihat masalah bangsa yang majemuk. Seharusnya potensi ini menjadi sumber kekuatan, sinergi, dan energi kemajuan. Luputnya pengawasan sosial budaya, berdampak pada menjamurnya gerakan-gerkaan radikalisme.

“Menjadi perhatian KAHMI, kultur bangsa kita ini adalah bangsa yang menciptakan dan menginginkan keharmonisan di antara suku-suku yang ada. Islam masuk ke Indonesia dan lahir menjadi mayoritas karena kultur bangsa kita yang terbuka,” pungkas Akbar.(AMuhit)

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), yang diselengarakan di Plaza Hotel BIC Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), secara resmi di buka oleh Ketua Majelis Penasehat Dr Ir Akbar Tanjung.

Presidium Majelis Nasional KAHMI Viva Yoga Mauladi MSi menyampaikan pembahasan Lafran Pane (pendiri HMI, red) untuk menjadi pahlawan nasional menjadi poin yang tak dilupakan dalam Rakornas tersebut.

Termasuk permasalahan kondisi dan dinamika keislaman keindonesiaan dipandang sudah kondusif. Hanya saja, dari sisi sosial budaya masih ditemukan perbenturan faham dan pandangan. Politikus PAN ini mencontohkan, pada saat Pilkada banyak masalah besar yang muncul. Salah satunya nilai ras suku dan agama sudah masuk dan dijadikan ke dalam satuan-satuan politik.

“Seharusnya ini dijadikan sebagai kekayaan khasanah kebudayaan Indonesia. Sebab, bangsa Indonesia merupakan plural disatukan dalam bhineka tunggal ika. Di dalamnya ada prinsif bahan-bahan nasionalisme Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Presidium KAHMI Jawa Barat Dedi Mulyadi menerangkan, sejak tahun 2003 ia memutuskan untuk menjabarkan gagasan Caknur di wilayah Islam, doktrin dan peradaban.

“Pemerintah belum hadir dan fokus pada perhatian kelompok-kelompok adat. Padahal, saat ditinjau mereka memiliki kesejateraan dan masa depan hidup yang jauh lebih baik. Meski tanpa bantuan jaminan sosial, pendidikan, kesehatan, dan subsidi beras Raskin,” papar Dedi.

Sementara Ketua Panitia Rakornas Lukman Malanuang mengharapkan, Rakornas ke-III berjalan serius namun santai. Pihaknya juga mengucapkan terimakasih pada pihak panitia lokal yang sudah berupaya mensukseskan Rakornas ini.(*)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top