Headline

Begini Cara Dedi Mulyadi Memindahkan Masyarakat yang Mendiami Tanah Negara

Begini Cara Dedi Mulyadi Memindahkan Masyarakat yang Mendiami Tanah Negara

Cidahu.com – Saat mendengar kata “penggusuran” tentu yang terlintas dalam benak adalah suasana penolakan yang begitu massif dari warga yang mendiami wilayah yang akan digusur.

Suasana ricuh seringkali terjadi sebagai buntut resistensi warga yang tidak ingin tanah yang diklaim sebagai miliknya—padahal milik Negara—kembali dikelola oleh Negara.

Tetapi suasana mencekam tersebut tidak akan kita temukan di Purwakarta. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi lebih memilih untuk mengundang penghuni tanah Negara dalam suasana dialog ramah tamah sambil makan siang.

Siang tadi, Rabu (11/5/2016) Dedi Mulyadi mengundang warga Jl Kemuning Purwakarta yang terpaksa harus terkena penggusuran ke Bale Nagri Purwakarta sembari memberikan uang kerohiman yang layak.

Dedi memandang langkah seperti ini wajib dilakukan sebab seringkali penggusuran malah menimbulkan emosi dalam diri warga yang akan digusur. Melalui momentum ini ia berhadap dapat memberikan solusi yang lebih manusiawi dan ke depan harus menjadi tradisi di Purwakarta.

“Kunci segala sesuatu itu kan ngobrol. Komunikasi agar masing-masing pihak dapat mencurahkan isi hatinya. Kita sampaikan ini loh keinginan pemerintah. Warga juga dapat menyampaikan keinginannya dengan santai tanpa intimidasi. Saya kira cara ini lebih manusiawi,” kata Dedi menjelaskan.

Penggusuran ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam rangka membangun infrastruktur publik terutama jalan raya. Dedi menegaskan Jalan Kemuning Purwakarta dapat menjadi Jalan Alternatif saat Jalan Veteran dan Jalan Sudirman yang saat ini menjadi kawasan perdagangan yang padat mengalami kemacetan.

“Kami melakukan ini semata untuk pengembangan fasilitas publik yang menjadi hajat hidup orang yang lebih banyak. Kalau terjebak macet di Veteran atau Sudirman, warga dapat mengakses jalan via Jalan Kemuning,” kata Dedi dalam paparan maksud penggusuran ini

Dalam pertemuan yang berlangsung sekira satu jam ini Pemerintah Kabupaten Purwakarta memberikan uang kerohiman sekira Rp20 Juta untuk masing-masing kepala keluarga. Tidak hanya itu Pemerintah Kabupaten pun saat ini sedang membangun rumah susun yang diperuntukan bagi warga tersebut.

“Hari ini kami memberikan Rp20 Juta per kepala keluarga, nanti juga ada rumah susun,” kata Dedi menutup paparannya. (Humas Setda Purwakarta)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top