Opini

Fenomena Shadiq Khan, Inspirasi Untuk Tanah Air

Dadan K. Ramdan

Oleh : Dadan K. Ramdan

OPINI, Cidahu.com – Shadiq Khan menjadi fenomenal saat dia terpilih sebagai walikota London pada tanggal 05 Mei 2016 yang lalu, Banyak netizen memuji dan membanggakan nya, terutama dari kalangan muslim, media-media sosial seakan tak henti-henti nya membahas shodiq khan sebagai kemenangan kaum muslimin, bahkan M. Jusuf Kalla Wakil Presiden RI, menyatakan bahwa kemenangan Shadiq Khan sebagai penepis Islamophobia di Eropa. Namun apakah Shadiq Khan menang dalam pemilu dan menjadi walikota karena dia muslim ?, saya kira bukan.

Shadiq Khan terlahir dari bapak seorang sopir keturunan Pakistan, menurut data dari Kantor Statistik Nasional Britania Raya di ketahui bahwa sekitar 69,7 persen dari total 7.753.600 populasi London adalah kulit putih, 59,5 persen di antaranya adalah keturunan Britania, 2,2 persen keturunan Irlandia, dan 8,0 persen selebihnya diklasifikasikan sebagai “kulit putih lain-lain” selain itu sekitar 13,2 persen adalah keturunan Asia Selatan, yaitu 6,2 persen India, 2,8 persen Pakistan, 2,2 persen Bangladesh dan 2,0 persen lainnya “asia selatan lainnya”. Sementara sekitar 10,1 persen penduduk London berkulit Hitam, yang terdiri dari 5,3 persen keturunan Afrika, 4,0 persen keturunan Karibia dan selebihnya “kulit hitam lain-lain”. 3,5 persen warga London adalah keturunan campuran; 1,8 persen Cina; dan 1,7 persen lainnya dikategorikan dalam kelompok etnis yang lain.

Dan menurut data sensus Tahun 2011 dari Kantor Statistik Nasional Britania yang di lansir dalam https://id.wikipedia.org/wiki/London bahwa Raya Umat Islam di London adalah 12,4% dan 48,4 persen warga London mengaku sebagai umat Kristiani sedangkan lainnya adalah tidak beragama (20,7 persen), Hindu (5 persen), Yahudi (1,8 persen), Sikh (1,5 persen), Buddha (1 persen) dan penganut agama lainnya (0,6 persen), terakhir sekitar 8,5 persen warga London tidak menyatakan agama.

Kemenangan Khan lebih kepada prestasi dia sebagai politisi di Partai Buruh yang kedua adalah daya terima masyarakat london yang heterogen terhadap shadiq Khan keturunan Pakistan yang Muslim.

Hal ini dapat di lihat bila asumsi pertumbuhan penduduk kota London 0,15% maka jumlah penduduk kota London di Tahun 2016 diperkirakan sebanyak 7.811.926, maka menurut berita (http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160506_majalah_sadiq_khan_london kemenangan Partai Buruh ini meraih 56,8% suara dan saingan terdekatnya Zac Goldsmith dari Partai Konservatif meraih 43,2% suara, dengan tingkat partisipasi 45,3% dari jumlah pemilih”.

Melihat prosentase demikian, maka diperkirakan kemenangan Khan hanya di dukung oleh jumlah pemilih sekitar 2.010.040 dari partisipasi pemilih sekitar 3.538.803, angka partisipasi yang sangat kecil dan jauh jaraknya jika dibandingkan Indonesia yang memiliki partisipasi pemilih hingga hampir mencapai 75%, hal ini tidak menunjukan adanya kemungkinan bila Shadiq Khan terpilih sebagai Walikota London hanya karena dia seorang muslim, bahkan dalam sebuah pernyataannya, shadiq Khan menyampaikan bahwa “saya bukan pemimpin atau juru bicara Muslim. Saya wali kota London, dan saya berbicara untuk semua warga London.

Ini yang menjadi fenomena kepatutan untuk di contoh di negeri kita, sosok Khan harus mampu menginspirasi dunia politik nasional, prestasi politik nya ada dalam prestasi kepemimpinan dalam mengelola daerah atau negara, dan pluralitas Indonesia dengan segala kemajemukannya, membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengayomi keanekaragaman atau kebhinekaan penduduknya dan bukan di lihat dari asal muasal golongan figur itu hadir untuk memimpin.

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top